Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 10 "Makan Malam Dirumah Farel"


__ADS_3

🌻Rumah Nasya


Sore hari sekitar jam 15.30 . Nasya terbangun dari tidur siangnya. kemudian ia mencari ponselnya hendak berniat mengecek grup kelas ada atau tidak tugas tambahan dari wali kelas, Baru semenit ia menyalakan Wi-Fi . langsung banyak pesan masuk dari Fandy yang ia kirim lewat Messenger Fb. sontak Nasya membuka dari balon obrolan Messenger.


Fandy: Sya,aku minta maaf.. aku tau aku salah sudah kasar sama kamu dan sudah nonjok Farel tadi.. sebenarnya aku hanya cemburu karena aku melihat keakraban kalian,aku tau cemburuku ini berlebihan. bayangkan saja betapa panasnya hatiku melihat kamu bersenda gurau dengan Farel ,ditambah ke kompakan kalian sewaktu main Basket tadi. hatiku remuk ,sya. dan aku ga mau putus ,aku mau kita lanjut. masih ingat kan kalau aku sudah janji bakal datangi papamu sewaktu kita lulus SMA nanti,ini bukti keseriusanku sama kamu ,sya.... aku mohon kamu maafin aku. aku ngerasa bersalah betul.. besok aku akan meminta maaf kepada Farel karena aku sudah menonjok nya tadi. aku benar benar menyesal....


Membaca pesan dari Fandy membuat Nasya menjadi linglung,kemudian Nasya mulai instrospeksi diri apakah ada yang salah juga dari dirinya. selang beberapa menit ia baru tersadar bahwa wajar Fandy marah karena kemarin ia memang sangat akrab dengan Farel,ia memukul,menjambak,dan bercanda tertawa lepas dengan Farel. ia pun mulai menyadari akan kesalahannya yang tidak ia duga sebelumnya. karena hati Nasya yang memang tidak tega-an dan juga mudah memaafkan serta mudah ber instrospeksi diri namun pelupa, ia pun membalas pesan Fandy perlahan yang sebenarnya sudah Fandy tunggu sejak siang tadi saat Nasya tertidur.


Nasya: Iya fan,aku juga minta maaf.. aku juga sadar aku salah karena sudah terlalu dekat sama cowok lain.. maafin aku ya... iya deh kita ga jadi putus.. jangan lupa besok minta maaf sama Farel, aku yakin pasti Mamanya Farel khawatir akan apa yang terjadi disekolah sampai membuat pipinya memar.


balasan Nasya singkat namun ke intinya. tak lama ia pergi mandi setelah mandi dan berganti pakaian ia kemudian pergi keluar kamar dengan maksud membantu mama atau bibi pembantunya yang sedang masak.


🌻Rumah Farel


aku harus hilangkan luka ini secepatnya ,gumam Farel dalam hati sambil memegang obat oles untuk di oleskan pada luka di pipinya.


Tak berapa lama,mamanya memanggil .


"Gawat!!!" kata Farel pada dirinya sendiri.


"Farel.... sudah bangun tidur kah nak..., kamu sudah makan siang kah?" ucap Mamanya.


"sudah ma, disekolah tadi" jawab Farel terpaksa berbohong . padahal Farel tidak pernah belanja di sekolahnya selain memakan bekalnya sendiri.


"Masa? makan apa Nak,,... biarkan mama masuk dulu masa kita ngobrol dibalik pintu..." ucap mamanya pada Farel.


"Farel lagi dikamar mandi ma...." alasan Farel lagi.


"ohiya sudah... nanti malam kita ada makan malam sama keluarga Nasya nak... keluar kamar ya... mama tunggu..." seru Mama nya.


Farel menyesal karena terpaksa harus membohongi mamanya. karena baru kali ini dia berbohong dengan Mama nya. Dan ditambah dibuat kaget lagi karena nanti malam akan ada acara makan malam dengan keluarga besar Nasya.


"Bagaimana ini,otomatis aku harus keluar dengan keadaan seperti ini, dan juga bertemu Nasya? bagaimana kalau Nasya menjelaskan kepada Mama,bisa bisa mama mengira aku berkelahi disekolah. ah payah.....!" seru Farel sambil mengobati lukanya.


kemudian Farel mengambil ponselnya lalu men-dm Nasya di instagram.


