Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 27 "PENYESALAN"


__ADS_3

Smpn 1 Jakarta, 13 Juli 1997


🌻Esok hari di taman sekolah


Setelah Nasya berjanjian dengan Melly melalui chatting WhattsApp semalam,Nasya pun menunggu Melly sendirian saat jam istirahat, kebetulan taman sekolah saat itu sedang sepi ,tak berapa lama Melly datang dengan membawa ponselnya .


"lama kah nunggu nya?" tanya Melly kepada Nasya.


"Gak juga kok. cepat ,apa yang mau kau tunjukan" tanya Nasya antusias.


"Tapi kau harus berjanji jangan menangis,ingat ini disekolah loh" pesan Melly.


Nasya pun hanya menggangguk tanda setuju,Nasya sudah mengerti situasi apa yang akan terjadi meski ia belum tau apa yang dimaksud oleh Melly, langsung saja setelah itu Melly langsung mencari video rekaman Fandy tadi malam, lalu memutarnya.


Nasya memperhatikannya dengan serius, sampailah di adegan Fandy yang tercenggang dengan sosok gadis yang hanya memakai pakaian dalam di sebuah kos yang sepi menurutnya,seketika wajah Nasya berubah, menjadi pucat pasi, pipinya jadi berwarna merah dan matanya berkaca-kaca.


"Ga mungkin, ini ga mungkin ,loe bohong kan ,Mel" ujar Nasya tidak percaya dengan Melly.


"Ya Ampun ,Sya . gue serius,loe tau kan rumah eyang gue di perumahan gitu, sekalinya di sampingnya itu rumah cewek itu.


Nasya hanya terdiam, ia bertekad akan mendatangi Fandy di kelasnya, ia pun mengajak Melly.


Mereka pun berjalan menyusuri taman, dan menuju kelas Fandy.


Sampailah mereka di pintu kelas ,langsung saja Nasya membuka pintu itu dengan emosi tanpa salam atau permisi.


Di kelas itu ternyata kosong tentu saja karena murid-murid semua pergi ke kantin untuk makan, saat berbalik badan ada seorang siswa di kelas tersebut, ia menyapa Nasya ,


"Kau tau tidak Fandy di mana? " tanya Nasya pada gadis yang bernama Wina itu.


"Dia tidak masuk masuk sekolah hari ini ,Sya" jawab Wina dengan tatapan takut karena kala itu Nasya dan Melly sedang emosi.


"Dia kenapa?" tanya Melly sedikit membentak.


"Aku tidak tau, aku masuk dulu ya" ucap Wina dengan tatapan takut.


Nasya memangil Wina kemudian ia mengucapkan terimakasih, lalu Wina menganguk sambil tersenyum, ia tau kalau Nasya adalah salah satu siswi yang baik hati dan tidak gampang marah ,hanya saja mungkin sedang ada masalahnya dengan Fandy, ia juga tau kalau Fandy berpacaran dengan Nasya.


Nasya dan Melly pun meninggalkan kelas itu dengan wajah bertanya-tanya.


"Sabar ,Sya. kemungkinan Fandy lagi dirumah ,atau jangan-jangan masih di rumah si cewek itu lagi...?" ucap Melly dengan kaget .


"Emmm gatau deh. udah lah kita ke kantin saja,aku lapar...." ajak Nasya kepada Melly dan berusaha melupakan masalahnya dengan Fandy.


Baru berjalan sekitar 5 langkah Melly dan Nasya meninggalkan kelas Fandy, tiba-tiba Kevin mencegat Nasya lalu bertanya tentang keberadaan Fandy.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, makanya aku kesini mencarinya" jawab Nasya dengan muka jutek .


"oh aku tidak tau, kenapa ,Sya? biasanya kamu selalu tersenyum ,kenapa jutek amat dah" tanya Kevin karena melihat perubahan di raut wajah Nasya.


