Stray Baby

Stray Baby
Part 2 ~ Reynan


__ADS_3

Sekarang Oliv dan yang lainnya lagi ngumpul di depan televisi, Oliv mengusap pelan pipi bayi laki-laki ini sambil menunggu Dimas membuka dan membaca surat tadi.


Raisa berdecak "lama banget buka nya, penasaran nih gue" ucap Raisa sambil merampas surat yang di pegang Dimas


"Maafkan saya dan tolong jaga dan rawat dia sebaiknya"


-anakku Reynan


"Itu doang isinya? Singkat banget" Ucap Dimas


"Jadi gimana nih? Mau kita apain bayi nya?" Tanya Oliv


"Bawa ke kantor polisi aja dengan keterangan penemuan bayi" usul Raisa


"Langsung serahin ke panti asuhan ajalah biar ga ribet" ucap Dimas


"Menurut lo gimana fal?" Tanya Oliv ke Naufal yang sedari tadi hanya diam


Naufal memandang temannya satu persatu "Kita rawat aja barengan" jawab Naufal


Oliv, Raisa dan Dimas saling berpandangan, yang benar aja seorang Naufal mengusulkan untuk merawat bayi ini? Bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan hidupnya?


"Gak gak gak, gue gak setuju rawat nih bayi ntar dia nangis kita juga yang ribet, belum lagi beli susunya mau dapat uang darimana kita bor?" Ucap Dimas heboh


Raisa mengangguk "Iya bener, hidup kita aja pas-pasan. Belum lagi beli susu, popok, baju ni bayi duh mau dapat uang darimana coba?" Jawab Raisa lesu


"Soal itu gampang, kita bisa mencari kerja sampingan buat memenuhi kebutuhannya" ucap Naufal


Oliv pun mengangguk membenarkan perkataan Naufal "Menurut gue benar juga apa kata Naufal, kita bisa mencari kerja sampingan buat beli kebutuhan bayi ini, setidaknya sedikit demi sedikit" ucap Oliv


"Gimana, setuju gak? Kita akan rawat bayi ini secara bergantian" tanya Oliv mengarah ke Raisa dan Naufal


Raisa dan Dimas pun saling pandang kemudian mengangguk setuju "Yaudah kita setuju, gue sebenernya kesian juga, bayi cakep-cakep gini kok dibuang sih sama orang tuanya?" Tanya Raisa sambil menoel pipi si bayi


"Terus dia tidur sama siapa nih? Sama gue dan Naufal atau sama kalian berdua?" Tanya Dimas sambil menunjuk ke arah Oliv dan Raisa


Raisa yang tadinya asik memainkan pipi si bayi, kini menegakkan kepalanya menatap Dimas "Oh tentunya sama kalian dong, nih bayi kan laki-laki jadi tidurnya sama kalian. Kalo sama gue dan Oliv bukan muhrim" tukas Raisa


Dimas mengangkat kedua alisnya "Gak bisa gitu dong, kalian kan perempuan pasti bisalah menangani bayi" tolak Dimas


Oliv memutarkan mata malas "lo nanya, lo juga yang nolak gimana sih?! Udah gini aja, buat malem ini nih bayi tidur di kamar gue dan Raisa. Dan besok malem gantian di kamar kalian" ujar Oliv tegas


Tamatlah riwayat Dimas dan Naufal kemudian mereka menghela nafas "nyesel gue nanya" ujar Dimas lesu yang mendapatkan anggukan dari Naufal


-


Setelah berdebat, Oliv dan Raisa baru memandikan bayi ini mengingat hari sudah sore menjelang malam, karena belum ada membeli satupun pakaian bayi jadi untuk sementara Oliv memakaikan kembali baju yang tadi dipakai bayi ini dan dibalut kembali dengan kain yang sama. Setelah selesai, Oliv membaringkannya di tempat tidur yang tepatnya ditengah-tengah dan menyimpan bantal dan guling disekeliling.


Oliv dan Raisa keluar kamar, tak lupa menutup pintu kamar dengan sangat pelan dan melangkahkan kakinya menuju ruang tengah. Kemudian Naufal dan Dimas juga keluar dari kamar mereka dan ikut bergabung.

__ADS_1


"Ohiya, kita belum ada nama panggilan buat si bayi" ucap Oliv mendaratkan bokongnya di sofa


Dimas seolah-olah seperti berpikir dan menerawang "namanya Reynan ya? Gimana kalo nama panggilannya Eynan? Bagus juga tuh gaes?! Setuju gak lo pada?" Tanya Dimas sambil menunjuk-nunjuk


"Jangan Eynan dong, yang keren dikitlah" ucap Oliv


Raisa yang jengah melihat tingkah Dimas yang makin hari makin aneh pun memutarkan matanya malas "apaan Eynan? Emang gak bermutu banget kalo lo yang ngasi saran. Muka cakep-cakep kok panggilannya Eynan" sewot Raisa


"Duhh lo itu gak pernah menghargai usaha gue ya, gue itu capek mikir daritadi buat cari nama panggilannya tu bayi" tukas Dimas tak kalah sewot


"Tampang kaya lo itu ga pantes buat mikir tau gak?!" Ucap Naufal pedas


Seketika Dimas memegang dadanya "Duhh jahad banget sih kalian, aku tu gak bisa diginiin gak bisaaa" ucap Dimas dramatis


"Heh jangan teriak-teriak ntar bayinya bangun gue taunya lo aja penyebabnya" sarkas Raisa garang


"Hehe sorry sorry"


"Gimana kalo nama panggilannya Rey? Kita ambil nama depannya aja" ucap Oliv menengahi perdebatan


Raisa menjentikkan jarinya "nah cakep tu, pas banget sama mukanya, sama-sama cakep"


Saat kami sedang asik berbincang, tiba-tiba terdengar suara tangis Rey. Kami serempak membulatkan mata kemudian dengan cepat masuk kamar dimana Rey berada.


