
🌻🌻
Paginya saat Fandy mengecek pesannya bersama Nasya dan juga tidak ada balasan,Ia menjadi sangat geram. kemudian ia membanting handphonenya ke dinding. Sambil terus marah ,Fandy melempar guling nya juga ke dinding, ia sangat menderita karena kerinduannya.
Ia sempat bertekad akan mendatangi rumah Nasya ,tapi ia takut ayahnya Nasya memarahinya.
Ia merasa serba salah, sambil memijat-mijat kepalanya ,tak lama handphone nya berdering,rupanya handphonenya tidak rusak atau retak sedikitpun karena Fandy memasang hardcase di handphonenya.
"Siapa menelpon pagi-pagi begini" gumam Fandy sambil berjalan kearah telponnya yang berdering. setelah ia melihat nama yang muncul disitu "Felly" ia makin terkejut, sambil bergumam
"ngapain ini cewek nelpon pagi-pagi gini"
Fandy pun mengabaikannya ,malah menaruh HP nya di meja.
Kemudian Fandy membaringkan badannya lagi di kasurnya dengan tatapan kosong. Handphone nya tetap berdering,membuat Fandy tidak tega ,ia pun akhirnya mengangkat telpon.
"Halo!" ucap Fandy dingin.
"Eh... kau sudah bangun rupanya" ucap Felly dengan nada manja.
"Kenapa menelpon pacar orang pagi-pagi, " ucap Fandy dengan ketus.
"Eh maaf kalau aku ganggu ,Fan... aku tadi mau minta tolong sama kamu tadi.. tapi karena kamu marah ,tidak jadi ya aku tutup sa..." belum sempat Felly melanjutkan omongannya Fandy bertanya.
"mau minta tolong apa ? katakan saja ,kalau ada orang minta bantuan ke aku ,dengan sebisaku pasti ku bantu" ucap Fandy tidak tega.
Felly merasa senang ,ia pun tak ada hentinya tersenyum ,lalu melanjutkan " beneran gak apa apa ni?" tanya Felly lagi.
"Iya,ada apa?" tanya Fandy me lembut. Fandy yang garang sebenarnya punya hati yang lembut,ia selalu tidak tega dengan orang ,terlebih lagi jika ada yang meminta tolong padanya ,pasti ia bantu sebisanya.
"Aku minta tolong temani aku berobat hari ini,soalnya di rumah ku tidak ada orang,ayah ibu ku sibuk... teman-temanku juga sibuk semua. aku harus berobat hari ini karena aku sudah kehabisan obat" Ucap Felly beralasan.
Fandy menghembuskan napasnya perlahan ,berpikir sejenak,lalu merasa tidak tega akhirnya,
__ADS_1
"baiklah,jam berapa?" tanya Fandy.
"pagi ini.. jam 9 ya" jawab Felly dengan semangat.
"oke... kirimkan alamat rumahmu nanti aku jemput" jawab Fandy pelan.
"Baik,aku akan mengirim lokasi
ku di WA,makasih banyak Fan.. kamu baik banget..." ucap Felly dengan manja.
"iya.." jawab Fandy dengan singkat .
Kemudian Fandy menutup telepon,lalu ia pergi keluar untuk sarapan pagi. nanti setelah jam setengah 9 baru ia bersiap-siap kerumah Felly.
Sedangkan dirumahnya, Felly merasa sangat senang bahwa ia akhirnya bisa mendekati Fandy, "Akhir nya.... ada peluang aku untuk mendekati Fandy..." ia berteriak kegirangan.
"Pokoknya... aku harus membuat Fandy jatuh cinta padaku bahkan tidak bisa lepas dari ku" ucap Felly dengan semangat sambil tertawa.
Felly memiliki rencana merebut Fandy dari Nasya,karena Fandy anak orang kaya ,sedangkan keluarga Felly baru saja mengalami kebangkrutan ,maka ia memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa mendapat anak orang kaya untuk mengubah hidupnya lagi agar tidak melarat.
