
π»π»
Sesampainya dirumah Nasya,mamanya Nasya mempersilahkan Farel masuk,kemudian Farel,Nasya dan Mamanya Nasya duduk diruang tamu.
"ini untuk Nasya dan tante..." ucap Farel sembari menyerahkan bungkusan.
"Apa ini" ,tanya Nasya.
"Martabak rasa Red Velvet kesukaanmu" ucap Farel.
"Wah nak Farel repot repot... Sini nak buka kita makan" ucap Mama nya Nasya menghormati bawaan Farel. setelah membukanya Mamanya Nasya mengambil satu potong lalu memakannya, lalu mamanya berjalan kearah dapur, Lalu menyuguhkan camilan buatan Nasya dan Deby tadi. Kalau minuman sudah ada tersedia di ruang Tamu lengkap dengan kulkas dan freezer nya .
"minumnya disitu yah,Rel ambil saja , ya tante mau ke kamar dahulu". ucap mamanya Nasya sambil bergerak kearah kamarnya.
Kini tinggal berdua lah Farel dan Nasya diruangan itu.
Sambil memakan martabak bawaan Farel, "Wah enak banget ,kamu tau aja aku lagi ingin makan martabak" ucap Nasya sambil melahap martabak tersebut .
Sedangkan Farel memakan brownis buatan Nasya itu , "ini juga enak ,beli dimana" tanya Farel kepada Nasya.
"Aku yang membuatnya tadi bersama Deby" jawab Nasya.
"benarkah? kamu jago masak ya " ucap Farel sambil tersenyum.
"makan ini juga Rel,semoga saja rasanya masih renyah" Nasya menawarkan jamur crispy buatannya juga.
"Aku coba ya" ucap Farel sambil membuka isi toples tersebut lalu memakannya. "enak ,Sya. Rasanya juga masih renyah,kapan kamu membuatnya?" Tanya Farel antusias.
"Tadi siang sama Deby,ucap Nasya . "ohiya kamu mau minum apa ,biar aku ambilin... " tawar Nasya lagi sambil bergerak ke arah kulkas minuman .
Farel berdiri dari tempat duduknya ,lalu menuju ke tempat Nasya menunjukan minuman ,Farel menatap Nasya dengan bingung sesekali ia juga menatap minuman-minuman dalam kulkas itu,
Kemudian Nasya berkata : "mau minum apa? kau memilih minuman saja seperti hendak memilih jodoh,hahaha" ucap Nasya sambil tertawa.
Farel hanya terdiam sambil memandangi Nasya dengan pipi memerah .
"kau kenapa?" tanya Nasya lagi.
"Aku.... tidak apa apa" jawab Farel sambil menghembuskan napasnya perlahan.
__ADS_1
"pilihlah minuman mu, aku juga akan memilih minuman ku " ucap Nasya pada Farel.
"baiklah...." jawab Farel sambil tersenyum.
Kemudian tangan Nasya bergerak kearah minuman yang hendak ia ambil , Farel juga sedang memilih, Saat Nasya menemukan yang ia inginkan seketika itu juga Farel memilih minuman yang sama ,kemudian tangan Nasya dan Farel saling bersentuhan, bukannya menjauh ,Farel malah menarik tangan Nasya kemudian memegangnya dengan erat sambil menatap mata Nasya, Akhirnya mereka saling bertatap tatapan dengan tangan mereka yang saling berpegangan.
"Aneh tapi aku bahagia" ucap Farel dalam hati.
Nasya masih terdiam ,kemudian meledek Farel.
"Kamu suka sama aku ya....." ucap Nasya dengan nada ejek.
Sontak Farel melepaskan pegangan tangannya terhadap Nasya dan mengelak sambil tersenyum,kemudian Farel mengambil minuman yang sama dengan yang ingin Nasya ambil ,lalu Farel kembali ke tempat ia duduki semula.
Nasya mengambil minuman yang sama ,kemudian menutup kulkas itu dan ikut duduk didepan Farel. arah mereka duduk saling berhadap hadapan.