Saat pintu kamar dibuka, tangisan Rey menggelegar didalam kamar. Kemudian dengan cepat Raisa menggendong Rey dan menenangkannya.


"Cup cup cup, anak ganteng gak boleh nangis" ucap Raisa menenangkan


Sekarang Dimas dan Naufal sedang berpikir keras, apa penyebab bayi menangis. Sedangkan Raisa sudah panik duluan, menerka-nerka apakah Rey sakit atau bagaimana?


Raisa menggigit jari telunjuknya lalu menatap Dimas "Buka mbah google coba, searching apa penyebab bayi menangis" usul Raisa


Dimas dengan tampang polosnya pun segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Setelah ponsel di tangannya, dia segera mencari apa kata Raisa tadi.


"Dimas cepetan" ucap Raisa panik sembari menepuk-nepuk bahu Dimas


"Iyaa bentaran napa loading ini" jawab Dimas yang berusaha menghindari serangan dari Raisa yang kelewatan panik


"Nih ya gue bacain, penyebab bayi menangis antara lain pipis di celana, pup, haus, lapar, sakit dan sebagainya" ucap Dimas


Ah iya! Rey pasti haus dan pasti dia menginginkan susu. Kenapa kita mendadak ****** gini?


"Kayanya Rey haus dan dia butuh susu, dari siang dia dateng belum ada minum susu" ucap Oliv sambil melihat Rey yang masih menangis sehingga membuat wajahnya menjadi merah


Dimas bertepuk tangan heboh "wah bener tu, kayanya Rey butuh susu. Nah tunggu apalagi? Cepetan kasi dia susu"


Naufal yang mengerti maksud dari perkataan yang keluar dari mulut Dimas pun menepuk bahu Dimas dengan keras "Kalo ngomong itu di filter dulu" tegur Naufal datar


Dimas menggosok bahunya yang terasa panas "yaAllah pedes amat tuh tangan. Lah apa salah gue? Rey butuh susu kan? Nah Oliv dan Raisa kan cewe pastinya punya-hmphh"

__ADS_1


Belum selesai Dimas berbicara, Naufal segera menutup mulut Dimas dengan kuat agar dia tidak bisa melanjutkan perkataan selanjutnya yang akan membuat Oliv dan Raisa merasa malu.


"Daripada lo banyak bacot, mending lo beli susu formula di mini market depan" ucap Naufal sambil melepaskan tangannya dari mulut Dimas


Dimas yang namanya terus disebutkan merasa tidak terima "Loh kok gue sih? Lo ajalah fal" tawar Dimas


"Gue mager, lo ajalah. Kan lo belum ada bantuin apapun" ucap Naufal santai


"Kayanya lo yang ga ada bantuin sama sekali. Dari siang nih yaa gue mulu yang disuruh-suruh. Dari bukain pintu, terus gue ada tuh bantuin mikir nama panggilan nih bayi, terus sekarang gue disuruh beli susu formula? Sungguh kejam kalian" omel Dimas yang tak terima


"Udah deh, mau tidur tenang gak lo malem ini?" Tanya Oliv


"Ya maulah"


"Makanya beliin susu biar Rey diem"


"Sekalian beli popok bayi sama botol ya dim" ucap Raisa santai


Naufal mengangkat sebelah alisnya "botol buat apaan sa?" Tanya Naufal


"Lo pikir nih bayi bisa minum susu pake gelas?!" Tanya Raisa sewot dan Naufal hanya mengangguk membenarkan


Dimas berdecak dan menengadahkan tangannya seperti meminta sesuatu "mana sini duitnya"


"Pakai duit lo dulu lah" ucap Raisa


"Nah nah yang kaya begini nih bisa buat duit jajan gue abis"


"Ck! Patungan ajalah" ucap Naufal


"Gitu dong, kan gue jadi demen hehe, mana-mana sini uangnya"


Setelah uangnya terkumpul, Dimas segera pergi ke mini market depan.


-


20 menit kemudian Dimas kembali dengan membawa susu formula, popok bayi dan botol susu. Dengan sigap Raisa ke dapur untuk membuatkan susu untuk Rey. Sedangkan Naufal dan Dimas memilih menonton pertandingan bola


5 menit kemudian Raisa datang membawa botol susu


"Nih susunya liv" ucap Raisa sambil menyerahkan botol susu


"Thanks sa" ucap Oliv


Setelah menghabiskan sebotol susu, Rey langsung tertidur nyenyak. Lalu, Oliv memindahkan Rey ke atas tempat tidur.


"Alhamdulillah udah tenang lagi hehe" ujar Raisa


"Tidur gih sa, udah malam. Bilangin Naufal dan Dimas jangan tidur larut malam, besok gantian mereka yang ngejaga Rey"

__ADS_1


"Oke siap" ucap Raisa yang berlalu dibalik pintu kamar


**


__ADS_2