🌼Dirumah Nasya
Nasya ,Melly ,dan Ranti merencakan kalau pagi itu mereka berjalan-jalan . karena sudah lama juga ia tidak bertemu, mereka pun berencana untuk pergi ke Merpati Central Plaza untuk menonton bioskop,mereka akan berangkat mulai jam 9 pagi.
"oke teman-teman aku siap siap dulu" ucap Nasya lalu menutup teleponnya.
Setelah menutup telepon,ia baru sadar akan pesan Fandy yang ia belum buka sejak tadi malam,ia merasa tidak enak hati dengan Fandy,tapi mau tidak mau Nasya memang harus tetap membukanya.
Sambil membaca pesan demi pesan dari Fandy, ia menggigit jarinya pelan,
"Wah... Fandy marah padaku!" ucap Nasya khawatir.
Kemudian Nasya memberanikan diri untuk menelpon Fandy, namun tidak ada jawaban,karena disana Fandy sedang sarapan diruang makan ,kemudian menonton TV sebentar dengan mamanya sambil ia izin dengan mamanya kalau ingin menemani temannya (yang tidak disebut namanya oleh Fandy) untuk pergi berobat,mamanya Fandy mengiyakan saja niat baik putranya tersebut.
__ADS_1
"Wah sekarang giliran Fandy yang tidak bisa dihubungi" gumam Nasya.
karena waktu semakin berjalan,dan sebentar lagi Nasya pergi berjalan-jalan dengan kawannya ,Akhirnya Nasya membiarkan teleponnya di kamarnya ,kemudian Nasya sibuk membenahi pakaiannya dan sibuk menyiapkan apa saja yang akan dibawanya berjalan-jalan ,sekalian berekreasi.
Sudah jam 08.30 ,waktunya Fandy kembali ke kamar untuk bersiap-siap.
Sebelumnya ia mengecek handphonenya,ternyata Nasya membalas sampai menelponnya, melihat itu Fandy kembali tersenyum, kemudian menelpon Nasya.
Nasya yang sedang berkemas didalam kamar langsung mengangkat telfon ini ,lalu ia meminta maaf kepada Fandy kalau ia tidak bisa mengabarinya mulai kemarin,Fandy pun memaafkannya dengan lembut,
"Iya ga apa apa ,Sayang... aku paham kok" ucap Fandy
"Makasih ya ,Sayang" balas Nasya.
"Kamu ada agenda apa hari ini ,sayang?" tanya Fandy kepada Nasya yang sebenarnya ia bermaksud ingin mengajak jalan Nasya nanti malam .
"Aku mau jalan-jalan sayang sama Melly dan Ranti,hitung hitung juga berekreasi kecil ehehehe, " jawab Nasya sambil tertawa kecil . kamu mau kemana hari ini? ada tujuan juga sama teman-temanmu?" tanya Nasya sedikit serius.
Fandy berdiam sejenak ,kemudian berpikir ,tidak mungkin ia katakan kalau akan mengantar Felly berobat,ia takut Nasya salah paham, sebab ia tidak mau Nasya marah.
(note:padahal di setiap hubungan,kejujuran harus diutamakan)
Akhirnya Fandy terpaksa berbohong .
"Aku menemani Kevin berobat ,Sayang . ia sakit dan ia memintaku untuk menemaninya.
Alasan Fandy agar Nasya tidak marah padanya.
Baiklah ,aku percaya padamu" ucap Nasya sambil tersenyum.
Waktu semakin berjalan ,sudah dekat jam 9. Fandy pun pamit kepada Nasya untuk menutup telpon dan beralasan akan kerumah Kevin setelah itu.
Nasya juga sibuk bersiap-siap ,karena Ranti dan Melly akan datang kerumahnya tepat jam 9.00 WIB.
__ADS_1
🌼
note: Dalam suatu hubungan,kejujuran harus dijunjung tinggi,tidak masalah jika pasangan mu marah padamu karena kejujuran mu,karena itu lebih baik daripada pasanganmu marah padamu karena kebohongan yang sendirinya kau buat .