
Jakarta, 1 Mei 1998
🌻
Setelah berbulan-bulan belajar dengan giat ,memperoleh prestasi di kelas dan sukses bekerja sama menjadi teman sebangku, Sampailah akhirnya masa akhir SMP mereka.
Pagi ini akan di mulai UN SMP mereka selama 4 hari berturut-turut.
Nasya yang selalu mendapat support dan bimbingan belajar dari Farel itupun merasa aman saat menghadapi ujian di depan mata.
"Ingat... jangan lupa berdo'a" tegur Farel dengan seulas senyum di bibirnya.
"Siap... Bismillah..." ucap Nasya seraya memejamkan matanya untuk berdo'a.
Akhirnya mereka pun menjalani hari-hari akhir mereka untuk Ujian Nasional.
Saat hari terakhir ujian, Nasya merasa sangat lega karena akhirnya tidak ada lagi tekanan dikepalanya, ia pun mendesah panjang dengan lega.
"Hmmmz...... akhirnya selesai juga perjuangan kita di SMP" ucap Nasya kepada Farel, Melly dan juga Ranti.
"Iya.. by the way kalian berdua mau daftar kemana?" tanya Melly.
"Berdua?" ucap Nasya kaget.
"Kamu sama Farel, kan udah kaya perangko dan kertas yang gak bisa di pisahkan, hahaha" jawab Melly sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan saat tertawa.
"Aku ingin melanjutkan di SMK Airlangga. tapi kali ini aku dan Nasya akan berpisah kelas, karena aku ambil jurusan Arsitek, sedangkan Nasya mengambil teknologi" ucap Farel dengan tersenyum sambil merangkul pundak Nasya.
__ADS_1
Melly dan Ranti mengangguk pelan tanda mengerti, mereka berdua pun sepakat akan masuk sekolah itu juga dan mengambil jurusan yang sama dengan Nasya, supaya mereka akan tetap bersama-sama.
Setelah itu mereka pulang ke rumah mereka masing-masing, namun kali ini Nasya pulang dengan Farel dengan dibonceng motor pribadi Farel sendiri.
Sepanjang perjalanan pulang,mereka berdua saling tertawa dan tidak ada hentinya tertawa.
Sesampainya dirumah Nasya
"Rel mau mampir ga? kita temanin mama nonton TV pagi-pagi.
Karena ujian hari terakhir,jadi mereka pulang pagi dan tinggal menunggu pengumuman esok hari. Farel memandang Nasya dengan senyum di wajahnya.
"Boleh juga, aku parkirkan motorku dulu" ucap Farel lalu ia bergegas memarkirkan motornya di garasi yang tersedia dirumah Nasya.
Nasya membuka pintu dan mengucap salam, Farel ikut masuk dengan mengucap salam.
Mama Nara rupanya sedang membaca majalah di ruang tengah, begitu melihat kedatangan Nasya dengan Farel, mama menyapa mereka.
"eh Farel... tumben nak sudah pulang pagi-pagi" tegur mamanya Nasya dengan senyum menghiasi wajah awet mudanya.
Nasya dan Farel pun menjelaskan penyebabnya secara bersamaan, mama tertawa mendengar suara kompak mereka, akhirnya Nasya pamit masuk kamar sebentar hendak berganti pakaian sedangkan Farel menemani mamanya Nasya mengobrol diruang tengah.
Farel dan mamanya Nasya berbincang-bincang cukup lama selama Nasya didalam kamar, hingga akhirnya Farel menanyakan suatu hal kepada mamanya Nasya.
"Tante... apakah sebelumnya pernah ada lelaki yang main kerumah untuk bertemu Nasya?" Tanya Farel dengan cukup serius.
"Gak ada nak... baru Farel saja" ucap Mamanya dengan seulas senyum di bibir.
__ADS_1
Farel mengangguk tanda mengerti kemudian ia teringat,
"Jadi? Fandy tidak pernah main kesini?" gumamnya dalam hati.
Tidak lama Nasya keluar kamar dengan baju terusan lengan panjang dan panjang bawahnya selutut, dengan rambut di kuncir tinggi, dan handphone di tangannya.
"Kau lama sekali,nak ngapain aja" tegur mamanya dengan heran.
"Nasya sekalian mandi ma, tadi perut Nasya mules juga jadi sekalian pup deh, hihihi" ucap Nasya sambil tertawa.
Farel ikut tertawa mendengar alasan blak-blakan dari Nasya, kemudian Nasya duduk di tengah-tengah mamanya dan Farel. Nasya menduduki paha Farel namun dengan gerakan menjepit.
"aw.." teriak Farel merasa pahanya tergesek.
"eh sorry maaf, mau main PS ga? ada itu di ruang keluarga" ajak Nasya kepada Farel.
"boleh kan ma, PS nya kakak, adek mainin" tanya Nasya kepada mamanya.
"Boleh dong, sekalian deh mama mau instruksikan bibi untuk memasak makan siang" ucap Mamanya sambil pamit kepada Nasya dan Farel untuk ke dapur.
Tinggallah Nasya dan Farel berdua disitu, mereka saling memandang dengan jarak yang dekat, kemudian Nasya menyuruh Farel berganti pakaian yang ada di kamar tamu, Namun Farel menolak, ia hanya melepaskan jaket dan celana sekolahnya, Nasya menatapnya dengan terkejut melihat Farel yang ternyata pakai pakaian biasa didalamnya.
"Hei... emangnya gak panas pakai lapis-lapis" tanya Nasya dengan wajah bengong.
"Aku sudah terbiasa" ucap Farel simpul.
Kemudian segeralah Nasya mengajak Farel bermain PS di ruang yang di sediakan. mereka tertawa gembira dan tidak ada hentinya tertawa.
__ADS_1
Sambil mencicipi cemilan dan minuman yang Nasya siapkan, mereka berkata bahwa mereka me-Refresh otak mereka dengan bermain play station, mereka kembali tertawa dengan stik ditangan mereka.
BERSAMBUNG....