
SMK Airlangga, 1 Juli 1998
Hari yang baru, suasana yang baru, semangat yang baru,dan cerita yang baru.
Nasya,Melly,dan Ranti sekelas lagi di sekolah lanjutan mereka, Nasya kali ini berpenampilan lebih feminim daripada sebelumnya, memakai bando berwarna hitam polkadot dengan rambut coklatnya dan bersikap lebih dewasa dari biasanya, kali ini ia tampak jauh terlihat seperti gadis bukan tomboy lagi.
Melly dan Ranti semakin feminim lagi dari biasanya.
Mereka bertiga menyusuri jalan menuju kantin sekolah dengan anggunnya, semua mata tertuju kepada mereka. mereka mendadak jadi bintang sekolah, saat mereka berjalan banyak lelaki terpana melihat mereka.
tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menstop kan jalan Nasya, Melly dan Ranti. laki-laki itu berdiri menghadap Nasya, dan kemudian terpana dengan kecantikan Nasya. tentu saja Nasya menjadi heran, ia pun menyenyumi lelaki itu kemudian bergerak meninggalkannya di ikutin oleh Ranti dan Melly.
Namun lelaki itu mencegahnya, malah menarik tangan Nasya dan kali ini Nasya dihadapkan olehnya, Nasya terkaget bercampur takut, lelaki itu sangat agresif,kelihatannya sih kakak kelas.
Yup, Akhirnya lelaki itu memperkenalkan diri, Rizal namanya. anak kelas 11 Arsitektur 4.
Nasya pun di paksa nya memperkenalkan diri dengan kedua tangan di pegang oleh lelaki itu, Nasya hanya tersenyum sempit sambil menoleh ke arah Melly dan Ranti hendak meminta tolong.
Nasya berusaha melepaskan genggaman kakak kelasnya itu,namun sangat susah. lelaki itu sangat agresif karena telah di hipnotis oleh kecantikan Nasya. ia meminta nomor ponsel Nasya, Nasya tidak mau memberikan namun akhirnya dipaksa, ia pun memberikan nomor ponselnya. lelaki itu kemudian memeluk Nasya dengan erat, Nasya kesulitan bernapas, langsung sigap Melly menelfon Farel untuk menolong Nasya karena semenjak Farel pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Nasya terhadap Fandy, mereka akhirnya percaya seterusnya dengan Farel.
"Ayo cepetan kasih tau Farel, Mel! kasian Nasya" ucap Ranti dengan cemasnya.
Melly mengangguk dengan ponsel di tangannya yang ia tempelkan di pipinya.
Ia langsung memberitahu Farel dengan apa yang terjadi, dan ternyata Farel juga sedang mencari Nasya dimana ia berada,setelah mengetahui keberadaannya. Farel langsung bilang OTW.
Ranti dan Melly berusaha membantu Nasya untuk menyuruh lelaki itu melepas Nasya, namun lelaki itu tidak mau, Nasya sangat ketakutan. tubuhnya kini berdekatan dengan laki-laki kurang ajar yang sengaja menjebaknya dalam situasi menegangkan.
Karena disitu situasinya lumayan sepi karena mereka melewati taman sekolah, jadi tidak ada pertolongan atau apapun itu.
__ADS_1
"Eh, lepasin sahabat ku." ucap Melly dan Ranti.
lelaki itu hanya menatap kearah Melly dan Ranti dengan wajah bergairah, ia menatap Melly dan Ranti dari atas sampai bawah, tentu saja membuat Melly dan Ranti menjadi takut, mereka pun berpaling dari tatapan itu. setelah melihat mereka berpaling, Lelaki itu kembali menatap Nasya dengan gairahnya. Nasya berulang kali ingin melepaskan tangan namun ia kalah dengan tenaga lelaki itu, Nasya mulai menangis dan merintih sakit ditangannya, bukannya kasihan lelaki itu malah mendekatkan wajahnya ke wajah Nasya,seperti gerakan hendak mencium, sontak saja Nasya berteriak.
Dan akhirnya, ada seseorang yang menendang punggung Rizal dari belakang.
"Farel! Akhirnya kamu datang juga" ucap Melly sambil berlari ke arah Farel . Ranti ikut membuntuti Melly.
"Rel... kasihan Nasya. nampaknya lelaki itu akan melecehkan Nasya karena tatapannya mengerikan."