Nasya.... jangan adukan ke mamaku kalau aku habis di tonjok Fandy, nanti mamaku mengira aku jadi jagoan di sekolah. bisa bisa aku di pindahkan dari sekolah. setelah Farel mengetik ia segera mengirim nya . kemudian menunggu balasan dari Nasya ber menit menit.


🌼Rumah Nasya


Nasya yang sedang membantu bibi pembantunya membuat makanan terkaget saat tiba-tiba mama nya datang.


"bi.. tidak usah masak terlalu banyak ya.. karena nanti malam saya sekeluarga ada acara makan malam di rumah Pak Phankard ." pesan mama nya pada pembantunya.


"baik ,nyonya" jawab pembantu nya dengan santun.


"apa mah?? kita kerumah Farel nanti malam?" tanya Nasya dengan kaget.


"Iya nak,tadi mama ke kamar Nasya kok gaada sekalinya disini..." nanti malam pakai baju ini ya..." sambil menyodorkan tas berisi pakaian kepada Nasya.

__ADS_1


Nasya hanya bengong sambil tetap memegang tas berisi pakaian itu.


"ketemu Farel lagi nanti malam?? bagaimana bisa tadi aja Farel cuek ke aku gara gara Fandy" ucap Nasya dalam hati lalu Nasya berjalan kembali ke kamar nya.


Sampai di kamar,Nasya mendapati ponselnya menerima notifikasi,saat membukanya ternyata DM Instagram dari Farel.


langsung saja Nasya mengerti dan membalas, "oke siap!".


Setelah itu hari sudah semakin sore, Nasya pun pergi mandi lagi untuk kedua kalinya haha. setelah mandi ia melihat pakaian yang di beli Mamanya itu.


"Bagus juga.... tapi apakah aku cocok?" seru Nasya dalam hati sambil memegang dan memandang pakaian tersebut.


ada 5 menit ia berpikir,akhirnya ia pun mencoba pakaian itu, dan berdandan sedikit mengingat ingat kembali bagaimana cara memakai make up seperti yang mamanya ajarkan dulu.


Sore menjelang malam telah tiba, Seketika itu juga Verrel pulang dari kampus,saat hendak masuk kamar mamanya memergoki dan menyuruh Verrel untuk bersiap-siap ikut ke acara makan malam dirumah keluarga Phankard. tanpa menolak Verrel langsung mengiyakan permintaan mamanya lalu bersiap siap untuk berangkat.


Di parkiran mobil rumah Nasya; Nasya ,Ayah Wil, Mama Nara ,dan Verrel tengah bersiap siap untuk menuju rumah om Phankard . mereka sengaja berangkat petang karena jarak rumahnya yang lumayan jauh ,takut kalau akan terjadi macet.


Di parkiran Verrel yang mendapati adiknya berdandan cantik dan mengenakan gaun apik itu pun meledeknya ,


"wihh ade kakak belajar dandan nih ,cieeee mentang mentang mau kerumah cowok ganteng" ledek Verrel.


"ih apaan sih kak, ini Mama yang suruh aku pakai baju ini " jawab Nasya dengan setengah malu.


kemudian dengan berjalan cepat Verrel memfoto Nasya secara tiba tiba menggunakan camera dslr yang sedari tadi ia genggam.


(cekrek... cekrek.....)



kemudian mereka berangkat dengan mobil yang di setir oleh Papa mereka sendiri.


🖤Rumah Farel


Sampai dirumah Farel,keluarga Nasya disambut dengan hangat oleh keluarga Farel.


keluarga Nasya awalnya berbincang-bincang diruang keluarga sambil mencicipi camilan khas Thailand,beberapa menit kemudian mereka ke meja makan. disana sudah ada Farel yang sejak tadi ada di dapur dengan balutan hansaplast di pipi nya.


"loh pipimu kenapa ,nak?" tanya mama Nara kepada Farel karena penasaran.


"Ia makan kepiting di sekolah,lalu kejepit cangkangnya,entah kenapa bisa begitu,padahal Farel tidak suka makan kepiting" .tutur Mama Juli yang ternyata terlebih dahulu diberitahu Farel dengan alasan yang sebenarnya bukanlah alasan sssungguhnya.


Mendengar hal itu ,Tentu saja membuat geli,akhirnya Nasya tertawa keras dan terbahak-bahak. sampai semua mata tertuju pada ia,


"Dek,kenapa kamu? kerasukan?" ledek serta tanya Verrel terhadap Nasya.


