Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 34 "Lulus"


__ADS_3

Jakarta, 8 Mei 1998


🌻🌻🌻


Di pagi yang cerah, tampak embun pagi masih melekat di dedaunan, terdengar kicauan burung pipit berbunyi, sekolah masih sepi.


Farel sudah tiba di sekolah di keadaan sekolah yang sepi.


Berkali-kali ia melihat jam tangannya sambil memikirkan kelulusannya, ia melirik kesana kemari melihat dari mana arah Nasya tiba, tiba-tiba saat Farel hendak beranjak dari tempat yang di duduki dan hendak ke depan sekolah untuk mengecek Nasya, ada suara perempuan memanggilnya, Farel menoleh sambil mengenali suara siapa yang memanggilnya dari kejauhan, namun ia tidak mengenalinya wajah perempuan itu.


"Hai..." sapa perempuan itu.


Farel memandangi perempuan itu dengan heran, karena melihat wajah Farel yang heran, perempuan itu memperkenalkan diri.


"Hai... aku Keysha, dari kelas 9F" ucapnya sambil mengulurkan tangannya mengajak Farel bersalaman.


Farel pun membalas uluran tangan Keysha dan memperkenalkan dirinya juga.


Keysha mengajak Farel berbincang-bincang di bawah pohon sekolah, Namun Farel menolak ajakan Keysha dan beralasan bahwa ia sedang menunggu Nasya.


"Nasya mantan wakil ketua OSIS itu ya, yang sekelas sama kamu kan?" tanya Keysha dengan nada sebal. "Kau pacaran dengannya?" tanya Keysha lagi.


"emang kenapa kalau aku berpacaran dengan Nasya?" tanya Farel heran sambil memandangi sekitar siapa tahu saja Nasya sudah tiba di sekolah.


Keysha menatap Farel dengan mata berbinar-binar, ia pun berterus terang dengan apa yang sebenarnya ia rasakan, Keysha ternyata menyukai Farel. Ia berterus terang, setelah ia berterus terang ia bertanya kepada Farel kemana Farel hendak melanjutkan pendidikan selanjutnya, saat Farel akan menjawab seketika suara cempreng Nasya melengking di telinga Farel.


"Farel.........." panggil Nasya dengan senyum lebar di wajahnya. Nasya berlari bagaikan anak TK yang baru di jemput orang tuanya.


"Hai, Sayang...." panggil Farel kepada Nasya lalu menarik tangan Nasya dan merangkulnya. Farel memperlihatkan itu kepada Keysha.


Keysha menyaksikan dengan wajah sedih.


"Huh?" tanya Nasya tidak mengerti saat Farel memanggilnya mesra lalu merangkulnya dengan kuat. Farel menyipitkan matanya kemudian berkata.

__ADS_1


"Jadi aku akan melanjutkan di SMK Airlangga bersama Nasya nanti" jawab Farel dengan senyum manisnya.


Nasya melihat mimik wajah sedih pada Keysha.


Keysha menatap Nasya dengan iri, lalu mengucapkan satu kalimat dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Kemudian Farel melepaskan rangkulannya yang membuat Nasya hampir tidak bisa bernapas.


Nasya mencubit perut Farel yang masih terbungkus jaket.


"Apa-apaan sih. sakit tau leherku." ucap Nasya tidak terima.


"Ya maaf, Keysha tadi menyatakan cinta kepadaku, aku tidak tertarik kepadanya, daripada memberikan harapan palsu aku bilang saja kalau aku berpacaran denganmu" ucap Farel sambil tersenyum manis dan mengedipkan sebelah matanya.


Nasya menatapnya sinis, lalu mencubit Farel lagi, kini giliran Nasya yang menyerang Farel, ia mengejar Farel hingga mereka berlarian di halaman sekolah.


Karena suasana sekolah sudah ramai, murid-murid semua sedang menanti kabar kelulusan mereka dengan berpencar, ada yang duduk di kantin sambil makan, ada yang nongkrong di depan kelas, ada juga yang dudukan dibawah pohon rindang.