Nasya dan Melly pun akhirnya menjelaskan dan juga Melly pun memperlihatkan rekaman tersebut di handphone Melly. Melihat isi video sampai rekaman akhir,Kevin terkejut lalu menjelaskan kalau itu adalah Cindy, adik kelas anak kelas 8E yang sekitar 2 hari lalu berkenalan dengan Fandy di kantin.


Nasya menjadi tambah kaget dan wajahnya semakin memerah,faktor kulit wajahnya yang terlalu putih sehingga seakan aliran darah di wajahnya terlihat saat itu.


"Kurang ajar ya ,Fandy! bisa bisanya dia kenalan sama cewek lain disaat masih punya cewek." ucap Melly tidak terima.


"kau tau kan dimana rumahnya si adik kelas itu" tanya Nasya dengan serius kepada Melly.


"Tau.. sepulang sekolah kita pergokin mereka" ujar Melly.


"Boleh kah aku ikut, hmmm tidak hanya aku saja tapi Ricky dan Tama juga, kami ingin ikut serta dari kejadian ini, dan gue mewakili Ricky dan Tama juga minta maaf kalau kemarin ga melarang Fandy kenalan sama cewek itu,bukan gue bela Fandy,tapi itu adik kelas keterlaluan banget ngedeketin Fandy." ujar Kevin menjelaskan yang sebenarnya.


"Mana bisa gitu dong, cewek ga mungkin berhasil meluncurkan aksinya kalau si cowok ga nanggepin" ucap Melly sedikit membentak.


Kevin hanya terdiam ,Nasya pun begitu . akhirnya Nasya tetap mengajak Melly ke kantin, dan berjanjian dengan Kevin bahwa sepulang sekolah nanti mereka langsung berangkat ke TKP.

__ADS_1


***


Sementara itu ,Fandy dikos-kosan Cindy baru terbangun dari tidurnya, ia kaget saat mendapati Cindy ada di sebelahnya . Ia melirik jam dinding dikamar itu, sudah menunjukkan jam 12 siang, kemudian ia bergumam,


"Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan semalam, mengapa ? mengapa bisa aku tidur dengan gadis ini? " gumam Fandy menyesali perbuatannya.


Fandy merasa emosi lalu ia membangunkan Cindy kemudian berkata,


"kau benar-benar keterlaluan, kau sudah membohongiku,kau bilang ada hal yang membahayakan dirimu, tetapi ternyata kau yang membahayakan aku, bagaimana kalau pacarku tau aku telah berbuat seperti ini denganmu, dasar wanita tidak tau diri!!! " ucap Fandy dengan emosi lalu beranjak dari tempat itu .


Cindy pun tersentak dari tidurnya kemudian menangis karena perkataan Fandy.


Fandy tidak peduli,ia segera berkemas lalu hendak segera pergi dari tempat itu,tetapi ternyata kunci motornya tidak ada ,ia menelusuri seisi rumah itu ,melihat ke lantai namun tidak menjumpai kunci motornya.


Fandy menatap Cindy yang sedang menangis, dan menanyakan kunci motor kepada Cindy karena ia mengira bahwa Cindy yang sengaja menyembunyikannya agar Fandy tidak pergi meninggalkannya malam itu.


"Dimana kunci motorku!" tanya Fandy dengan marah .


Cindy tidak menjawab malah tambah menangis sambil membenahi selimut yang ia pakai.


"Cepat katakan dimana!" Fandy memelototkan matanya lalu menatap wajah Cindy yang sedang menangis.


Bukannya ia memberitahu,ia malah tambah menangis tersedu-sedu dengan manja.


Fandy semakin geram ,ia ingin membuat Cindy jera dengan cara menimbunnya menggunakan Bantal sampai Cindy mau mengaku kepada Fandy.


lagi lagi bukannya menjawab,Cindy malah menendang bantal itu dan menatap Fandy dengan marah.


"Kau tega sekali kak,kau tidak seharusnya memperlakukanku begini!" ucap Cindy sambil menangis.


