Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 36 "Menjaganya"


__ADS_3

Jakarta, 2 Juli 1998


Keesokan harinya, Nasya berangkat sekolah bersama Farel. pagi tadi Farel menjemput Nasya dirumah, ia khawatir jika ada lelaki jahat yang akan menyakiti Nasya lagi.


"Tenanglah, aku akan selalu ada bersama mu"


ucap Farel dalam hati seraya Nasya ada belakangnya duduk memeluk pinggangnya diatas motor.


Setibanya di sekolah,Farel membawa Nasya ke parkiran, ia tidak mau meninggalkan Nasya atau membiarkan Nasya pergi sendirian.


Memasuki halaman sekolah pun Farel menggandeng Nasya dengan eratnya, sampai-sampai murid di sekolah itu memperhatikan mereka dan mengira mereka berpacaran.


"Nak, ini sekolahan. ga boleh pegangan tangan gitu" tegur salah satu guru yang menegur mereka berdua.


Farel hanya tersenyum lalu mengatakan


"Ibunya menitipkan Nasya kepada saya, Bu. terlebih lagi kemarin Nasya sehabis mengalami tragedi yang sangat tidak di enakan untuk hatinya" ucap Farel dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


Guru yang satunya lagi membenarkan perkataan Farel dan menunjuk Nasya sebagai korban Rizal kemarin. lalu mereka pun maklum dan membiarkan Farel tetap menggandeng tangan Nasya.


Nasya berubah menjadi pendiam sehabis itu. ternyata sosok Nasya yang ceria bisa berubah menjadi diam seribu bahasa saat sedang trauma.


Farel terus menuntun Nasya tanpa merasa malu sedikit pun, ia mengantarkan Nasya ke kelasnya, ternyata di depan pintu sudah ada Melly dan Ranti.


Pemandangan itu di saksikan oleh Fandy, ia juga mendaftar dan bersekolah di SMK Airlangga dan mengambil jurusan Arkeologi.


Fandy memandang mereka dengan tidak senang, terlebih menyaksikan kedekatan Nasya dan Farel yang begitu dekatnya.


Ia merencanakan sesuatu dari tatapan wajahnya.


Farel harus kembali ke kelas nya, dia di kelas X Arsitektur 1.


"Tidak apa-apa, aku akan menemanimu disini sampai bel berbunyi, baru aku kembali ke kelas. jarak kelas kita juga tidak jauh, Sya."


Ucap Farel sambil mengelus rambut Nasya yang coklat itu.

__ADS_1


Nasya tersenyum kepada Farel dengan manisnya, Farel pun membalas senyuman Nasya tidak kalah manis juga.


Melly dan Ranti memperhatikan kemesraan mereka berdua sambil cekikikan, sampai-sampai Farel menoleh kepada mereka,begitu juga dengan Nasya.


"Jadi, sekarang mau nya sama Farel aja nih... kita berdua engga...." ucap Melly dengan sewot namun dengan tawa di wajahnya.


"Hu uh" sahut Ranti menyetujui argumen Melly.


Langsung saja Nasya membenarkan, Nasya beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Melly dan Ranti kemudian merangkul mereka berdua.


Nasya menyayangi kedua sahabatnya itu bagaikan saudaranya sendiri, Farel ikut bahagia menyaksikannya. dan tak lama bel pun berbunyi, Farel berpamitan kepada Nasya dengan senyum di wajahnya kemudian meninggalkan kelas Nasya dengan perlahan. Nasya melambaikan tangannya bagai tak rela dengan kepergian Farel, padahal ia hanya kembali ke kelasnya bukan untuk pergi selamanya.


Pelajaran dimulai, Nasya,Melly dan Ranti yang sebangku bertiga itupun menyimak pelajaran yang di berikan guru dengan seksama.


Pelajaran yang di bawakan oleh bu Farida selaku guru mata pelajaran jurusan Tekhnologi itupun mereka perhatikan dengan serius, mereka bertiga bercita-cita akan mengembangkan tekhnologi di industri hiburan, entah menjadi ahli tekhnologi, model ataupun artis sekalipun.


7 jam kemudian, berakhirlah hari kedua mereka bersekolah di tingkat SMK. Farel menjemput Nasya di kelasnya kemudian menuntun Nasya menuju parkiran bersamanya. Lagi lagi, Farel memperlakukan Nasya bagaikan tuan Putri, terkadang ia merangkul,menggandeng, maupun menggendong Nasya dengan manjanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2