Stray Baby

Stray Baby
Part 15 ~ Pengumuman Naufal


__ADS_3

Tepat hari ini adalah hari pengumuman Naufal, setelah melewati tes fisik dan tes akademik yang dilaluinya selama seminggu.


Mereka sedang menunggu pesan masuk dari ponsel Naufal. Naufal dan Dimas yang duduk di sofa sedangkan Oliv dan Raisa berdiri tepat dibelakang Dimas dan Naufal, sementara Rey dipangku Naufal.


Tiba-tiba ponsel yang diletakan dimeja, berdering tanda pesan masuk.


"Dim, gue gugup banget, please bukain pesannya" pinta Naufal.


"Astagaaa, okeoke" ucap Dimas.


Dimas pun mengambil ponsel Naufal dan membuka pesannya.


"Apa katanya?" tanya Oliv, saat Dimas membaca pesannya.


Raut wajah Dimas seketika berubah setelah membaca isi pesannya


"Sayang sekali fal" ucap Dimas tergantung, Naufal yang mendengarnya pun langsung kecewa.


"Mereka ingin lo bergabung" tambah Dimas dengan senyum menyebalkannya.


"Lu lolos broo!!" tambah Dimas lagi.


"Serius lo?!" tanya Naufal.


"Duarius gue mah, coba lu liat" ucap Dimas sembari menyerahkan ponsel itu ke Naufal.


Dan benar di pesan itu tertera _'selamat kamu lolos'_ dan masih banyak kalimat lagi. Naufal pun histeris semangat begitu juga dengan Oliv dan Raisa.


Tak disangka ternyata Naufal bisa lolos masuk tentara.


"Selamat ya" ucap Raisa dan Oliv kepada Naufal.


"Congrats broo!" Ucap Dimas sambil bertos ria dengan Naufal


-


Naufal sedang menyiapkan pakaian-pakaian yang akan ia bawa ke asrama Akademi. Ia tak perlu membawa banyak karena disana sudah menyiapkan pakaian harian untuk para anggota, ia hanya perlu membawa keperluan pribadi.


Ia juga tidak menggunakan koper, ia menggunakan tas khusus anggota yang sudah disediakan yang telah ia ambil ditempat ia mendaftar kemarin setelah ia menerima pengumuman kelulusan.


Sekiranya sudah semua keperluan yang akan ia bawa tersimpan rapih di dalam tas, ia meletakkan tasnya dekat nakas. Ia melihat figura ukuran sedang yang terpampang di atas nakas yang memperlihatkan dirinya dan ketiga sahabat-sahabatnya semasa putih abu-abu.


Naufal tersenyum tipis disaat melihat ia dan sahabatnya merangkul satu sama lain dan tertawa bersama. Tanpa sepengetahuan Naufal, Dimas mengintip dan melihat segala pergerakan dari Naufal daritadi.


Hati Dimas terenyuh melihat Naufal yang sedang mengusap pelan figura yang dipegang Naufal. Ia memilih melangkahkan kakinya ke dalam


Naufal merasa sedikit tersentak dikala ada seseorang yang menepuk pelan bahunya.


"Gue sedih banget" lirih Dimas


"Lo beneran bakalan berangkat ya?" Tanya Dimas pelan

__ADS_1


Naufal menyimpan kembali figura tersebut di atas nakas dan membenarkan posisi duduknya menjadi menghadap Dimas. Naufal sedikit terkekeh melihat wajah manyun Dimas.


"Lebay banget lo, palingan lo seneng juga kan gue bakalan berangkat" canda Naufal sembari terkekeh


"Yakali gue seneng, masa lo tega sih tinggalin gue" ucap Dimas dengan air mata yang berada di pelupuk


"Gue bakalan balik kok dim, gue pergi cuma buat sementara. Gak lama kok cuma 3 tahun doang" ujar Naufal


"Huhuhuu gilak lo, 3 tahun itu bukan waktu yang sebentar" ucap Dimas dengan menitikkan air matanya. Sedangkan Naufal hanya terkekeh melihat tingkah Dimas


-


Raisa dan Oliv sedang duduk di depan televisi sementara Rey dipangku Oliv dengan sesekali Oliv mengajak Rey berbicara


"Satu" ucap Oliv sambil menunjukkan jari telunjuknya


"Atu (satu)" ucap Rey dengan mengikuti jari Oliv


"Dua" ucap Oliv dengan menambah jari tengahnya


"Uwa (dua)" ucap Rey mengikuti lagi


"Tiga" ucap Oliv dengan menambah jari manisnya


"Iga (tiga)" ucap Rey


"Pinter banget sih" ucap Oliv sembari menyium pipi Rey


"Ey inter yee (Rey pinter yeey)" seru Rey dengan semangat membuat Oliv tersenyum melihatnya


"Gak tau gue" ucap Oliv


Panjang umur! Baru aja diomongin, eh orangnya muncul.


