Stray Baby

Stray Baby
Part 10 ~ Hari Libur


__ADS_3

pagiku cerahku.. matahari bersinar .. heheh, weekend pagi ini cerah banget. Sekarang menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, Oliv dan Raisa sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


Mereka memasak nasi goreng dan menyiapkan roti bakar, mereka hanya tak mau merepotkan diri.


Mereka membagi tugas, Oliv bagian nasi goreng. Sementara Raisa bagian roti bakar.


Raisa membuat roti bakar dengan isi sayuran, tomat, saus, mayonais, dll. Sebenarnya sandwich gaes tapi mereka mau menyebutnya sebagai roti bakar, yasudahlah.


Setelah selesai membuat roti bakar, Raisa membantu Oliv membuat nasi goreng. Setelah semua telah jadi, mereka menyajikan di atas meja.


Kemudian Raisa melangkahkan kakinya menuju ruang televisi yang dimana sudah ada Dimas dan Naufal.


"Ayo sarapan" ajak Raisa


Dimas dan Naufal berdiri lalu mengekori Raisa dari belakang.


"Wahh.. sepertinya ini enak" ucap Dimas sambil melihat hidangan yang di atas meja, lalu ia duduk berhadapn dengan Raisa yang berada sebrangannya.


"Ayo dimakan, dijamin sangat enak" ucap Raisa dengan percaya diri


Tanpa dikomando, Dimas langsung mengambil nasi goreng yang berada tepat di hadapannya. Sebelum ia menyuapkan ke dalam mulutnya, ia menyempatkan untuk meneguk sedikit air putih yang tersedia.


Oliv dan Raisa terkikik melihat Dimas yang makan dengan semangat. Lain dengan Naufal, ia merasa gemas dengan tingkah makan Dimas.


"Pelan-pelan ntar keselek gue ketawain lo, lagian kayak gak pernah makan seabad tau gak" tegur Naufal


"Ghue lapher bhanget" ucap Dimas dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Chobain deh fhal i- uhukk uhukk" ucap Dimas terpotong yang berakhir tersedak dan terbatuk-batuk.


Dimas segera meneguk air nya. Naufal hanya menggelengkan kepalanya melihat Dimas yang masih terbatuk-batuk.


Sementara Oliv dan Raisa refleks tertawa melihat Dimas yang tiba-tiba tersedak, sebenarnya mereka kasihan tapi mau gimana lagi? Naufal udah ngasih tau buat makan pelan tapi Dimas nya aja yang ngeyel.


Setelah menghabiskan segelas air, Dimas menetralkan perasaannya yang amburadul gara-gara tersedak.


"Makanya kalo dibilangin itu denger, keselek kan lo" sewot Naufal


"Gue laper banget masa, lagian makanan ini enak banget" bela Dimas


"Tapi gak gitu juga kali" balas Naufal


"Hilang rasa lapar gue gara-gara keselek" ucap Dimas yang melorotkan badannya pada sandaran kursi.


Lantas Naufal, Raisa dan Oliv tertawa terbahak-bahak melihatnya.


oek oek oek...


Oliv yang mendengar samar-samar suara tangisan Rey. Ia segera beranjak lalu melangkahkan kakinya ke kamar. Ternyata Rey terbangun saat mendengar tawa mereka yang terbilang cukup keras.


Oliv membawa Rey menuju meja makan, lalu ia berikan ke Naufal untuk memangkunya. Setelah itu acara sarapan pagi dilanjut kembali dan Dimas melahap kembali makanannya dengan sedikit berhati-hati, karena ia tak ingin tersedak untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Karena gue dan oliv yang memasak, jadi kalian yang mencuci piringnya" ucap Raisa.


"Kenapa bisa begitu? bukankah tadi tak ada perjanjian?" ucap Dimas kesal.


"Ya sudah, lo jangan makan lagi" ucap Raisa sambil menarik piring makanan Dimas.


"Okeoke, baiklah" ucap Dimas mengalah, lalu merebut kembali poring yang di ambil Raisa


Oliv dan Naufal pun hanya tertawa melihat tingkah bodoh sahabatnya.


Sarapan pagi mereka pada hari ini terasa lebih berwarna dan terasa hangat karena adanya Rey di sisi mereka. Mereka tak berhenti tertawa karena mendengar celotehan lucu dari Rey.


Setelah sarapan sesuai janji tadi Naufal dan Dimas pun mencuci piring bekas makan mereka, karena tak ingin lama dalam mengerjakannya, mereka membagi tugas Naufal yang menyabuni piring kotor, dan Dimas yang membilasnya.


Seperti biasa, disaat hari libur adalah waktu untuk beres beres rumah. Mereka pun mulai membagi tugas untuk membereskan rumah, Oliv dan Raisa membereskan lantai 1 sedangkan Naufal dan Dimas membersihkan lantai 2. Sementara Rey, Rey tetap berada di dekat Oliv dan Raisa tetapi Rey harus bermain sendiri di atas permadani yang sudah dikelilingi oleh mainannya.


Oliv dan Raisa pun mulai membersihkan lantai 1, dari dapur, ruang tamu, ruang tv, toilet dan teras.


Sementara di lantai 2, Naufal dan Dimas hanya duduk sambil menyenderkan punggungnya di sofa yang berada di ruang tv lantai 2.


