
Jakarta, 8 Juli 1998
Pagi hari di sekolah, Farel telah standby di depan kelas Fandy. ia bermaksud bertanya kepada Fandy apa maksudnya ia meneror Nasya hingga membuatnya takut.
Dengan menggunakan jaket berwarna hitam yang lengannya ia gulung dan celana abu-abu SMK nya, membuat Farel nampak gagah. Hingga ada seorang perempuan yang menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
"Hai" sapa perempuan itu.
Farel tidak menjawab, ia hanya tersenyum sempit kemudian memalingkan wajahnya lagi menghadap depan.
Perempuan itu termasuk cantik, tubuhnya tampak langsing dan ramping dan berkulit kuning langsat seperti Farel, namun Farel nampak biasa saja melihat perempuan itu, malah terlihat cuek dan acuh.
"Apakah kamu murid baru disini?" tanya perempuan itu.
Farel hanya menoleh ke arah perempuan itu lalu bertanya
"Apakah kamu murid didalam kelas ini, jika ya apakah Fandy sudah datang?" tanya Farel dengan nada serius.
"Sepertinya belum, kemari akan aku tunjukan tempat duduknya" ucap perempuan itu menawarkan.
"Tidak usah, aku menunggunya disini saja, kau masuk lah. terimakasih infonya" ucap Farel sebelum kembali memalingkan wajahnya menghadap depan.
Perempuan itu bukannya masuk ke dalam kelas seperti yang di perintahkan Farel ia malah tersenyum sambil menyodorkan tangannya mengajak berkenalan.
"Hai, Rel. Perkenalkan namaku Lina. senang bertemu denganmu di sekolah ini." ucap Lina dengan semangat.
Farel tidak membalas tangan Lina, ia hanya mulai bertanya dengan kedua tangannya tetap ia lipatkan di atas perutnya.
"Dari mana kau tau namaku?" tanya Farel tidak mengira.
"Tentu saja aku mengenalmu, kau adalah juara UN tingkat SMP se Indonesia. bagaimana bisa aku tidak mengenalnya." ucap Lina dengan semangat sambil meletakkan rambutnya di samping telinganya. "apakah kau mengenalku?" tanya nya lagi.
"Tidak." jawab Farel dengan cuek.
Lina nampak kesal dengan kejutekkan Farel, namun ia berusaha sabar. dan tetap menemani Farel disitu padahal Farel telah menyuruhnya masuk.
Tak lama Fandy datang dan melihat Farel yang sedang berduaan dengan Lina di depan kelas. Saat itu Farel tengah tertunduk menghadap bawah. tiba-tiba Fandy membuyarkan lamunannya.
"Hm.. gini ya kelakuanmu di belakang Nasya" ucap Fandy dengan songngong.
__ADS_1
Farel terkejut dan kemudian segera membalas,
"Jaga bicaramu, mengenalnya pun tidak ada" ucap Farel menyangkal tuduhan Fandy.
Lina yang mendengarnya menjadi kecewa kemudian masuk kedalam kelas dengan raut wajah marah.
Farel tetap tidak peduli dengan sikap Lina.
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu!" ucap Farel dengan serius.
Fandy tidak membalas omongan Farel, ia hanya menatap Farel dengan tajam.
Karena Fandy datangnya sangat lama, akhirnya bel masukkan berbunyi, sehingga tidak sempat bagi Farel menanyakan hal itu kepada Fandy. akhirnya Farel pun berjanjian dengan Fandy akan bertemu di kantin sewaktu istirahat nanti, Fandy mengiyakan kemudian ia memasuki kelasnya tanpa berpamitan dengan Farel. Farel segera bergerak menjauhi kelas Fandy dan menuju kelasnya sendiri.
Dikelas Nasya.
Saat mendengar bel telah berbunyi dan semua murid telah siap didalam kelas, Nasya merasa bingung mengapa hari ini Farel tidak mengunjungi kelasnya, padahal biasanya Farel selalu datang pagi untuk menunggunya di kelas, sampai akhirnya kembali ke kelasnya saat bel berbunyi.
Namun kali ini berbeda, Nasya pun akhirnya melamun sendiri di antara Melly dan Ranti.
Guru BK masuk ke kelas untuk menerangkan pelajaran seputaran bimbingan konseling, Nasya tertegun akan pelajaran ini karena saat SMP tidak ada pelajarannya hanya ada gurunya saja.
"Sya, kenapa kamu? aku perhatikan dari pagi tadi nampak gelisah.
Melly yang dari sebelah sana mendengar bisikan Ranti juga kemudian ikut memandang Nasya yang tampak kebingungan.
"Aku mencemaskan Farel, kok hari ini dia gaada menghampiri aku ya? apakah dia sakit?" ucapnya dengan nada cemas.
"Hmmm... Farel rupanya yang membuatmu begini haha . tenang saja mungkin dia sedang sibuk." ucap Melly.
"ya, Melly benar." saut Ranti menenangkan.
Kemudian, guru BK nya menegur Melly, Ranti dan Nasya agar tidak mengobrol di dalam kelas.