Farel menatapnya emosi, Nasya yang tidak sengaja terpental juga dengan tendangan Farel itu jatuh menangis, Nasya didekap oleh laki-laki itu,ternyata pertahanan laki-laki itu lumayan kuat, kini tubuh Nasya tertindih lelaki itu, lelaki itu semakin leluasa nya saja, namun Farel tidak tinggal diam, ia langsung sigap menarik tubuh lelaki itu kemudian menghantamnya dengan kuat, berkali-kali ia memukul ke arah perut lelaki itu, dan terjadilah keributan pagi itu, Nasya menangis di pelukan Melly dan Ranti, Sedangkan Farel tidak henti-hentinya memukul tubuh lelaki itu kemudian membantingnya keras di tanah.
Tak lama pak satpam datang dan membawa mereka Farel dan Rizal ke ruang BK.
Nasya,Melly dan Ranti pun mengikuti mereka.
Guru BK menatap Farel dan Rizal dengan tatapan kejam.
"Kalian disekolah berkelahi-kelahi. mau jadi apa!"
Farel tertunduk, sedangkan Rizal menahan sakit di tubuhnya sambil berontak.
"Dia pak. adik kelas belagu. masa saya di pukuli tiba-tiba!" ucap nya tidak tau diri.
Mendengar itu tentu saja membuat Farel menoleh dengan geramnya, Farel membantingkan benda didepannya sambil ingin berkata, namun di cegah oleh guru BK. malah mengatakan tindakan Farel diluar batas,ia mengancam akan memindahkan Farel di sekolah lain.
Sedangkan diluar, Nasya sedang mengintip di jendela tentang persidangan mereka, mendengar keputusan guru BK nya itu membuatnya tidak terima, akhirnya Nasya memaksakan diri untuk masuk, Melly dan Ranti berusaha mencegah tetapi Nasya terlanjur masuk.
"Pak... saya korbannya" ucap Nasya dengan beraninya saat memasuki ruangan itu.
__ADS_1
Guru BK nya itu menoleh kearah Nasya dengan tatapan heran,lebih herannya lagi wajah Nasya tampak menangis.
Nasya pun menjelaskan kejadian asli itu sambil menangis, ia menyebut Farel adalah sahabatnya yang sudah membelanya dari tindakan pelecehan yang dilakukan oleh Rizal. ia terus menangis sambil bergerak ke arah Farel yang sedang memperhatikannya.
"Jadi, kalau bapak ingin memindahkan Farel, pindahkan saya juga!" ucap Nasya sambil menangis dan kemudian memeluk tubuh Farel.
Farel memandangi Nasya dengan iba sampai-sampai ikut menangis, guru BK dibuat bingung melihatnya.
Tak lama,dari luar terjadi keributan, rupanya para gadis masuk ke ruang BK dengan agresif.
Rizal terkaget, ada 7 siswi yang datang dan menunjuknya kemudian berkata,
"Pak... dia adalah pelaku pelecehan saya!" ucap 1 siswi kemudian diikuti siswi lain.
Nasya dan Farel yang tengah berpelukan layaknya kakak adik itupun ikut terkejut.
Akhirnya, Guru BK itu tau siapa yang salah sebenarnya. akhirnya Pak Ivan membuat surat keputusan di keluarkannya Rizal dari sekolah dengan tuduhan pelecehan siswi dan ia memberikan surat peringatan kepada Rizal.
Rizal pergi meninggalkan sekolah dengan wajah babak belur dan semua siswa di sekolah itu melemparinya dengan kertas.
Pak Ivan kemudian meminta maaf kepada Farel, Farel memaklumi. Namun Nasya tidak ada hentinya menangis, Farel tetap mendekap tubuh Nasya dengan lembut, karena Nasya tidak berhenti menangis, tidak lama Nasya pingsan.
makin semakin rumitlah kejadian di pagi hari itu.
Hari pertama mereka sekolah membawa peristiwa mendalam bagi Nasya.
BERSAMBUNG ya....
~maaf yaa author jarang update sekarang,karena selama bulan suci ramadhan Author sibuk di dunia nyata , sehingga tidak sempat crazy update seperti biasanya, semoga pembaca sekalian tetap setia menunggu update-an selanjutnya~
__ADS_1