Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 32 "Kamu"


__ADS_3

🌻🌻🌻


Jika setiap cinta harus di ungkapkan secara terang-terangan, mustahil bila akan ada kejutan di dunia ini


Itulah ungkapan yang tepat yang akan Farel ucapkan jika pantas, Yah Farel merasa tidak perlu mengatakannya, baginya pembuktian jauh lebih baik dari sekedar perkataan belaka.


Farel terdiam sambil terus menatap Nasya dengan senyuman, sedangkan Nasya menatapnya sambil terus menunggu jawaban darinya.


"Jawablah... apa perlu aku ulang pertanyaanku?" tanya Nasya lagi terhadap Farel dengan nada kesal.


Bukannya membalas, Farel malah menatap Nasya sambil terus tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya di telinga Nasya.


dan mengucapkan


"Mau tau aja atau mau tau banget" Tanya Farel sambil tertawa dan menjauhkan wajah nya dari telinga Nasya.


"Ih.... ngeselin ah!" ucap Nasya lalu memukul-mukul Farel dengan kesal.


Farel hanya tertawa sambil terus menatap Nasya tanpa henti.


Nasya tersipu di tatap seperti itu terus, "Ya sudah kalau tidak mau beri tahu tidak masalah kok" ucap Nasya lagi.


Farel mulai mengunci mulut dan senyumannya, ia melamun sejenak kemudian berkata


"Kau akan tahu nanti?" ucap Farel dengan senyumnya namun kali ini ia meluruskan badannya menghadap meja tidak menghadap Nasya seperti tadi.


Nasya menatapnya dengan tatapan tidak mengerti, penuh tanda tanya sambil terus menatap Farel yang kini sedang melamun.


"Tring...... Tring...... Tring......."


Bel masuk kelas berbunyi, Semua murid beramai-ramai masuk kelas , bu Vina memasuki kelas hendak mengajar pelajaran Matematika.


Kali ini Nasya tampak baik-baik saja dengan matematika,ia tidak menengok atau mengajak Farel mengobrol sekalipun kala itu, Akhirnya Farel lah yang membuka obrolan.


"Bisa ,Neng" ucap Farel sambil tertawa.


Bukannya Nasya membalas,ia malah tetap fokus kepada tugas yang tengah ia kerjakan.


mata Farel membelalak melihat sahabatnya bertingkah cuek tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Namun Farel tetap tersenyum, ia mengerti bahwa Nasya kesal dengan jawabannya yang menggantung.


Akhirnya Farel ikut fokus dengan senyuman di bibirnya.


Nasya mencuri pandang kepada Farel yang tengah tersenyum,ia mengerucutkan bibirnya dan bergumam dalam hati


"nyebelin banget sih jawabannya" ucap Nasya dengan kesal.


Sambil melihat ke arah Farel kemudian kembali terfokus kepada tugas, Farel juga melirik ke arah Nasya lalu tersenyum.


***


Sampailah pada pulang sekolah.


Farel berhenti di depan pintu kelas dan memperhatikan Nasya dari kejauhan, ia juga melihat Melly dan Ranti berlari-lari kecil menghampiri Nasya yang tengah berjalan menjauhi kelas.


"Bagaimana,Sya"


"Apa jawabannya"


Tanya Melly dan Ranti secara bergantian.


"Kau mau apa? mau jadi penunggu pintu kelas?" teriak Nasya kepada Farel dengan nada kesal.


Farel tidak menjawab namun berjalan ke arah Nasya sambil tersenyum, Namun salah ia tidak menuju kepada Nasya, ia hanya melemparkan senyuman lalu berjalan mendahului Nasya dan melambaikan tangannya.


Nasya melihatnya tidak terima, ia sangat kesal dengan Farel dan mengerucutkan bibirnya.


"Farel ngeselin ah..." gerutu Nasya dengan nada kesal sekaligus tidak mengerti.


Melly dan Ranti menatap tingkah Nasya dan Farel tidak mengerti, ditambah lagi pertanyaan mereka tidak dibalas oleh Nasya.


"Sya.... kau belum menjawab kami" ucap Melly dengan tatapan penasaran.


Nasya menatap Melly dengan bibir mengerucut, "Farel ngeselin ah. ia hanya berkata ; "kau akan tau nanti! itu apaan coba" ucap Nasya dengan geram.


Jawaban Nasya sedikit menggantung bagi Ranti dan Melly, namun kemudian mereka mengabaikan dan berjalan ke arah gerbang untuk menghampiri jemputan masing-masing.


***

__ADS_1


Siang hari, setelah sampai dirumah kemudian berganti pakaian, Sholat Dzuhur, Makan siang,kemudian kembali lagi ke kamar, Farel membaringkan tubuhnya di kasurnya itu.


ia tengah membayangkan betapa terkejutnya Nasya jika mengetahui jawaban yang sebenarnya, ia paham benar pasti Nasya tidak menyangka dengan jawabannya.


Namun, Farel sangat bahagia dengan pertanyaan seperti itu.


Wajar saja . Hal kecil seperti itupun bisa membuatnya bahagia karena ia memang sangat menyukai Nasya. Cinta? dia sendiri tidak mengerti mengapa rasa itu bisa tumbuh, padahal awalnya ia tidak menyukai sifat Nasya yang blak-blakan, namun seiring berjalannya waktu, ia mulai menyukai kepribadian unik yang hanya ada pada diri Nasya sahabatnya itu.


Farel tetap standby dengan senyuman di pipinya, ia menoleh ke kanan pada meja lampunya, kemudian ia meraih handphonenya.


Ia membuka WA lalu mengecek WA Nasya apakah dia online atau tidak , setelah di lihat ternyata 1 menit yang lalu, artinya ia sedang online .


Farel menekan tombol telepon lalu mencoba menelepon Nasya.


Nasya dikamar sedang merapikan meja belajarnya, mendengar Handphone nya berdering, ia segera menghampiri lalu mengangkat telepon itu ,meskipun ia masih merasa kesal dengan Farel, ia tidak sampai hati membiarkan teleponnya berbunyi, ia takut kalau ada yang penting, Nasya pun mengangkat telepon dengan ikhlas.


"Halo, Rel Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam,Sya"


Di telepon itu,Farel meminta maaf atas semua jawaban mengganjalnya tadi, Nasya pun mengerti dan paham juga kalau perjalanan mereka juga masih sangat panjang, mereka masih ingin mengejar cita-cita mereka masing-masing.


"Sya... setelah aku berhasil menjadi Arsitek hebat, aku masih punya keinginan lagi... " ucap Farel memberikan teka-teki.


"Apa itu?" ucap Nasya dengan nada penasaran.


"Keinginanku ,Kamu" ucap Farel dengan nada serius.


Nasya terkejut mendengar pernyataan Farel, ia tahu kalau sekali Farel serius itu artinya ia memang serius, Nasya tidak menyangka.


Akhirnya Nasya tersenyum terus semenjak saat itu.


 


💚💚💚


 


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2