Mereka bertiga pun menurut dan akhirnya terdiam. sebelum benar-benar terdiam, Nasya sempat mengajak Melly dan Ranti untuk menghampiri Farel di kelasnya nanti, mereka berdua pun setuju.
2 jam kemudian jam istirahat telah tiba.
Farel segera keluar dari kelas kemudian menjemput Fandy ke kelasnya, saat tiba di kelas Fandy, lagi-lagi dia di hampiri oleh perempuan dan mengajaknya berkenalan, Farel tetap tidak peduli, sampai Fandy muncul keluar kemudian mereka segera menuju kantin.
__ADS_1
Sesampainya di kantin, karena lapar Fandy memesan makanan dan minuman, sedangkan Farel tidak. Farel terus menatap kedua mata Fandy dengan pasti. Fandy yang merasa di tatap seperti itu menjadi heran dan segera membuka pembicaraan.
"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Fandy sambil menyeruput minumannya.
Farel memandangnya dengan pasti, berusaha tenang agar tidak emosi, ia pun menyelipkan senyum diwajahnya lalu berkata.
"Aku ingin menanyakan suatu hal yang harus kau jawab dengan jujur" ucap Farel dengan serius namun kali ini wajahnya sedikit lebih tenang.
"Baiklah, aku akan menjawab jujur." ucapnya sambil melahap makanan yang sudah datang.
Farel menatapnya kemudian menanyakan tentang maksud Fandy meneror Nasya itu apa. mendengar Farel melontarkan pertanyaan seperti itu, Fandy terkejut hingga berhenti mengunyah makanan, dengan tidak jujur ia pun mengelak dan berkata hal yang tidak sebenarnya.
Mendengar jawaban Fandy, Farel hanya tersenyum sempit kemudian menjelaskan bahwa ia telah menyelidiki nomor Fandy kemarin.
"Kau sangat membuat Nasya ketakutan, dan aku tidak suka itu" ucap Farel dengan serius.
Dan mau tak mau Fandy akhirnya mengakui dan malah mengatai Farel tentang apa urusannya setelah itu.
"Tentu saja ini urusanku, karena aku..." ucap Farel kemudian terpotong karena ia ingat satu hal bahwa ia tidak ingin mengatakan sekarang, ia pun terdiam.
"Kamu apa? kamu hanyalah sahabatnya, seorang sahabat tidak seharusnya berlebihan seperti ini!" ucap Fandy dengan nada meninggi.
Farel terdiam sejenak, kemudian ia berkata dan meminta kepada Fandy untuk menjauhi Nasya mulai sekarang. Namun Fandy malah menolak dengan ketus dan mengatai Farel bahwa ia tidak ada hak untuk melarangnya. tiba-tiba emosi Farel memuncak ia pun mengatakan.
"Karena aku akan menikahinya nanti,jadi kau yang hanya masalalu nya tidak usah ikut campur dengan urusan kami, biarkan kami bahagia." ucap Farel dengan nada meninggi. "Dan kalau kau ingin berontak maka pikirkanlah kebodohanmu kemarin sehingga kau putus dengannya. itu saja dariku, jika kau tidak bisa menepati janjimu sewaktu kita duel silat, aku akan memberikan mu pelajaran lain yang dapat membuatmu kewalahan! . Camkan itu!!!" ucap Farel dengan emosi kemudian pergi meninggalkan Fandy tanpa berpamitan.
Fandy melamun kemudian menatap ke arah depan dengan sangat tidak senang. ia pun menjatuhkan keras sendok dan garpu yang semula ia pegang dan bergerak keluar menjauhi kantin. orang-orang yang ada disitu melirik ke arah Fandy yang pergi. Fandy pun sampai lupa membayar dan di teriaki ibu kantin.
Nasya, Melly dan Ranti kebingungan saat mendapati Farel tidak ada di kelas, Nasya tidak menyangka Farel bisa menghilang juga, akhirnya saat mereka menuju kantin sekolah ia berpapasan dengan Farel yang sedari itu sedang ingin menuju kelas Nasya.
Melihat Farel dengan wajah emosi, Nasya bertanya-tanya dan kemudian menatapnya dengan serius.
"Dari mana kamu? aku mencarimu di kelas namun kamu tidak ada?" ucap Nasya dengan wajah kesal.
Melihat Nasya membuat Mood Farel kembali 100% . ia kemudian mendekati Nasya yang sedang mengomel dan kemudian memegang kedua tangan Nasya kemudian memeluk Nasya dengan hangat, Melly dan Ranti menyaksikan mereka berpelukan sambil berdehem.
Farel dan Nasya lekas sadar,ia pun sama-sama tersenyum. Akhirnya mereka ber 4 sama-sama pergi ke kantin untuk makan,kebetulan Farel tidak membawa bekal karena tadi pagi buru-buru ke sekolah. Namun Nasya mengajaknya di kantin yang sangat terjamin kualitas dan cita rasanya.
BERSAMBUNG ya...
__ADS_1
~Maaf banget author ga bisa crazy up, soalnya keterbatasan waktu, tempat dan aktivitas. semoga para pembaca semua bisa memahami, kalau lupa bisa di ulangi bab sebelumnya ,paling hanya memerlukan waktu 5-7 menit saja. stay tune terus yaa sampai ceritanya tamat~😊