Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 37 "Gangguan"


__ADS_3

4 hari telah berlalu, kini tiba hari minggu dimana hari libur sedunia.


Nasya sejauh ini sangat aman berkat Farel, Farel selalu menemani dan menemani Nasya kemanapun Nasya pergi, bahkan saat istirahat sekolah pun Farel mampir ke kelas Nasya untuk makan berempat bersama Nasya, Melly dan Ranti.


Di kamarnya, Nasya bingung harus berbuat apa. ia guling sana sini di kasur empuknya berharap menemukan jawaban atas kebingungannya, namun tiada jawaban.


ia mengecek sosmed, tidak ada yang ramai.


ia kembali termenung, kali ini dia bangkit dan duduk. subuh setelah sholat subuh tadi Nasya sudah mandi.


"Oh. aku akan mendalami ilmu make up ku"


ucap Nasya sembari menghadap cermin.


kemudian dengan semangatnya ia mengumpulkan semua peralatan beserta skincare yang ia punya di kotak make up nya. Nasya merasa bahagia sambil bersenandung, menyanyikan sebuah lantunan lagu sembarang yang ia tau.


Nasya sudah tau step by step cara pemakaian make up, jadi ia tinggal mengaplikasikannya ke wajah.


15 menit setelah bermain-main dengan make up nya, kini ia memandang cermin dan memperhatikan setiap sudut wajahnya adakah yang belepotan atau tidak, 3 menit mengoreksi dan memperbaiki,kini ia telah selesai.


Nasya mencari ponsel dan bermaksud akan berfoto selfie. namun ia mengurungkan niat untuk berfoto di dalam kamarnya,selain ia ingin menghirup udara segar, ia ingin menyinkronasikan baju dan suasana, Nasya pun pergi ke halaman belakang mengendap-endap. takut kalau ada Verrel tiba-tiba memergokinya berdandan seperti dulu.


Kini Nasya telah sampai di halaman belakangnya, ia segera mengeluarkan handphone nya kemudian membuka fitur kamera, dan..

__ADS_1


(Cekrek.... cekrek...)



Nasya berfoto selfie dengan make up simple yang ia gunakan tadi, ia memandangi fotonya dan bergumam "cantik, ternyata aku sudah bisa di katakan wanita sepenuhnya" ucapnya sambil tersenyum riang.


Setelah itu, Nasya mencari tempat untuk duduk, ia memilih untuk naik ke rumah pohon buatan ayahnya sendiri waktu Nasya kecil.


Ia teringat bahwa dulu, Nasya pernah merengek kepada papanya untuk membuatkannya rumah pohon, tidak mau di wakilkan, harus papanya sendiri. papa yang sangat sayang kepada Nasya tidak bisa menolak, dan jadilah rumah pohon itu sampai detik ini masih terbangun kokoh di halaman belakang rumah Nasya yang cukup luas.


Nasya bahagia sekali ada di dalamnya, ia sambil membuka ponsel kemudian memainkan sosial media.


Saat ia sedang seru-serunya bermain Facebook, tiba-tiba ada panggilan dari nomor tidak di kenal yang menelpon nya.


Akhirnya Nasya pun memberanikan diri untuk mengangkat telepon itu.


"Halo... Assalamualaikum..." jawab Nasya saat menerima panggilan.


Namun, tidak ada jawaban, telepon itu tersambung dan menyala tetapi tidak ada satupun suara yang menjawab.


"Halo... siapa ya?" tanya Nasya lagi. namun tetap tidak ada jawaban di telepon itu, entah mengapa.


Akhirnya Nasya ikut terdiam berharap tiba-tiba orang itu membuka suara.

__ADS_1


namun 10 menit berlalu tidak ada suara satupun.


"Kalau tidak bicara aku matikan ya?" ucap Nasya pada telepon itu.


Akhirnya Nasya menutup telepon.


Nasya menaruh handphonenya di sebelahnya, belum ada satu menit ia meletakkan handphonenya, ternyata panggilan dari nomor yang sama itu terulang kembali.


Nasya kembali mengangkat, namun tetap sama telepon itu tidak mengeluarkan suara.


hal itu terjadi berulang-ulang sampai Nasya menjadi takut.


Kini ia turun dari rumah pohonnya, ia berlari hendak kembali ke kamar.


Saat tiba di kamar, Nasya gelisah. akhirnya ia menyalakan handphonenya lagi, dan ada 15 panggilan tak terjawab dari nomor itu lagi. karena takut, namun Nasya tau kepada siapa dia mengadu, akhirnya ia mengadu kepada Farel.


ia membuka WA dan chatting Farel yang satu jam lalu aktif.


sebelumnya Nasya sudah screenshot bukti panggilan tersebut.


"Rel... aku rasa aku di teror, telepon ini berulang kali menelpon ku tapi tidak ada jawaban suaranya saat aku tanya"


ucap Nasya pada chat tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2