"Aku tidak peduli, kalau kau tidak memberikan kunci itu aku akan umumkan kelakuanmu kepada pihak sekolah."


Mendengar gertakan itu Cindy menjawab: "kau yakin kak, bukan hanya aku saja yang akan malu,tapi kau juga ,karena kita melakukannya berdua. "


Fandy tersentak,ia menyadari bahwa kata-kata Cindy ada benarnya.


ia merasa serba salah .


Akhirnya Cindy dan Fandy membuat perjanjian untuk tidak akan membocorkan apa yang telah mereka perbuat namun dengan satu syarat Fandy harus membelikan apa yang Cindy inginkan yaitu skincare dan berbagai kebutuhannya dirumah, karena Fandy sudah kehabisan ide ditambah ia sudah sangat lelah berpikir ,ia pun mengiyakan permintaan Cindy. akhirnya tidak jadilah Fandy pulang saat itu.


Ada sekitar 30 menit Fandy belanja apa yang Cindy inginkan dengan berjalan kaki karena belum menemukan kunci motornya, Fandy juga membeli makanan untuk mereka berdua, mereka pun makan bersama dikamar itu karena Cindy memintanya.


Keadaan Cindy disitu masih mengenakan pakaiannya yang biasa ia pakai tidur.


***


Disekolah, sudah jam 13.00 waktunya pulang sekolah.


Nasya, Melly, Kevin, Ricky dan Tama berangkat ke kos-kosan kediaman Cindy.


mereka berangkat bersama-sama menaiki mobil Kevin yang di kemudikan oleh Kevin sendiri kala itu karena kebetulan sopirnya mau ia suruh menunggunya di warung kopi.


"Sya, pokoknya apapun yang terjadi loe ga boleh nangis ya" ucap Melly menenangkan Nasya.


"Aman ... gak apa apa kok" ucap Nasya kepada Melly dengan tersenyum.


Kevin,Ricky dan Tama pun ikut menyemangati Nasya, Nasya pun hanya bisa mengucapkan terima kasih.


Akhirnya sampailah mereka di TKP.


Kevin sengaja memparkirkan mobilnya jauh dari kosan itu, dan sebelumnya Nasya dan Melly sudah meminta kunci cadangan kosan Cindy kepada pemilik asli kosan tersebut. Akhirnya mereka pun masuk kedalam rumah itu dengan hati-hati tanpa bersuara sedikitpun.


Sepi tidak ada orang, yang mereka lihat hanya ruangan yang berantakan ditambah lagi Ricky menemukan kunci motor Fandy di pinggiran sofa,dan Fandy mungkin lupa kalau sebenarnya kuncinya terjatuh di sofa tadi malam.


"bro.. ini kunci motor Fan..." ucap Ricky sambil berteriak tapi kemudian di cegah oleh Tama agar tidak ketahuan aksi mereka .

__ADS_1


"Sepertinya mereka didalam kamar deh" ucap Kevin sambil memperhatikan kamar yang tertutup. Nasya ,Melly ,Ricky dan Tama pun ikut menatap pintu tersebut kemudian memutuskan untuk membukanya.


"Ga dikunci!" seru Kevin lirih.


"Ayoo kita pergokin mereka "


Ricky yang sudah geram pun membuka pintu duluan, dan apa yang terjadi, Terlihat Fandy sedang berduaan dengan Cindy dengan posisi Cindy yang masih mengenakan pakaian tidur serta keadaan kamar, bantal , guling dan juga selimut yang berantakan kemana-mana seperti sehabis perang saja.


Fandy terkaget, ditambah lagi ia melihat adanya Nasya dengan ekspresi Nasya yang tidak percaya melihat kedekatan Fandy yang sedang makan berduaan dengan Cindy di dalam kamar, Yups, Hanya berdua.


Meskipun kamarnya tidak mereka kunci.


"Ka...kaa liaaan" ucap Fandy terbata-bata.