"Sini biar Rey yang gue pangku" pinta Naufal pada Oliv yang dimana Naufal sudah dalam posisi duduk di karpet bawah


"Iyain ajalah yang udah mau berangkat" ejek Dimas


"Uhhh adeknya bang Naufal udah gede ya" ucap Naufal pada Rey


"Ey uda ede (Rey udah gede)" ucap Rey sambil bertepuk tangan


"Ntar kalo bang Naufal berangkat, Rey jangan nakal ya. Rey jangan ngerepotin kak Raisa, kak Oliv dan bang Dimas ya" nasehat Naufal pada Rey yang dibalas Rey dengan tepuk tangan dan senyuman yang merekah.


Oliv, Raisa dan Dimas hanya diam dan mendengarkan, Oliv dan Raisa yang diam-diam menghapus jejak air matanya yang ntah kapan mengalir.


-


Sekarang pukul 4 sore Naufal yang tadinya hanya memejamkan matanya kini membuka kembali matanya dikala ia merasa tenggorokannya kering. Ia melihat gelas yang ternyata sudah kosong diatas nakas, jadi mau tak mau ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mendapatkan segelas air dingin.


"Barang-barang lo udah pada siap?" Tanya Raisa pada Naufal

__ADS_1


"Udah" jawab Naufal singkat sembari membuka kulkas dan mengambil sebotol air dingin lalu ia tuangkan ke dalam gelas


"Ada yang perlu dibeli kagak?" Tanya Raisa lagi


"Nggak, gue juga gak bawa banyak. Udah disediain dari sana" jawab Naufal sebelum ia meneguk airnya


Raisa hanya beroh ria dan kembali melanjutkan makannya. Setelah Naufal meneguk airnya, ia mengembalikan botol tadi ke dalam kulkas, kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang televisi dan mendaratkan bokongnya di sofa.


Naufal mengambil remote yang terletak di atas meja dan mulai menekan tombol merah untuk menghidupkan, lalu ia mencari-cari berita pada sore ini.


Dirasa ia tak mendapatkan berita apapun, ia memilih mematikan televisi lalu merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya.


Ia membuka kunci layarnya yang menampilkan wajah Rey, ia membuka aplikasi chatnya dan membuka grup yang terdiri dari para anggota yang lulus kemarin.


Naufal hanya melihat dan membaca apa yang dikirim para temannya yang lain tanpa ingin ikut menimbrung. Dalam grup ini ada beberapa senior di atas Naufal atau jika di Akademi biasa disebut dengan _kakak asuh_ .


Mata Naufal seketika terbelalak ketika membaca pesan baru yang dikirim oleh salah satu kakak seniornya.


SELAMAT SORE SEMUANYA!


SAYA BARA SEBAGAI KAKAK ASUH KALIAN INGIN MENYAMPAIKAN PESAN DARI KEPALA AKADEMI, BAHWA BESOK MERUPAKAN PEMBERANGKATAN KALIAN MENUJU AKADEMI. TOLONG PERSIAPKAN BARANG BAWAAN PRIBADI KALIAN DAN JANGAN SAMPAI ADA YANG KETINGGALAN!


TERTANDA


AKADEMI MILITER


Naufal menghela nafasnya setelah membaca isi pesan tersebut. Ia tak menyangka akan secepat ini meninggalkan para sahabatnya dan juga Rey.


Karena kemarin ia mendapatkan informasi bahwa ia berangkat tiga hari kedepan. Tapi apa daya dirinya yang tak bisa memungkiri itu semua.


Disaat ia masih sibuk dengan pikirannya, ia tak sadar Dimas sudah duduk di sampingnya dengan melambai-lambai kan tangan tepat di depan wajahnya.


"Fal!!" Pekik Dimas


Naufal mengerjapkan matanya untuk menetralisirkan perasaannya.


"Napa lo? Kesambet baru tau rasa lo" ucap Dimas seraya menghidupkan televisi dan menekan tombol untuk mencari channel yang pas.


Cukup hening menyelimuti keduanya. Dimas yang fokus pada layar di depannya sementara Naufal masih berlayar dengan pikirannya.


"Gue besok berangkat" ucap Naufal memecahkan keheningan


Oke, detik pertama sampe detik ke tujuh masih dalam keadaan hening. Otak Dimas belum merespon kata-kata Naufal barusan dan ia masih fokus untuk mencari channel.


Kemudian pada detik ke sepuluh Dimas terlonjak dari duduknya dan kepalanya refleks menghadap Naufal yang berada di sampingnya.


"Serius lu?!" Tanya Dimas dengan sedikit berteriak


Naufal hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


**

__ADS_1


Tbc


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMENT YAA GUYS...


__ADS_2