Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 17 " PERASAAN FAREL"


__ADS_3

Mencintai adalah kata sifat,setia adalah kewajiban,haruskah sesakit ini menunggu.


Di pagi hari, Farel termenung di kamarnya, ia merasa ada rasa yang tidak wajar didalam hatinya.ia merasakan sakit, Saat Fandy meng-upload foto Nasya di story WhattsApp . kebetulan Farel berteman dan menyimpan kontak Fandy.


"kenapa aku ini?" ucap Farel dalam hati. sambil terus menerus menahan rasa dalam hatinya yang mengebu-gebu,ia tak tau ini apa. baru pertama kalinya Farel merasa seperti ini,merasa kacau . sebelumnya ia merasa kacau kalau nilai sekolahnya kurang memuaskan,namun rasanya kali ini berbeda,benar-benar sakit .


Farel menenangkan dirinya, ia ingin memutar musik dari handphonenya,kemudian ia memasang headset di telinganya. mendengarkan lagu,malah membuatnya tambah kacau,hatinya makin remuk ,perasaannya menjadi tidak karuan ,tanpa sadar air matanya menetes, ia kemudian berhenti mendengarkan lagu . ia pun memejamkan matanya lagi,tiba tiba bayangan wajah Nasya muncul,ia pun membuka matanya, ia merasa aneh,kemudian menutup matanya lagi,bayangan itu muncul lagi, kemudian ia mulai merasa tidak nyaman.


ia naik keatas kasurnya lalu membaringkan tubuhnya itu,hati kecilnya berbisik "kamu merindukan Nasya ,Farel." ia kaget juga . ia sadar sudah lama sekali ia tidak bertemu Nasya.


Farel pun menyimpulkan,bahwa Farel sedang merindukan Nasya.


"oh ternyata cuma rindu" ucap Farel dalam hati sambil memegang dadanya yang masih terasa sesak . "tapi...kenapa rasanya sakit .. biasanya kalau aku merindukan mama,aku tidak pernah merasa sesakit ini" tutur Farel lagi.


Ia pun hanya tersenyum,lalu melihat jam yang ada ditangannya, ia pun bergumam "apakah Nasya sudah bangun" kemudian Farel membuka ponsel nya dengan maksud ingin menanyakan kabar kepada Nasya, tapi dia tersadar kalau Nasya milik Fandy, ia tidak ingin membuat kesalahan yang sama dengan dulu saat kelas 7. akhirnya ia pun mengurungkan niatnya.


Ia merasa dirinya aneh pagi itu. ia melihat ke jendela,melihat lapangan Basket dirumahnya menarik perhatiannya untuk bermain Basket.


"Aku main basket saja lah" ucap Farel lalu pergi keluar menuju lapangan Basketnya.


🌼


Di rumah Nasya


Nasya dan Deby sibuk memasak berdua di dapur,mumpung hari minggu,semua keluarganya lengkap di rumah. Mereka hendak membuat cemilan jamur crispy.


"Deb... kira kira kapan kamu kembali ke rumah? aku takut mama mu mencari" ucap Nasya.


"Tenang aku sudah ijin kok, jadi mama engga mengkhawatirkan ku, kemungkinan nanti mama yang jemput aku di rumah mu ,Sya" Ucap Deby sambil tersenyum .


"Kau jangan kembali saja,disini saja jadi teman tidur ku,hehehe" ucap Nasya sambil tertawa .

__ADS_1


"Itu tidak mungkin,mau tidak mau aku pasti kembali lah,Sya" ucap Deby .


"oke baiklah" ucap Nasya dengan pasrah.


Mereka pun melanjutkan masak nya. Nasya sibuk menggoreng jamur , Deby sibuk mengaduk adonan jamurnya.


"Habis ini kita buat kue yuk, " ajak Nasya lagi.


"kue apa,Sya" tanya Deby.