"Haruskah kita mulai bersih bersih sekarang?" tanya Naufal lesu.


"Nanti saja, lagian Oliv dan Raisa gak bakalan tau karena mereka masih sibuk dibawah" ucap Dimas.


"Bebaiknya kita mulai membersihkannya" ucap Naufal. Yang hanya dibalas dengan tarikan panjang oleh Dimas. Tetapi mereka tidak ada yang beranjak dari duduknya.


"Apa yang kalian lakukan? kenapa kalian tidak membersihkannya!?" teriak Oliv di kalimat terakhirnya


"Gue baru aja mau mulai" ucap Naufal yang langsung beranjak pergi.


"Hei fal, tungguin gue" ucap Dimas lalu mengejar Naufal.


-


Acara beres beres rumah pun berakhir pada jam 11 siang. Mereka pun sedang duduk santai di depan tv karena merasa kelelahan. Sedangkan Rey? ya karena terlalu banyak bermain Rey pun tertidur lelap di kamar, karena tadi sempat dipindah kan oleh Raisa.


"Apa kita terus terusan akan melakukan ini?" tanya Dimas sambil mengela napas nya.


"Ya mau bagaimana lagi" jawab Raisa yang tak kalah lemah.


"Mulai besok gue ada jadwal berlatih untuk tes tentara 4 bulan lagi" ucap Naufal. Ya meskipun badan Naufal sudah mencukupi tingkat ideal. Dia tetap harus berlatih dan manjaga tubuhnya agar tidak berubah.


"Tak terasa ya lo akan meninggalkan kita sebentar lagi" ucap Oliv


"Ohh hayolah guys, gue cuman sebentar setelah itu gue akan kembali" ucap Naufal dengan nada santainya.


"Ya, karena itu adalah masa depan lo, tetap semangat" ucap Dimas sambil mengangkat tangannya.


"Lalu gimana dengan lo dim?" tanya Raisa


"Gue? Ah kalian tak perlu memikirkan gue, besok gue akan mencari kerja lagi" jawab Dimas serius.

__ADS_1


"Lo gak mau melanjutkan menjadi arsitek?" tanya Oliv.


"Tentu saja akan gue lanjutkan, gue juga akan tetap belajar, kalian tenang saja" jawab Dimas meyakinkan ketiga sahabatnya. Mereka pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Besok gue udah mulai magang. Dan kemungkinan pulangnya akan sore, tak apa kan?" ucap Raisa lemah.


"Tak apa, lo harus menyelesaikan magangmu dengan cepat" ucap Oliv.


Mereka pun melanjutkan cerita yang hanya seputar tentang kegiatan mendatang mereka.


-


Oliv sedang duduk sendirian dirumah, ya ini adalah hari selasa. Hari senin kemarin Dimas yang menjaga Rey, sekarang giliran Oliv. Sedangkan Raisa, seperti katanya dia sudah mulai magang pada hari senin kemarin. Begitu juga dengan Naufal, Naufal sengaja mengikuti khursus untuk melatih calon tentara. Dan tinggalah Oliv sendirian. Karena Dimas sedang bekerja di Cafe tapi sebagai pekerja paruh waktu, ya paruh waktu yang dilakukan Dimas dari pagi sampai siang.


Saat sedang bermain bersama Rey, tiba-tiba Oliv mendengar suara ketukan pintu. Oliv pun mengira itu adalah Dimas, karena hanya Dimas yang selalu lupa membawa kunci rumah.


Ceklekk...


Pintu pun di buka oleh Oliv yang sedang menggendong Rey. Dugaan oliv salah, yang mengetuk pintu rumahnya bukanlah Dimas tetapi wanita yang terlihat lebih tua darinya.


"Maaf, ada apa ya?" tanya Oliv penasaran.


"Hemm, saya ingin bertanya apakah disini membutuhkan seorang pembantu?" ucap wanita itu.


"Ohh, sepertinya tidak, karena kami sudah terbiasa membersihkannya sendiri" ucap Oliv jujur.


"Tapi saya bisa membersihkan rumah dengan baik dan saya juga bisa menjaga anak bayi" ucapnya meyakinkan oliv.


"Silahkan masuk dulu bu" ucapnya mempersilahkan wanita itu masuk dan duduk.


Saat mereka berada di dalam, mereka melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda tadi.


"Bagaimana nona? apakah saya bisa bekerja disini" tanyanya


"Maaf bu sebelumnya, saya juga tidak bisa memberi keputusan, karena saya tinggal disini berempat, jadi saya perlu membicarakannya lagi sama mereka" ucap Oliv panjang.


"Ohh begitu, saya mengerti. Tapi, ini nomor saya, jika kalian sudah memutuskannya, kalian boleh menghubungi nomor itu" ucap wanita itu, sambil mengeluarkan potongan kertas yang hanya berisi nomor telponnya.


"Baiklah, nanti saya kabari" ucap oliv


" Ya sudah, saya permisi dulu, maaf telah mengganggu waktumu nona" ucap wanita itu sopan


"Ohh..ya, tidak apa apa" ucap oliv sambil mengekori wanita itu yang hendak pulang.


Saat punggung wanita itu tidak terlihat lagi didepan matanya, Oliv pun langsung menutup pintu rumahnya, dan melanjutkan bermainnya bersama Rey.


**


***Tbc


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMENT YAA GUYS***...

__ADS_1


__ADS_2