
🌼Rumah Nasya
Pagi itu pada pukul 05.00WIB ,Nasya bangun dan langsung pergi mandi setelah itu sholat subuh dan bersiap-siap untuk sekolah.
satu jam kemudian Nasya keluar kamar dan menuju Meja makan dengan maksud akan sarapan bersama keluarganya.
Melihat mamanya sibuk di dapur mempersiapkan makanan, Nasya ikut membantunya.
"Wah Nasya kok dandan hari ini?" Kaget Mamanya melihat Nasya yang berpenampilan lebih feminim dari biasanya.
"Ya gakpapa Ma,Nasya lagi mau aja hehe" jawab Nasya sambil meringis.
Setelah itu Nasya dan mama nya menyiapkan makanan ke meja Makan.
Nasya, Mama Nasya, Verrel ,dan Ayah Will makan bersama dengan tenang.
Disekolah
Saat jam pelajaran Olahraga, Pak Budi selaku guru mata pelajaran Penjas memerintahkan murid murid untuk mempersiapkan diri mengikuti olahraga Basket pada pagi hari itu.
"Wah basket yeyyy!!!" Teriak Nasya kegirangan.
"Aku akan main basket lagi setelah sekian lama" ucap Farel dalam hati sambil dirinya tersenyum.
✨Mereka berdua sama sama menyukai basket. Dengan hobby mereka ini apakah mereka akan bersatu nantinya.. lantas bagaimana Fandy? .ikutin terus aja yuk ceritanya jangan sampai ketinggalan😉
Dilapangan basket Nasya dan tim nya sedang memainkan permainan bola basket tersebut dengan kompak, dentingan demi dentingan bola saat di giring membuat suasana lapangan menjadi ramai.
Sementara dikelas 7C sedang jamkos, Fandy dan teman teman nya pun pergi keluar kelas melihat apa yang terjadi diluar.
"Anak kelas 7A lagi main basket woyyy!" teriak Kevin dengan keras dan menyadarkan Fandy siapa yang sedang berada di lapangan.
__ADS_1
Langsung saja Fandy dan teman se-Genk nya itu berlari ke arah lapangan Basket.
Tepat pada permainan mereka, Nasya satu regu dengan Farel.
tentu saja melihat itu Fandy langsung terbakar api cemburu. dentingan demi dentingan bola membuat lapangan semakin ramai penonton bahkan juga ada guru yang menyaksikan nya. Farel dan Nasya terlihat sangat kompak.
"Oper Sya!" teriak Farel kepada Nasya.
Nasya kemudian mengoper bola ke arah Farel. dengan sigap Farel menangkap dan dengan tumpuan ia memasukan bola ke ring basket, dan akhirnya masuk . sudah 5 : 3 poin yang dimenangkan tim Nasya.
Setelah selesai ,mereka semua ber-istirahat.
"sya, minum dulu" Farel menjulurkan air minum bawaannya sendiri.
"makasih,tau aja gue lagi haus " jawab Nasya sambil tertawa.
"tentu saja kamu haus,kan sehabis mengeluarkan keringat dan energi tadi" ucap Farel sambil meminum air minumnya.
"Aw,sakit tau! gila lu parah " ucap Farel pada Nasya.
"Oh sakit ya,maaf maaf habisnya loe lucu" jawab Nasya sambil tetap tertawa.
"Lucu ga harusnya dipukul juga kan" jawab Farel dingin.
"biarin aja sih...... wleee" jawab Nasya sambil menjulurkan lidahnya.
Melihat keakraban mereka ,Fandy yang sudah tidak tahan menahan api yang membara di dadanya pun berjalan menuju tempat Farel dan Nasya duduk berdua.
"ikut aku!" ajak Fandy dengan nada agak tinggi.
"kemana?" tanya Nasya heran karena tidak biasanya Fandy bersikap seperti itu.
__ADS_1
"Kamu pacarku jadi kamu harus nurut!" ucap Fandy pada Nasya.
"iya,tapi ini sakit kamu genggam tanganku kenceng banget" jawab Nasya sambil meringis.
melihat itu, Farel langsung berontak dan melepaskan genggaman Fandy terhadap Nasya.
"Kamu tidak seharusnya kasar dengan wanita" ucap Farel pada Fandy.
Nasya hanya tertegun karena Farel membelanya,padahal tadi Farel sedang meledeknya habis habisan.
"Loe,gausah ikut campur!" jawab Fandy kepada Farel.
"Kalau kamu mau bawa Nasya bawalah!, tapi jangan kasar. Ayah Nasya selalu memperlakukan Nasya dengan lembut,tidak seperti kamu yang bertingkah semaunya padahal bukan siapa siapa!" jawab Farel dengan tegas.
Mendengar itu mata Nasya berkaca kaca,sedangkan raut muka Fandy yang semula memerah tersadar akan perlakuannya kepada pacarnya sendiri. kemudian ia tersadar kepada siapa ia harusnya marah. kemudian saat Farel sedang lengah, Fandy menonjok pipi Farel dengan emosi.
"Loe udah ngedeketin cewek gue ga tau diri malah sok ceramahin gue" ucap Fandy dengan Kasar .
"Farel........." Bela Nasya pada Farel karena Nasya tau siapa yang sebenarnya salah.
Mendapat perlakuan seperti itu ,Farel hanya bisa menggenggam tangannya dengan keras. kemudian pergi meninggalkan Fandy dan Nasya.
"Rel... loe gakpapa kan" teriak Nasya kepada Farel. Dan Fandy pun menatapi Nasya dengan penuh emosi dan Nasya pun akhirnya menegur Fandy.
"Apa apaan sih kamu? aku salah apa? Farel hanya teman ,kami habis main basket dan tidak berdua tapi ber-Team. kenapa kamu marah?." Jawab Nasya tegas.
Fandy pun mencoba merendam amarahnya dan berkata " Sya.. aku ce...." belum sempat Fandy melanjutkan Nasya menyela omongan Fandy.
"Sekarang kita putus!,aku gamau sama cowok kasar seperti kamu,kamu bilang kamu tau batasan?, tapi nyatanya apa kamu keterlaluan." Jawab Nasya dengan emosi kemudian berlari meninggalkan Fandy sendiri ditempat itu.
"Siaaaaaaallll!" teriak Fandy kesal dengan apa yang diterimanya.
__ADS_1
✨✨✨