
Jakarta, 12 Juli 1997
Nasya ,Farel dan semua murid di SMPN 1 Jakarta kembali aktif sekolah.
Pada lembar pengumuman penempatan kelas yang pasang di dinding Mading itu memutuskan bahwa Nasya masih berada di kelas A begitupula dengan Farel,namun ia harus berpisah dengan kedua sahabatnya yaitu Ranti dan Melly, Nasya pun bersedih kemudian memeluk kedua sahabatnya itu,
"Aku bakal sering main ke kelas kalian ,kita masih bisa jalan jalan bareng guys" ucap Nasya memberi semangat agar tidak bersedih.
Setelah berpelukan ,mereka pun berpisah untuk menuju kelas mereka masing masing.
Saat diperjalanan menuju kelas ,Farel tiba riba muncul kemudian ber dehem dan mengatakan tentang mereka yang akhirnya sekelas lagi .
"Ga nyangka juga ya, kita berdua bisa sekelas lagi" ujar Nasya sambil tersenyum simpul.
Farel tersenyum lalu berkata "Mungkin kita jodoh kali" ujarnya dengan penuh percaya diri, Nasya hanya menyangkal dan kembali mengingatkan bahwa mereka adalah sahabat.
Sesampainya dikelas, entah karena mereka terlalu lama mengobrol saat menuju kelas atau memang semua murid antusias untuk buru buru masuk kelas, Kelas sudah sangat ramai .
tidak ada satupun tempat duduk yang tersisa, Farel dan Nasya sama-sama tercenggang melihatnya.
"Kita duduk dimana rel.." ujar Nasya sambil melongo
"Gatau juga" jawab Farel sambil terus menatap bangku yang begitu padatnya.
"Nasya... Farel... , itu nah ada bangku kosong didepan meja guru, kalian saja yang tempati yah, kami gak ada yang berani" Tegur Melin yang ternyata juga masih sekelas dengan Nasya dan Farel.
Nasya dan Farel pun berterima kasih kepada Melin kemudian mereka pun duduk berdua di bangku itu,karena posisi tempat duduk mereka adalah di pojokan, Nasya memilih duduk bersandar pada dinding sebelah kirinya,sedangkan Farel duduk mengunci Nasya di bangku tersebut.
__ADS_1
"Pas sekali posisinya ini,aku bisa mengawasimu kapan saja kau pergi" ucap Farel sambil tertawa.
Nasya hanya tertawa sambil mencubit lengan Farel . mereka pun saling mengobrol sampai guru mereka tiba di kelas.
Bu Vina ,selaku guru mata pelajaran matematika.
"Yang benar saja,baru masuk sekolah udah belajar matematika aja " ucap Nasya lirih .
"Biasa saja,kalau kamu kesusahan kan ada aku" ucap Farel menawarkan diri.
Nasya pun tersenyum kepada Farel ,Mereka pun akhirnya mengikuti pelajaran dikelas mereka dengan begitu serius dan tenangnya.
Sampailah pada jam istirahat sekolah, ketika Nasya akan keluar dari bangkunya bermaksud hendak mengajak Melly dan Ranti pergi ke kantin langganan mereka, Farel mencegahnya. "Aku sudah mengunci mu disini, kau tidak bisa lari dariku" ucap Farel sambil tertawa.
"Farel ... aku mau makan... aku lapar" jawab Nasya sambil mengerucutkan bibirnya.
"kita makan bareng aja yuk" Farel menawarkan bekal bawaannya kepada Nasya yang tak lain adalah masakan dari mamanya sendiri. Karena sampai detik ini pun Farel tidak tertarik dengan makanan dari luar baik kantin sekalipun ,ia selalu membawa bekal .
Farel pun membukanya ,dan isinya adalah Hotdog dan nugget daging , Farel juga membawa susu di botol besar bawaannya.
"ini terlalu banyak untuk aku makan sendiri, sekarang kita tidak sekelas dengan Bimo, jadi aku harus menghabiskannya berdua bersamamu,mau kan" ucap Farel dengan penuh harapan .
Yups, Farel biasanya membawa bekal banyak sengaja karena ingin berbagi dengan Bimo ,karena tidak sekelas lagi, Nasya lah sasarannya sekarang ,ditambah lagi mereka sekarang sudah sebangku.
"Tentu,aku juga tidak suka makanan yang mubazir" ucap Nasya kemudian mengambil sepotong hotdog dan nugget daging kemudian ia letakkan di wadah yang disiapkan untuknya, Mereka memakan sambil bersuka ria.
Gelas,tidak ada gelas ,mereka pun meminum susu di botol tersebut secara bergantian.
__ADS_1
"Lagian makanan yang kita bawa sendiri lebih sehat dan terjamin kebersihannya" ujar Farel sambil menggigit hotdog dengan giginya, " iya kau benar, " jawab Nasya setuju.
Kebetulan suasana kelas sedang sepi karena murid lain pergi ke kantin,sehingga suara tertawa mereka terdengar sangat melengking dari luar.
Fandy yang sekarang berada di kelas B ,berniat akan mendatangi Nasya hendak mengajaknya ke kantin pun akhirnya berhenti karena mendengar suara tertawa mereka ,kemudian Fandy mengintip sedikit, Benar. Mereka sedang asik makan berdua, saat hendak memergoki,ke 3 temannya yang tak lain adalah Kevin, Ricky dan Tama pun menghampirinya tanpa melihat isi kelas Nasya sekalipun , Akhirnya Fandy mengurungkan niatnya karena tidak ingin membuat kesalahan yang sama seperti dulu saat Nasya memutuskan nya.
Fandy pun menurut dan kemudian mengikuti ke tiga temannya itu.
Sesampainya Fandy dan kawan-kawannya dikantin yang di request oleh Kevin,ternyata isinya rata rata wanita.
Yups,Ada Felly juga disitu, Namun karena Fandy tidak perduli karena sudah sangat lapar , ia pun tetap fokus memesan makanan.
Mereka ber empat pun memesan makanan yang mereka inginkan.
Tiba-tiba ada perempuan asing mendekat kepada Fandy, ia memperkenalkan dirinya lalu mengajak Fandy berjabat tangan ,Fandy membalas berjabat tangan lalu memperkenalkan dirinya juga.
Cindy namanya, ia adalah adik kelas di kelas 8E. Berperawakan cantik,putih,mulus dan juga berisi.
ketiga teman Fandy iri dengan Fandy , mereka pun juga mengajak Cindy berkenalan.
Fandy melirik kearah Cindy, dan bergumam , "Anak ini cantik juga, putih bersih ,dan kulitnya sangat terawat,sangat persis dengan Nasya," gumam Fandy. namun perbedaan diantara Cindy dan Nasya adalah badan Cindy lebih berisi daripada Nasya yang kurus.
Tatapan Fandy akhirnya jatuh kepada 2 gunung kembar Cindy yang menonjol dan membulat itu, Ia menelan ludahnya. namun akhirnya mengalihkan pandangannya. ia berusaha tidak peduli, namun karena naluri lelakinya ,adik kecilnya pun bangun ,Fandy kesulitan menjepitnya ,ia berusaha tenang meski Cindy selalu mendekatkan dirinya kepada Fandy.
Tanpa sadar ternyata makanannya sudah datang ,ke tiga temannya asik makan ,sedangkan Fandy sedang sibuk mengendalikan diri.
"Ayo makan kak" ucap Cindy dengan suara manja.
__ADS_1
Fandy hanya mengangguk sambil menarik napas secara perlahan.
BERSAMBUNG...