
Jakarta, 17 Juli 1997
🌻
Keesokan paginya saat di kelas, rupanya Farel telah berangkat terlebih dahulu , ia menunggu Nasya di meja mereka, ada sekitar 10 menit Nasya baru tiba di kelasnya, Nasya meminta maaf kepada Farel karena telah membuatnya menunggu, Farel pun memaklumi,namun ada sesuatu yang membuat Farel gagal fokus, kelopak mata Nasya membengkak dan matanya menjadi sembab seperti sehabis menangis.
"Cerita sekarang ,apa yang terjadi padamu?" tanya Farel dengan sangat serius, ia sangat mencemaskan keadaan Nasya.
"Baiklah... tapi aku bingung memulainya darimana,yang jelas ini semua tentang hubunganku dengan Fandy, Aku resmi putus dengannya sekarang,aku gak mau sama dia lagi, aku ga mau!"
ujar Nasya sambil sedikit berteriak sehingga teman sekelasnya memergokinya dan menanyakan apa yang terjadi dengan dia ,namun Nasya hanya terdiam dan menjawabnya dengan senyuman.
"Kenapa? kenapa bisa ? ceritakan sekarang!" Tanya Fandy dengan tegas sambil membulatkan matanya lebar-lebar sebagai tanda serius .
Nasya akhirnya menceritakan semua kejadian kemarin yang berawal dari video tersebut, ia juga bercerita tentang apa yang secara nyata ia lihat,Nasya bercerita dengan mata berkaca-kaca, saat air matanya hendak menetes, Farel segera menyekanya kemudian memeluk Nasya agar ia tenang.
Nasya menangis dalam pelukan sosok sahabatnya itu, ia bergumam akan ke sia sia-an hubungannya dengan Fandy. namun Farel tidak tinggal diam, Farel menghibur Nasya kemudian berkata:
"Sabar, InshaAllah akan diganti dengan yang lebih baik" ucap Farel sambil mengelus rambut Nasya kemudian tersenyum padanya.
Nasya tersenyum juga lalu ia mengelap air matanya dengan tissue miliknya.
Tak berapa lama bel masukan berbunyi,pelajaran segera dimulai, Farel memberikan semangat kepada Nasya.
__ADS_1
Diam-diam Farel menyimpan dendam kepada Fandy, ia mengepalkan tangannya lalu merencanakan sesuatu di otaknya saat jam istirahat nanti.
***
Di kelas Fandy
Fandy melamun sambil memikirkan Nasya dan menyesali apa yang telah ia perbuat ,namun sampai detik ini tidak ada yang mengetahui lagi selain orang-orang kemarin mengenai penyebab Fandy tidak turun sekolah kemarin, Dengan Mamanya pun ia beralasan menginap dirumah Kevin dan bangun kesiangan sehingga tidak masuk sekolah.
"Aku tidak menyangka! aku tidak menyangka!"
Teriak Fandy sendirian , tentu saja seisi kelas melihat kearahnya setelah itu, Bu Hellen selaku wali kelas Fandy yang sedang mengajar mata pelajaran IPA bertanya apa yang terjadi, namun Fandy beralasan kalau dia mengantuk, teman temannya yang mendengar alasan Fandy pun hanya bisa tertawa. Fandy tidak sadar juga kalau yang dia katakan salah.
5 menit kemudian bel istirahat berbunyi.
Kelas pun sepi seperti biasanya ,hanya ada Fandy yang sedang melamun saat itu, tiba-tiba ada seseorang yang menendang pintu kelas Fandy yang sedikit tertutup itu, Rupanya Farel masuk ke kelas Fandy dengan wajah emosi. Fandy melihat kedatangan Farel yang emosi pun akhirnya terkaget, mereka bertatap-tatapan cukup lama ,lalu Farel mendekati Fandy dan berkata dengan kasar,
"Berani-beraninya kamu sakitin hati Nasya ,berani-beraninya kamu...apa yang ada di otakmu hah!"
bentak Farel dengan emosi.
Fandy menatap Farel sambil memincing kan matanya kemudian menjawab,
"Apa urusan mu, tidak perlu ikut campur!" ucap Fandy dengan santai tanpa memikirkan kesalahannya sekalipun.
__ADS_1
"Kamu takut? ,aku pikir pecundang sepertimu tidak takut dengan gertakan" ucap Fandy dengan tegas.
Farel pun meminta pertanggung jawaban akan salah Fandy terhadap Nasya, namun Fandy menolak malah ia mengatakan bahwa semua salah paham, ia menolak berurusan dengan Farel, ia pun bergegas keluar dari kelas itu,
Namun Farel menghalanginya dengan mencengkram lengan Fandy dengan keras.
Fandy melepaskan cengkraman Farel dengan keras kemudian menarik kerak baju Farel sambil berkata :
"Apa maumu?" ucap Fandy menantang.
"Aku mau kita taruhan silat nanti malam. aku ingin memberikan pelajaran kepadamu!.
Jika kau yang menang kau akan aku bantu untuk balikan dengan Nasya, tapi jika aku yang menang, Kau harus menjauhi Nasya selamanya."
Ucap Farel dengan tegas lalu melepaskan cengkraman tangan Fandy di kerah bajunya.
"Oke ,Deal! aku tunggu nanti malam" jawab Fandy dengan tegas.
"Datanglah di Gedung Silat Mall Citra Niaga jam 8 malam!" ucap Farel kepada Fandy ,kemudian Farel meninggalkan tempat itu karena hendak mendatangi Nasya di kelas yang tadinya janjian dengan Farel akan memakan bekal makanan bersama-sama.
"Lihat saja,aku yang akan memenangkan pertandingan nanti malam"
ucap Fandy dengan angkuh sambil tertawa jahat.
__ADS_1
BERSAMBUNG....