Farel terdiam sambil membuka botol minumannya. ia masih merasakan perasaan aneh di dadanya.
"Kau kenapa ,Rel. dari tadi kamu bertingkah aneh..." ucap Nasya.
"Haha aku sedang ,aku sedang..... " ucap Farel terbata-bata.
"Aku sedang merindukan mu ,makanya aku kesini" ucap Farel dengan intonasi cepat dan tegas. setelah mengucapkan itu ia gemetar lalu menundukkan kepalanya kebawah.
"Apa??? " tadi kau bilang apa? tanya Nasya tak mengerti, rupanya Nasya tadi tidak mendengar.
Farel langsung mendongakkan kepalanya sambil memandang Nasya dengan heran. "bisa bisanya ia tidak mendengar,kalau mengulanginya itu tidak mungkin" gumam Farel dalam hati.
"Apa rel.. kau bilang apa tadi" ucap Nasya sambil menggoyang-goyangkan lengan Farel sebagai pertanda penasaran.
"tidak ada apa apa , aku tadi mengantuk" jawab Farel sontak saja .
"Ah kau tidak usah bercanda, " ucap Nasya sambil pindah duduk disamping Farel kemudian mencubit cubit lengan Farel.
"sakit... tau sakit ,Sya ga usah nyubit ah" ucap Farel.
"biarin aja siapa suruh kamu membohongiku" ucap Nasya lagi sambil terus mencubit.
Farel akhirnya terdiam menerima cubitan demi cubitan dari Nasya sampai Nasya berhenti. kemudian Farel melontarkan satu pertanyaan "Sya, pertama kali Jatuh Cinta,apasih yang dirasa?"
__ADS_1
Nasya menjawab: " Kenyamanan " itu yang pertama dirasa , hal yang membangun cinta lah intinya" balas Nasya lagi.
"Berarti aku mencintaimu" balas Farel. "soalnya aku merasa nyaman jika berada didekatmu" ucap dan tanya Farel dengan mata berbinar.
Tentu saja mendengar itu membuat Nasya terkejut. Nasya yang selalu tidak peka itupun hanya menanggapi dengan tawa.
"Kenapa kau tertawa" tanya Farel dengan heran.
"Bisa bisanya kau mencintaiku,kita kan sahabat ,Rel " ucap Nasya sambil terus tertawa.
"kalau itu benar bagaimana?" tanya Farel lagi.
"tidak mungkin lah... " ucap Nasya masih tidak percaya.
"Hmm oke.... selain kenyamanan ,apa lagi yang dirasakan" ucap Farel lagi.
"Rindu.... rindu yang menggebu-gebu, Saat kamu mencintai seseorang kamu pasti akan merindukannya ,merasa tidak aman saat jauh,merasa hangat saat bertemu" ucap Nasya sambil tersenyum.
"Berarti..." ucap Farel dalam hati.
"Ah kamu nanya tentang cinta ke aku udah kaya pakar cinta aja dah ni aku" ucap Nasya sambil menyenggol Farel .
"Mari kita habiskan makanan di meja ini,mubazir tau.... " ucap Nasya lagi sambil memakan martabak itu dengan lahap .
Melihat tingkah Nasya ,Farel hanya tersenyum kemudian menikmati kembali hidangan disitu .
Setelah berbincang ,tertawa ,dan ceria berdua,setelah cukup malam Farel pun pamit pulang.
"Tidur ya... anak manja" ucap Farel sambil mengacak-acak rambut Nasya.
"siap papa ..." ledek Nasya kepada Farel yang selalu memperlakukan Nasya seperti anaknyaπ
Nasya mengikuti Farel sampai depan lalu melambaikan tangannya ,"hati-hati ,pa..." ucap Nasya sambil tertawa.
"Iya nak ,papa hati hati... " balas Farel sambil tertawa juga.
Setelah sorotan lampu motor Farel tak terlihat lagi,Nasya menutup pintunya kembali .
ππ
__ADS_1