Story Of Love Life

Story Of Love Life
BAB 42 "Calon Kakak Ipar"


__ADS_3

Setelah makan malam, seusai mengobrol dengan papa dan mama, Nasya mengajak Wilona mengobrol di halaman belakang, Wilona menyetujui, sementara Verrel ke toilet hendak pup.


Nasya sangat senang bisa dekat dengan Wilona. ditambah ia tahu kalau Wilona adalah artis yang kini sedang naik daun.


Wilona pun sangat terlihat akrab dengan Nasya, Mereka saling cerita dan saling curhat, Nasya juga menceritakan kakaknya yang usil itu, yang tiada hari tanpa bertengkar.


Setelah bercerita mereka sama-sama tertawa. Nasya pun membuka ponsel kemudian memilih kamera, mereka ber selfie dan bergaya ala-ala mereka. sudah seperti kakak adik. dan mulai malam itu juga Nasya yang ingin merasakan punya kakak perempuan itu akhirnya kesampaian.


Tak lama Verrel menghampiri Nasya dan Wilona. kemudian Verrel mengajak Wilona untuk pulang, ia tidak ingin orang tua Wilona cemas, maka dari itu Wilona segera di pulangkan.


Nasya, papa dan mama mengantar Wilona sampai pintu rumah, mereka melambaikan tangan kepada Wilona, Wilona tersenyum kemudian mengucapkan salam sebelum akhirnya mobil itu bergerak menjauhi rumah.


Mama menyuruh Nasya agar segera pergi tidur di kamar, Nasya mengangguk kemudian segera masuk kedalam kamar.


Setibanya di kamar, Nasya memainkan ponsel dan chattingan dengan Farel.


Ia menceritakan tentang ia yang kini memiliki kakak baru, ia sangat senang dan berharap akan terus bersama dengan kakak barunya itu.

__ADS_1


Farel hanya tertawa dan terus menanggapi curahan hati Nasya, kemudian ia teringat satu hal dan memberitahukan Nasya.


"Ohiya kakak sulungku mau kembali ke indonesia loh" ucap Farel di chatting tersebut.


Nasya pun menanggapi


"Kak Rizky ya?"


"Iya" jawab Farel dengan emoticon senyum.


Mereka pun saling tertawa dan malu-malu. karena selama bersahabat baru kali ini mereka videocall.


Semua menjadi canggung, padahal di dunia nyata kalau mereka bertemu biasa-biasa saja, giliran terhalang layar kok jadi canggung hehe.


Nasya dan Farel tidak ada hentinya tertawa sambil memandang layar satu sama lain, mereka pun membicarakan pertemuan besok, besok pagi Farel akan menjemput Nasya untuk pergi ke sekolah bersama-sama, Nasya mengangguk. akhirnya setelah puas mengobrol, mereka pun pergi tidur setelah mematikan handphone.


Di rumah Fandy

__ADS_1


Di rumah, Fandy merasa gelisah, ia tidak bisa lagi mendengarkan suara Nasya karena adanya Farel yang selalu melindunginya.


Ia terus memikirkan betapa bodohnya ia dimasa lalu sehingga Nasya memutuskannya. Dan akhirnya Fandy teringat lagi oleh Cindy. entah kenapa ia merasa rindu dengan seorang gadis yang telah mengambil keasliannya tersebut, akhirnya ia mencari kontak Cindy lagi, kemudian mencoba menelpon.


Setelah telepon itu tersambung, Tampak suara Cindy terdengar, Fandy tidak berkata sedikitpun, namun karena Cindy memang menyimpan nomor telepon Fandy, ia pun langsung mengenalinya.


Karena Fandy tidak bicara sedikitpun, Cindy pun membuka pembicaraan.


"Ada apa kak? sekarang aku tidak bisa bertemu kakak di sekolah atau dimanapun, karena aku sudah menikah" ucapnya dengan perlahan. "aku harap kakak tidak kecewa,terimakasih untuk malam itu" ucapnya lagi.


Lalu Cindy pun mematikan telepon.


Fandy tercenggang, seorang gadis kurang ajar yang telah mengambil keasliannya itu sudah menikah. Fandy merasa emosi. ia pun melempar hp nya. ia tidak menyangka bahwa ia akan kehilangan 2 orang yang pernah mewarnai hidupnya itu secara sekaligus. ia kemudian bangun dari tempat tidur kemudian pergi keluar untuk mencari suasana. ia akan mendatangi suatu tempat yang sekiranya bisa membuat hati dan pikirannya menjadi tenang dan bisa menyalurkan apa yang ia inginkan dengan bersenang-senang.


BERSAMBUNG...


kalau suka silahkan tinggalkan jejak, dukungan anda sangat berarti untuk author😊

__ADS_1


__ADS_2