Kala itu, Fandy, Kevin,Ricky dan Tama sedang berdudukan dibawah pohon rindang, rupanya persahabatan mereka tidak hancur karena masalah itu, mereka telah akur kembali.


Ke 3 temannya itu pun memperhatikan juga ke arah lapangan, akhirnya mereka mengerti apa yang membuat Fandy kesal, namun karena mereka mengetahui bahwa itu salah Fandy sendiri, salah satu dari mereka pun hanya mengatakan:


"Yang sabar, yang sudah pergi sudah gak bisa balik lagi, bro" ucap temannya itu.


Fandy tidak mendengarkan ia malah berjalan kearah lapangan dimana Nasya dan Farel bersenda gurau.


"Wah... mau ngapain lagi tu Fandy" ujar Kevin sambil melongo.


Nasya dan Farel yang sedang asik tertawa sambil terus berpegangan tangan itu tidak menyadari kehadiran Fandy, sampai akhirnya Fandy membuka suara.


"Selamat ya..." ucap Fandy dengan seulas senyum di bibirnya.


Nasya dan Farel terkaget, mereka pun sama-sama menoleh ke belakang.

__ADS_1


Nasya hanya membalas dengan senyuman, Farel langsung sigap merangkul pundak Nasya sambil senyum ke arah Fandy. Mereka berdua pun berpamitan dan beralasan ke kantin untuk menghindari Fandy. seraya menunggu pengumuman dari Sekolah.


Fandy yang menyaksikan kepergian mereka sambil bermesraan itupun merasa kesal lalu ia menendang benda tak tentu arah.


pukul 10.00


Toa sekolah mengumumkan kepada seluruh Siswa tentang kelulusan mereka, kepala Sekolah dari ruangan kemudian membawa microphone keluar, ternyata kepala sekolah akan mengumumkan juara UN.


Juara UN diambil 10 besar, saat nama ke 10 di sebutkan itu membuat hati semua siswa menjadi gempar, nama ke 9 ,nama ke 8 ,nama ke 7 sampai ke 2.


Nasya dan Farel saling bertatapan, Nasya yang belum terpanggil merasa biasa saja,karena memang ia memiliki kelemahan di Mata pelajaran Matematika.


Nasya menatap Farel dengan senyum, ia seakan mengetahui sesuatu.


saat kepala sekolah kembali menyebutkan,semua murid kembali tegang.


"Jadi... juara 1 UN kita untuk angkatan ke 20 tahun ini adalah.... semua murid tegang menatap kepala sekolah yang sudah tersenyum sempit. Dia adalah Alvaro Farel Luckywardana." ucap kepala sekolah dengan bangganya.


Semua siswa menyoraki Farel dengan bangganya. Nasya senang kemudian menatap Farel dengan senyum lebar, Farel ikut tersenyum kepada Nasya.


"tuh kan bener" ucap Nasya sambil menepuk punggung Farel.


Setelah itu Farel di persilakan untuk memberi sambutan ke depan panggung. ia meraih mendali juara 1 UN di angkatannya ini, ia juga memberikan motivasi belajar yang besar untuk semua teman-temannya, alhasil di tanya juga lah Farel hendak melanjutkan kemana, akhirnya seluruhnya tau kemana sekolah tujuan Farel selanjutnya, begitupula dengan Fandy, ia tau dimana Farel berada pasti ada Nasya, Fandy merencanakan sesuatu di otaknya.


Setelah sambutan selesai, selesailah pengumuman kelulusan mereka, Nasya berada pada peringkat 22. namun wajahnya nampak biasa saja, Farel pun menatap Nasya sambil mengucap selamat.


"Ye... kamu meledek atau apa nih. tau aja yang ranking 1" ujar Nasya sambil menjulurkan lidahnya pertanda mengolok.


Karena gemas, Farel pun memegang pipi tembem Nasya dengan kedua tangannya.


Mereka bertatapan lama, kemudian Nasya melepaskan lalu berlari tak tentu arah sambil tertawa. akhirnya ber kejar-kejaran lagi lah mereka sampai mereka bertemu Melly dan Ranti karena sedari tadi Nasya dan Farel tidak bertemu mereka berdua.


💚

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2