Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 9 "Rasa Bersalah"


__ADS_3

 


🌻 Farel kembali ke kelas dengan keadaan emosi disertai letih. Nasya mengejar Farel sampai dikelas,saat sampai di bangku Nasya menegur Farel.


"Rel......, pipi lu memar,sini aku obatin..." Nasya menawarkan diri.


"gausah!" jawab Farel dingin.


"Fandy itu emang keterlaluan" Jawab Nasya dengan marah.


"Aku yang keterlaluan, udah tau kamu punya pacar aku masih aja berteman sama kamu" Jawab Farel dengan datar.


"Gak!, kamu ga salah. dia sudah janji bakal tau batasan, tapi nyatanya dia begini, baru 2 bulan kami berhubungan dia sudah berani begitu,aku takut rel." jawab Nasya.


"Kamu urusi saja dia,aku gamau ikut campur lagi." jawab Farel ketus.


"Aku sudah putusin dia kok, dia ga bisa jaga omongan nya" jawab Nasya datar.


Mendengar itu Farel hanya melongo, "kalau begitu kamu jauhin aku saja" jawab Farel dengan ketus.


"Loh kenapa?" jawab Nasya kaget.


"Sudah jelas jelas karena adanya aku hubungan kalian hancur" jawab Farel dengan mata sedikit berkaca kaca.


"engga rel engga,kamu ga salah." jawab Nasya pelan .


Farel tidak peduli dan tidak menjawab pernyataan Nasya malah ia meninggalkan Nasya sendirian di kelas.


di Merpati Central Plaza


di Mall,mama Nara yang sedang berjalan jalan dengan asisten nya itu bertemu dengan mama Juli (ibu nya Farel) disebuah tempat pakaian.


"Oh hai juli!" seru Mamanya Nasya kepada mamanya Farel.

__ADS_1


"Hai,, " lalu mereka cupika cupiki ala emak emak ketemu temen arisan .😅


"belanja mbak?" tanya bu Nara dengan semangat.


"Iyanih,beli kebutuhan Farel . setelah pindah kesini aku belum ada belanjakan bajunya lagi, Farel selalu nolak.. kebetulan dia sedang sekolah jadi aku belikan untuk kejutan ,hihi" jawab Bu Juli sambil tersenyum .


"Wah, sederhana nya Farel ya mba..." seru Mama Nara.


"Iya mba dari kecil dia selalu nolak aku manjakan,padahal dia anak bungsu ku, aku ga punya anak cewek atau ga bisa punya anak lagi mba,karena kemarin ikut program KB. " jawab Bu Juli .


"Oh begitu ya mba, Sama seperti Nasya dong dia selalu gamau aku manjakan, selalu bertingkah tomboy, tapi aku kaget loh tadi pagi dia dandan mba,hihi" jawab bu Nara sambil tertawa .


"Wah kalau Nasya udah dasarnya cantik mba, kayak mamanya" ucap bu Juli .


"Ah mba ini bisa aja" sela bu Nara sambil tersenyum.


"Mba,nanti makan malam ke rumah yuk.... aku mau masak besar malam ini,ajak Anak sulung dan anak bungsumu ya (yang di maksud adalah Verrel dan Nasya) ajak mama Juli kepada mama Nara.


"Wah boleh boleh,nanti aku kasih tau mas Will dan kedua anak anak ku,pasti mereka senang dapat undangan darimu Jul, kemudian mama Nara tersenyum.


"Iya, semoga aja .semoga mereka bisa bersahabat baik" jawab mama Nara penuh harap.


"yeeee bukan sahabat lagi,teman hidup aja " jawab bu Juli sambil senyum semangat.


"Wah aamiinnn ,tapi mereka yang jalanin ,Jul."


ucap bu Nara,


tapi kalau sudah takdir Allah kan gaada yang tau. jawab bu Juli.


Kemudian mereka berbincang bincang sampai akar akar tidak tau apa lagi yang dibahas haha.


dikelas,

__ADS_1


Nasya mengikuti pelajaran dengan fokus,sedangkan Farel mengikuti pelajaran dengan setengah melamun . sambil memegang pipinya yang memar,ia takut mamanya menanyakan ini padanya.


"apa yang aku katakan kalau mama bertanya" pikir Farel dalam hati .


"Anak anak buat kelompok 4 orang ya, tidak usah jauh jauh cukup dengan teman sebangku dan teman yang duduk didepan kalian saja,silahkan berdiskusi sekarang!" seru bu Tari selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.


Nasya pun sekelompok dengan Farel,Ricko dan Tina teman sebangkunya.


saat Mata Nasya dan mata Farel saling beradu pandang, Nasya yang menatap Farel sambil memperhatikan pipi Farel.


"Wah,pipimu rel.... bagaimana kalau Mamamu tanya nanti" seru Nasya sambil menatapnya penuh perhatian.


Farel hanya diam saja tidak membalas pertanyaan Nasya malah dia mengalihkan pandangan nya. Seketika itu juga Nasya terdiam.


"Ayoo guys,kita mulai diskusinya, jadi kita harus...." Ucap ricko dengan serius memimpin diskusi.


Farel ,Nasya ,dan Tina mendengarkan dengan baik. namun pandangan Nasya berada pada Farel karena khawatir dengan keadaannya. sedangkan Farel yang memang terkesan cuek itu semakin acuh tak acuh karena kejadian yang telah dialaminya tadi .


🌼Di rumah Farel


sedangkan dirumah bu Juli,beliau sedang mempersiapkan persiapan untuk acara makan malam nya bersama keluarga Will nanti malam.


Bu Juli memberi instruksi kepada para pembantunya memasak Ayam Bakar Madu, Steak Sapi, Ayam Crispy ,dan Seblak. semua itu adalah makanan kesukaan Farel, yang tidak mungkin kalau orang lain tidak suka dengan semua makanan itu.


sementara bu Juli sibuk membuat Kue dan juga Es serut untuk di hidangkan juga nanti malam.


"Bu Tuti awas jangan lupa dibalik Ayam nya jangan sampai kegosongan, malam ini kita kedatangan tamu sekaligus sahabat dari Tuan ya. " perintah dan ucap dari bu Juli.


"Siap, nyonya. " jawab semua pembantunya dengan semangat.


 


🌻🌻🌻

__ADS_1


 


__ADS_2