"Brownis cokelat stroberi tabur keju" ucap Nasya sambil mengedipkan mata.


"Wow aku baru mendengarnya, biasa adanya brownis coklat atau keju atau brownis coklat keju saja ," balas Deby .


"Ini resep dari chef Nasya" jawab Nasya sambil mengeratkan celemek nya.


Deby hanya tertawa sambil tetap melanjutkan pekerjaannya. tak lama, Mamanya Nasya datang ke dapur dan berbicara kepada Deby.


"Benarkah tante? ,baiklah" ucap Deby menurut.


"Ah ... mama... kenapa ditelpon mama nya Deby,padahal Nasya mau Deby di sini aja😭 " ucap Nasya dengan nada sedih.


"Bukan mama yang telpon ,nak... Mama nya Deby yang telpon ,katanya Mamanya Deby rindu dengan Deby, kan Deby semenjak dari Italia langsung kesini ,nak..." ucap Mamanya Nasya .


Nasya hanya cemberut sambil meletakkan hasil gorengan nya di tempat yang telah ia sediakan.


Melihat Nasya cemberut,Mamanya hanya tertawa dan bergerak meninggalkan dapur sambil berkata "masak saja apa yang mau kalian masak sebagai perpisahan" ucap Mamanya yang bergerak menjauhi dapur.


"Tidak apa apa,Sya." nanti lain waktu aku nginap disini lagi deh," ucap Deby kemudian memeluk Nasya.


"Uh... sahabatku tercinta, kapan kapan aku deh yang nginap dirumah mu,boleh kan." tanya Nasya.

__ADS_1


"Tentu saja boleh,kita kan sudah seperti keluarga" ucap Deby lagi.


kemudian mereka kembali berpelukan, setelah puas berpelukan, Mereka melanjutkan aktivitas masak mereka,kali ini mereka akan membuat brownis yang mereka mau tadi dengan penuh suka cita.


Kembali kerumah Farel,


Dentingan demi dentingan bola basket yang dipantulkan oleh Farel terdengar berat dan kasar. Farel memasukan bola dengan penuh emosi. Setelah itu ,Farel melempar bola nya tak tentu arah.


Ia pun terduduk di kursi yang ada di lapangan itu. kemudian bergumam "aku kenapa?" sambil terus menenangkan hatinya ,ia berniat ingin memakan cemilan. kemudian ia menelpon telepon rumah yang tersambung pada dapur rumah nya ,dan asisten rumah tangganya akhirnya mengangkat telepon nya.


"Ada apa den,ada yang bisa saya lakukan untuk aden" tanya Pembantunya dengan sopan.


"Bawakan saya cemilan kesukaan saya dan minuman kesukaan saya ke lapangan basket sekarang" ucap Farel dengan nada datar .


",baik den, saya segera kesana" ucap pembantunya.


Setelah menutup teleponnya,Farel menghembuskan napasnya dengan kasar. tak lama pembantunya datang membawa apa yang ia perintahkan tadi.


"terimakasih bi," ucap Farel dengan santun


"Sama-sama Den, ada lagi den yang mau bibi bawakan" tanya pembantunya itu.


"tidak ada ,cukup sudah. " ucap Farel sambil mengibaskan tangannya sebagai tanda cukup dan menyuruh bibi itu pergi.


Farel pun memakan cemilan nya dengan perlahan,meminum dengan perlahan sambil melamun. lamunan nya tetap sama ,tertuju pada Nasya.


kemudian ia merasa menjadi sangat gila saat itu, "kenapa aku kenapa, " ucap Farel sambil memegang kepalanya. kemudian ia memijit batang hidungnya dengan ibu jari dan jari telunjuk, timbul rencana dalam hati Farel. karena ia merasa rindu dengan Nasya,ia berencana akan datang kerumah Nasya nanti malam. Farel tersenyum kemudian melanjutkan makan nya.


 


💚💚💚

__ADS_1


 


__ADS_2