Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 41 "Kisah Kakakku"


__ADS_3

Jakarta,17 Juli 1998


Kampus Verrel, Universitas Gajah Duduk


Verrel mempunyai seorang pacar yang bernama Natasha Wilona. sehari-hari jika Wilona mau,Verrel pasti membawanya bersamanya untuk berangkat ke kampus bersama-sama.


Seperti pagi ini, Wilona menelpon Verrel pagi-pagi agar menjemputnya berangkat ke kampus.


Pagi itu pula Verrel berangkat lebih awal dari biasanya, ia sampai tidak ikut sarapan bersama keluarganya, Nasya yang melihat kakaknya terburu-buru itu nampak kebingungan dan heran, terlebih mama, ia menegur Verrel yang terlalu terburu-buru.


"Mau kemana nak? tumben buru-buru sekali." tanya mamanya dengan sedikit nada meninggi.


"Mah, Pah berangkat duluan ya, Verrel mau jemput tuan putri" ucap Verrel dengan mengedipkan sebelah matanya sambil mengambil sepotong roti bakar.


"Wah kakak, kenalin yah ceweknya haha" ucap Nasya sambil tertawa mengejek.


Namun Verrel yang terlanjur pergi keluar tidak sempat membalas ejekan adiknya itu.


Mama dan Papa hanya tersenyum geli dengan tingkah Verrel.


Sedangkan Nasya hanya tertawa sambil tetap sibuk melahap susu dan rotinya.


Di perjalanan dengan menggunakan mobil kesayangannya yang berwarna silver, Verrel melajukan mobil dengan perlahan, dan terus memandangi jam tangan untuk melihat waktu disana.


Dan setibanya di rumah pacarnya,


"Yang, kok cepat banget sih?" tanya Wilona kepada Verrel sambil mengecek jam tangan di pergelangan tangannya.


"masuklah dulu!" ajak Verrel terhadap Wilona. "Iyalah cepat yang, karena aku tidak ingin membuat tuan putri menunggu." ucapnya lagi sambil tersenyum manis kepada Wilona.


"Hmm... sweet" ucap Wilona dengan manja.


Verrel hanya tersenyum sambil melajukan mobilnya dengan perlahan.


__ADS_1


Wilona adalah gadis pilihan Verrel. Berbadan ramping dan berwajah cantik, bersifat rendah hati dan apa adanya, serta sederhana dalam berpenampilan, ia juga seorang artis yang sedang naik daun kala itu.


Verrel dan Wilona telah menjalani kasih selama 6 bulan, namun Verrel belum berani memperkenalkan kepada Papa dan Mamanya.


Tiba-tiba Wilona menanyakan suatu hal yang sebelumnya belum pernah ia duga akan di tanyakan oleh Wilona.


"Jadi kapan aku di kenalin sama orang tua mu yang?" tanya Wilona dengan nada berharap dan sedang menatap wajah Verrel dengan penuh harapan.


Verrel menoleh dengan tatapan kaget, ia tentu saja tidak menduga bahwa wanita yang ia cintai tiba-tiba menanyakan hal seperti itu.


Verrel pun mendekatkan tangannya ke kepala Wilona lalu mengusap rambut Wilona dengan lembut.


"Sabar sayang, nanti kalau waktunya sudah tiba, aku pasti mengenalkan mu" ucap Verrel dengan lemah lembut.


Wilona pun menatap Verrel dengan tatapan kesal, kemudian ia terdiam lalu menghadapkan wajah ke depan. ia tidak membalas pernyataan Verrel malah mencuekin Verrel.


Verrel tentu paham kalau Wilona sedang ngambek, ia pun kemudian kembali membujuk Wilona dengan mengelus-elus rambut Wilona, namun Wilona tetap terdiam. akhirnya ia membuka argumen


"Baiklah sayang, karena sayang mau ketemu papa sama mama gimana kalau nanti malam sayang aku ajak makan malam kerumah? mau ya?" ucap Verrel dengan nada bersemangat.


Setelah Verrel meluncurkan argumen tersebut, tentu saja Wilona menjadi senang, ia pun kemudian tersenyum dengan manisnya kemudian menganggukkan kepalanya pertanda setuju.


Sesampainya di kampus, Wilona dan Verrel yang memang sekelas itupun sama-sama berjalan di kelas yang sama dengan posisi Verrel merangkul punggung Wilona dengan mesra, banyak mahasiswa yang memperhatikan mereka, ada yang senyum-senyum sendiri, ada yang hanya melongo sambil melihati, bahkan juga ada yang terpana dengan kecantikan dan ketampanan mereka saat lewat.


Dan akhirnya setelah sampai di kelas, Verrel dan Wilona mengikuti mata kuliah seperti biasanya hingga selesai.