"Kurang ajar loe,Fan... " ucap Ricky sambil melempar kunci motornya.


"Fan... gue ga habis fikir loe tega selingkuhin Nasya" ucap Tama dan juga Kevin.


Melly melemparkan bantal kearah Fandy dan Cindy, dan tepat mengenai perut Cindy.


"Kelakuan kalian keterlaluan! eh kalian bisa bisanya ya berduaan dikamar sepi lagi cuma ada kalian disini... Ehh Fan... kurang sempurna apa sahabat gue, mau maunya loe sama adik kelas kecentilan ini." ucap Melly seraya berjalan ke arah mereka .


"Sya... loe" belum sempat Melly meneruskan ternyata Nasya sudah ada disamping Melly yang saat itu sedang menatap Fandy dan Cindy.


"Sya.. akuu.... aku... ga maksud.." ucap Fandy terbata-bata ,sedangkan Cindy sedang menangis kesakitan karena perutnya terkena bantal yang di lemparkan Melly dengan lumayan kasar.


"kamu ga usah nangis ya! air mata buaya! udah jadi pelakor gak perlu sok kalem lagi!" bentak Melly ke arah Cindy.


Cindy hanya terdiam sambil mengerucutkan bibirnya.


Nasya menatap Fandy dengan mata berkaca-kaca, kemudian berkata :


"Aku salah menilai kamu,aku kira aku bisa beri kepercayaan buat mu Fan, selama 2 tahun ini aku salah Menilai mu Fan aku Salah!"


ucap Nasya dengan emosi sambil menitikkan air matanya.


Fandy terharu ,kemudian meminta maaf kepada Nasya, tetapi tiba-tiba Cindy menyelanya,


"Kak! kamu harus tanggung jawab dengan semua yang kita lakukan." ujar Cindy dengan keras sambil menatap Fandy dengan menangis.


Nasya mengarahkan matanya menatap Cindy dengan tajam kemudian mengatakan


"Ambil saja dia untuk kamu adik centil ! terima kasih sudah menunjukan Fandy yang sebenarnya." ucap Nasya sambil memincingkan matanya.


"Fan.. kita RESMI PUTUS!, Lupain gue, dan gue bakal lupain loe, terima kasih buat semuanya." Bentak Nasya kemudian berlari meninggalkan tempat itu.


"Makan tu selingkuh!" gertak Melly kemudian berjalan cepat meninggalkan tempat itu juga.


Tersisa lah ke 3 temannya itu, mereka juga meninggalkan Fandy dan berkata


"ga nyangka gue bro, loe yang selama ini polos ternyata perlakuannya melebihi batas kami"


Mereka pergi dan membanting pintu depan dengan keras.


Mereka pun berjalan ke arah mobil kemudian kembali masuk ke dalam mobil lalu berjalan pulang.


Di perjalanan Nasya hanya terdiam dengan dada terisak,Melly, Kevin ,Ricky dan Tama hanya bisa menyemangati sambil menjelaskan kepolosan Fandy yang sebenarnya. Duh ga nyangka banget dah!.


Disana Fandy pun hanya bisa menyesali perbuatannya.


"Ahhhh! Sial! gue kehilangan Nasya! gue kehilangan semuanya! Argghhhh!" Teriak Fandy sambil berdiri dari tempat itu.


"Sya... gue menyesal , gue menyesal!" ucap Fandy lagi sembari merapikan barang barangnya. setelah selesai ,Fandy mengambil kunci motornya yang di lemparkan Ricky tadi , ia pun pergi pulang tanpa pamit dengan Cindy.


Saat Fandy menyalakan motornya Cindy berteriak-teriak hendak mencegah Fandy pergi,namun ia tersadar kalau ia masih rembes dan berpenampilan acak acakan yang membuatnya tidak percaya diri, ia pun hanya bisa duduk meringkuk dan menangis tersedu sedu karena kepulangan Fandy .

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2