Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 25 "Terhasut"


__ADS_3

Di sekolah,pukul 13.00


Pulang sekolah telah tiba, Nasya pulang dengan jemputan sopir pribadinya, Farel pulang dengan motor X-King nya ,kemudian Fandy pulang dengan motor trial nya.


Saat diparkiran, suasana parkiran hampir sepi karena kala itu Fandy sehabis melaksanakan piket kelas, tiba tiba dari arah belakang parkiran tampak Cindy memanggil Fandy. Ia berteriak minta tolong kepada Fandy, awalnya Fandy cuek ,ia malu dengan apa yang ia rasa saat duduk di kantin tadi,


Tetapi karena lagi-lagi tidak tega dengan wanita, Fandy pun mendatangi Cindy dengan menaiki motornya .


Setelah turun dari motor ,Fandy bertanya kepada Cindy apa yang terjadi.


Cindy pun menjelaskan kalau ia baru saja terpeleset dan terjatuh dari tangga , Fandy tidak percaya ,ia tidak mau di tipu seperti halnya Felly menipunya.


Akhirnya Fandy meninggalkannya ,namun akhirnya Cindy berusaha meyakinkan Fandy,ia menunjukan luka lebam di kakinya itu , Fandy bertanya


"Apakah tidak ada orang lain yang bisa kau panggil , keluargamu?" tanya Fandy.


Namun,bukannya Cindy membalas pertanyaan Fandy, ia malah menangis, kemudian bercerita kalau ia tidak lagi memiliki orang tua ,ia tinggal sendirian di kos-kosan rumah nya setelah di usir dari rumah oleh kakak kandungnya sendiri.


Fandy merasa tidak tega,ia pasrah ,lalu mengulurkan tangannya kepada Cindy,Cindy menyeka air matanya kemudian menyambut uluran tangan Fandy.

__ADS_1


Fandy membantu Cindy naik ke atas motornya itu, terbilang tinggi sih, gimana gak tinggi, kan motor trial .


Yah, posisi duduk Cindy sangat condong ,seluruh lekuk tubuh Cindy terasa di punggung Fandy padahal ia menggunakan sweater. Fandy hanya cuek ,ia hanya berpikir kalau ia melakukan hal yang benar karena membantu orang yang kesulitan.


Di perjalanan, Cindy menempel sekali ke tubuh Fandy , tentu saja kedua gunung kembarnya yang menyembul itu sangat terasa di punggung Fandy, Cindy pun mulai memegang pinggang Fandy perlahan, kemudian memeluknya , Oh sangat tidak mudah bagi Fandy untuk menghentikannya ,ia tidak ingin Cindy menangis lagi,tidak lucu kalau Cindy menangis di jalanan karena nya.


Ia pun membiarkan Cindy melakukan aksinya,


lama kelamaan,sentuhannya menjadi tidak biasa, Cindy mendengus, semakin menempel ,dan mulai menjalankan jari-jarinya pada area bawah pusat Fandy, seketika saja Fandy langsung menegur


"Kau sedang apa? kau tidak boleh macam-macam, kalau tidak kau ku turunkan di jalanan!, dan jangan menangis ,itu sia sia" bentak Fandy kepada Cindy.


ia menyadari bahwa Cindy akan menggoda imannya ,namun karena ia masih teringat dengan Nasya, maka perlakuan Cindy tidak ia gubris,meskipun sebenarnya ,Fandy sangat menikmati sentuhan tubuh Cindy ,karena sebelumnya ia tidak melakukannya dengan siapapun.


Kemudian Fandy menanyakan apakah kos-kosan Cindy masih jauh, Cindy membalas sebentar lagi sampai.


5 menit kemudian, Mereka sampai di kos kosan Fandy.


Sesampainya di kos-kosan Cindy, Fandy diajak mampir sejenak , Namun Fandy menolaknya ,ia paham bahwa Cindy akan menggodanya lagi, akhirnya Fandy pamit pulang ,Cindy mengucapkan terima kasih lalu Fandy pergi meninggalkan area itu.

__ADS_1


"Lihat saja ,sebentar lagi kau akan jadi milikku" ucap Cindy dengan senyum nakalnya.


15 menit perjalanan ,


Sampailah Fandy di rumahnya. ia menaruh motornya , menyimpan helm di lobby , lalu berjalan kearah rumah dan memasuki rumahnya,saat membuka pintu rumah dan melewati ruang tamu,ternyata Mamanya duduk di sofa ruang tamu lalu menegur Fandy "Dari mana nak, kok tumben telat " tanya Mamanya kepada Fandy.


"Habis antar temen mah, udah dulu yah ma Fandy capek" akhirnya Fandy memasuki kamarnya kemudian menguncinya.


Sampai kamar, Fandy menyalakan AC kamarnya lalu membuka sweter nya. Rasa aneh di punggungnya masih terasa sampai sekarang, bahkan saat ia membuka pakaiannya , ia merasa sangat sedang merasakan ,tak terasa ternyata sesuatu yang berada diantara perutnya itu menyembul keluar saat Fandy berganti pakaian, ia menarik napas sambil menenggelamkan tubuhnya di kasur.


Ia merasa deg-degan ,rasa itu menguasai tubuhnya.


"Sial! gadis itu menaikan naluri lelakiku" ucap nya tidak terima .


Ia bernapas tidak teratur ,ia akhirnya ingat dengan video yang di kirim di grup chat ke 3 temannya .


Yah, akhirnya Fandy menontonnya juga, merasa aneh melihatnya ,Fandy merasa tidak karuan, ia terus menerus merasakan sentuhan di punggungnya itu padahal sudah lewat 1 jam sedari tadi,akhirnya karena sudah tidak tahan, Fandy pun ke kamar mandi.


....

__ADS_1


BERSAMBUNG...


HAI JANGAN LUPA DUKUNGAN KALIAN BERUPA VOTE, LIKE DAN VIEW YA TEMAN TEMAN,KARENA ITU ADALAH MOODBOSTER AUTHOR UNTUK TERUS MELANJUTKAN CERITA ,MAKASIH😉


__ADS_2