"ih kakak ini apa apaan sih, itu lucu tau alasannya Farel, padahal....." Nasya berhenti bicara karena ia memang harus menjaga rahasia tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"padahal apa ,nak?" tanya mama Nara kepada Nasya.

__ADS_1


"Emm ayo mari kita makan, lihatlah ini adalah makanan kesukaan kami,terlebih lagi anak bungsu kami sangat menyukai semua makanan ini,silahkan dimakan...." ucap bu Juli kepada keluarga Nasya.


"Silahkan silahkan..." ucap Pak Phankard dengan tersenyum.


"Terimakasih banyak ,kard" ucap ayah Will kepada pak Phankard. "


"Sama-sama mari makan..." seru pak Phanard dan bu Juli.


Sementara itu, Nasya dan Farel hanya bertatap-tatapan. Farel menatap Nasya dengan sejuta rasa kagum berkat kecantikan Nasya yang hanya bermake-up ala kadarnya itu . sedangkan Nasya memandangi Farel dengan sejuta rasa prihatin dengan luka yang telah Farel balut.


Tiba tiba tatapan mereka buyar karena mama Juli menegur mereka kenapa mereka tidak menyantap makanan malahan hanya memegang sendok dan garpu tanpa bergerak mengambil makanan. setelah itu bu Juli mulai tersadar akan kecantikan Nasya pada saat itu, "Wahh cantik sekali ,Nasya" cocok banget dah jadi menantu ibu..." ucap bu Juli dengan penuh goda dan semangat.


Mendengar itu membuat Farel terbatuk-batuk padahal ia belum ada menyentuh makanan sama sekali.


"ini minum..." Nasya menyodorkan minum terhadap Farel kemudian tersenyum.


"terimakasih..." kemudian Farel tersenyum kepada Nasya dan meminum minumannya.


"ehemmm ehemmm..." kak Verrel berdehem dengan tujuan meledek Nasya yang sedang kasmaran.


Mendengar itu tentu saja membuat yang lain tertawa. kemudian mama Juli menjelaskan bahwa sebenarnya ada kakaknya Farel yang bernama Rizky . ia sedang kuliah di Australia selama setahun . kemudian orang tua Farel meminta maaf akan ketidaklengkapan keluarga mereka. keluarga Nasya mengerti dan memaklumi.


Setelah itu Nasya memakan seblak yang sangat pedas.


"itu pedas sekali,memangnya kamu kuat?" tutur Farel kepada Nasya.


"tentu saja kuat, Pedas adalah asupanku sehari-hari". jawab Nasya santai sambil melahap seblak dengan lahap. sedangkan Farel memakan steak daging sapi secara pelan.


Acara makan malam mereka berjalan dengan lancar. kemudian keluarga Farel mengajak keluarga Nasya ke ruang belakang yang merupakan taman bunga dan tempat wisata mini yang di hiasi oleh lampu remang remang dan lampu ceri warna warni. sontak saja Nasya berseru "Wah cantik sekali" . sedangkan Verrel sibuk mengambil gambar indah tersebut.


Mereka pun berbincang bincang di bangku Lamborgini panjang itu dengan hidangan camilan serta minuman khas Thailand.


Wangi bunga yang semerbak menambah keharmonisan diantara kedua keluarga itu.


Farel memandangi Nasya dari kejauhan. ia memperhatikan setiap sudut penampilan Nasya. kemudian ia bergumam "cantik sekali" itu pun dilontarkan secara tiba tiba.


Sedangkan Nasya sibuk memakan camilan dan meminum minuman yang di hidangkan.


tak lama Farel ikut berkumpul disitu.


Setelah cukup puas ,keluarga Nasya berterima kasih dan akhirnya pamit pulang. sebelum keluar dari rumah Farel, Nasya berpesan " jangan lupa kerjakan tugasmu" ucap Nasya sambil tersenyum .


tentu saja,ketua kelas.." jawab Farel dengan tersenyum .


kemudian Nasya masuk dalam mobil dan mobilnya mulai bergerak menjauhi rumah Farel. dan akhirnya acara mereka telah usai.


kemudian bu Juli menyuruh Farel agar segera tidur karena besok sekolah. Farel mengiyakan permintaan mamanya.


Alvaro Pratama Rizky Wardana(Kakak sulung Farel)

__ADS_1



__ADS_2