Malam hari tiba


Verrel yang memang belum pulang kerumah itu rupanya sedang menemani Wilona berbelanja dari sepulang kuliah hingga sore hari. Ia menemani Wilona body Spa di salon kecantikan favorite nya, dan juga menonton bioskop bersama. setibanya malam hari, Verrel mengantar Wilona pulang kerumahnya untuk makan malam. Sebelumnya Wilona telah selesai bersiap-siap dan juga Verrel telah bertemu sekalian izin dengan kedua orang tua Wilona.


Karena memang, saat awal berteman hingga akhirnya pacaran, Verrel terlebih dahulu mengakrabi orang tua Wilona barulah Wilona nya.


Kemudian Verrel melajukan mobil hingga sampai dirumahnya.


Setibanya dirumah dan memarkirkan mobilnya di garasi mobil pribadi, Verrel pun membukakan pintu untuk Wilona agar ia bisa keluar tanpa bersusah payah. Wilona terpana dengan desain rumah Verrel yang sedemikian cantik.

__ADS_1


Verrel tersenyum sambil menggiring Wilona untuk masuk ke dalam rumahnya, dan sesampainya di pintu, Verrel menstopkan Wilona untuk melangkah, ia berkata ingin memberikan kejutan untuk Papa, Mama dan juga Nasya, jadi ia mencegah Wilona masuk terlebih dahulu. Wilona hanya tertawa melihat tingkah usil si Verrel. ia pun bersedia menunggu di balik pintu.


Verrel masuk dan menutup pintu namun tidak terlalu rapat, ia berteriak memanggil semua orang yang ada dirumah.


"Papa, Mama, Nasya.... Verrel bawa kejutan nih..." teriak Verrel sambil menyusuri isi rumah.


mendengar kakaknya itu berteriak, membuat Nasya keluar dengan headset di telinganya.


"Ampun deh kak Verrel, aku yang pakai headset aja sampai kedengaran jelas, ada apa sih kak baru pulang teriak-teriak" ucap Nasya setelah muncul dari balik pintu. .


Verrel hanya tersenyum, kemudian menyuruh Nasya agar segera keluar dan bersiap makan malam bersama, karena memang itu jadwalnya makan malam, sedangkan mama muncul dari dapur, papa muncul dari kamar yang berniat untuk makan malam bersama.


Verrel semakin senang melihat semua telah lengkap, setelah lengkap Verrel pun menginstruksikan Wilona untuk masuk, dan masuklah Wilona dengan sejuta aura kecantikannya yang terpancar kala itu.


Papa, Mama dan juga Nasya melongo saat melihat siapa yang masuk, mereka tidak menyangka pacar Verrel adalah seorang artis.


Wilona segera menghampiri papa dan Mama dengan ramahnya, ia mendekat kemudian mencium punggung tangan orang tua Verrel, ia juga menghampiri Nasya kemudian memeluk Nasya dan berkata


"Ternyata benar kata Verrel, Adiknya sangat cantik" ucap Wilona dengan senyum di wajahnya.


Nasya terpana, matanya berbinar karena dipuji, akhirnya ia memeluk tubuh Wilona lagi dengan riang sambil berseru.


"Ah.. kakak Wilo.... kakak calon iparkuu.... aku seneng banget dah bisa ketemu kak Wilo...." girang Nasya sambil memeluk Wilona dengan kuat.


Wilona sempat merasa kesesakan dipeluk Nasya dengan kuat, Verrel akhirnya menyuruh Nasya melepaskan pelukannya. Wilona hanya tersenyum kemudian mundur beberapa langkah menjajari Verrel.


Verrel pun membuka pembicaraan.


"Pah, Mah, jadi ini pacar aku. yang tadi pagi bikin aku buru-buru" ucap Verrel sambil tersenyum lebar dan kemudian merangkul tubuh Wilona dengan semangat.


Wilona hanya tertawa dengan ungkapan Verrel tersebut, begitupula papa dan Mamanya Verrel, tertawa juga mendengar nya. Akhirnya Mama pun mengajak Wilona masuk ke ruang makan untuk makan malam bersama, saat Wilona di gandeng mama, Wilona mengajak Nasya juga kemudian menggandeng Nasya. mereka langsung bisa akrab saat itu juga. Sedangkan papa memandangi Verrel yang sedang bahagia sambil berkata.


"Kalau kamu sudah berani bawa kerumah, jangan dipermainkan, pertahankan dia, Nak" ucap papa memberi semangat dengan seulas senyum di wajahnya.


Verrel tersenyum dan mengacungkan jempol kepada papanya, kemudian mereka sama-sama berjalan ke ruang makan untuk makan malam bersama.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Kalau kalian suka sama bagian ini coment yah, nanti bagian ini aku banyakin, makasih ya sudah mau nunggu😊


__ADS_2