Stray Baby

Stray Baby
Part 6 ~ Supermarket


__ADS_3

2 bulan kemudian..


Berhubung hari ini gue dan Raisa libur kuliah, hari ini gue dan Raisa duduk di depan ruang televisi menemani Rey menonton film kartun berbahasa Inggri, CocoMelon. Rey antusias banget sama lagunya yang menyenangkan dan sesekali ia menggerakkan badannya mengikuti pergerakan di dalam video tersebut.


Dimas juga yang ikutan duduk disana hanya melihat dengan sekilas. Gue heran nih bayi cepet amat gedenya, perasaan baru kemaren nih bayi ditemukan, batin Dimas


Gue teringat kalo bahan dapur udah mulai menipis, lalu gue berdiri lalu beranjak ke kamar buat mengambil jaket. Saat gue keluar dari kamar, Dimas tak sengaja melihat gue yang udah rapi.


"Mau kemana liv?" Tanya Dimas


"Gue mau ke supermarket, belanja bahan dapur sekalian belanja bulanan deh kayaknya" jawab gue


"Pergi sama siapa lo?" Giliran Raisa yang bertanya


"Sendiri doang, gue bisa kok" ucap gue


"Kayaknya belanja bulanan itu bakalan banyak deh, pergi sama Dimas gih" ucap Raisa yang terbilang santai pake banget


"No!! Gue paling males kalo udah ikutin cewek belanja pasti bakalan lama banget, yakaaan? Gue gak mau ah" tolak Dimas


Naufal yang baru aja bergabung sama mereka, menatap heran karena semua menatap Naufal dengan wajah yang berbinar. Naufal hanya mengangkat sebelah alisnya seperti bertanya 'apa?'


"Fal, temenin Oliv belanja bulanan yak" suruh Dimas dengan enteng


"Lohh? Kenapa gak lo aja?" Tanya Naufal dengan wajah datarnya


Dimas hanya cengengesan "gue paling males ikut yang begituan"


Naufal memandang Raisa "lo kenapa gak ikutan?"


"Kalian yakin mau ditinggal bareng Rey?" Tanya Raisa dengan wajah tak kalah datar


Dimas dan Naufal bergidik ngeri seketika bayangan yang melintas saat kejadian yang lalu yang dimana Rey rewel dan pup, kemudian mereka berdua menggelengkan kepalanya dengan kompak.


"Yaudah, lo temenin Oliv belanja sekarang ntar keburu sore" perintah Raisa


"Yuk liv" ajak Naufal setelah ia mengambil kunci mobilnya lalu berjalan duluan


Gue hanya mengangguk lalu menyusul Naufal dari belakang dan tak lupa berpamitan ke Raisa dan Dimas


-


Dalam perjalanan gak ada yang membuka pembicaraan, Naufal yang sedang fokus mengemudi dan gue hanya melihat sepanjang jalanan melalui kaca


"Kita isi bensin dulu bentar" ucap Naufal yang memecahkan keheningan


Gue mengalihkan pandangan ke Naufal lalu mengangguk


-


Sesampainya di supermarket gue dan Naufal menuju ke bagian perbelanjaan lalu gue mengambil troli dan mendorongnya. Baru beberapa langkah gue kaget tiba-tiba Naufal mengambil alih troli yang gue dorong


"Biar gue aja" ucapnya dengan wajah datar


Gue berjalan di bagian sayuran dan mengambil beberapa jenis lalu masukkan ke dalam troli terus gue lanjut ke bagian buah-buahan dan melakukan hal yang sama seperti tadi. Seusai memilih makanan gue iseng buat lewat di bagian mainan anak-anak, awalnya sih gue cuma liat-liat doang tapi kayaknya gue tertarik sama satu mainan.

__ADS_1


Gue ambil mainan dokter-dokteran lalu tunjukkan ke Naufal


"Lucu-lucu ya fal" ucap gue


"Iya, pilih deh satu buat Rey" usul Naufal lalu ia berjalan duluan dan meninggalkan gue yang lagi memilih mainan buat Rey


"Hmm, yang mana ya?" Tanya gue sambil memikir


Dan pada akhirnya gue tertarik sama salah satu mainan yaitu mainan dokter-dokteran


Mata Naufal menangkap sosok perempuan, yang dilihatnya bukan hantu, jin, iblis maupun sebangsanya tapi ini Nadya mantannya. Namun ia tak sendiri, ia bersama lelaki lain. Siapa lelaki itu? Tanya Naufal dalam hati


"Nadya?"


Perempuan itu yang merasa namanya dipanggil pun mencari sumber suara yang ternyata Naufal yang memanggilnya, lelaki itupun mengikuti arah pandang Nadya.


Naufal dan Nadya masih betah saling berpandangan, sementara lelaki yang bersama Nadya menatap mereka berdua heran.


"Dia siapa? Kamu kenal dia?" Tanya lelaki itu


"Oh tentu saja, dia temanku" jawab Nadya yang melirik Naufal


Naufal mengangkat sebelah alisnya "teman?" Gumamnya seraya menatap Nadya dengan heran, kenapa Nadya bilang gue temennya?


"Daniel perkenalkan ini Naufal temanku, dan Naufal perkenalkan ini Daniel pacarku" Nadya yang memperkenalkan kami


Tunggu! Pacar?! Tanya Naufal dalam hati


Naufal dan Daniel pun berjabat tangan lalu daniel memberikan kartu yg tertera namanya, ternyata Daniel pemilik restoran Jepang yang terkenal di kota ini. Pembicaraan mereka terhenti saat mendengar pertanyaan yang terlontar


"Dia siapa?" Tunjuk Nadya ke arah gue


"Pacar gue" jawab Naufal dengan cepat dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang gue dengan senyum manisnya yang jarang ia perlihatkan


Gue dan Nadya sedikit kaget saat mendengar pernyataan dari Naufal


"Pacar?" Gumam gue pelan yang mungkin hanya dapat didengar oleh Naufal doang


"Kok kamu udah punya pacar?" Tanya Nadya yang terlontar dari mulutnya tanpa sadar yang membuat Daniel menatapnya heran


Naufal menatap gue lalu menatap ke Nadya lagi tepatnya ke arah Daniel


"Lo aja boleh punya pacar, masa gue nggak" ucap Naufal seraya menunjuk Daniel dengan dagunya


"Perkenalkan ini Oliv pacar gue, dan Oliv perkenalkan ini Nadya teman aku dan sebelahnya Daniel pacarnya Nadya" ucap Naufal dengan lembut sambil tersenyum layak gue pacarnya.


Gimana ekspresi gue? Jangan ditanya deh bingung gue mendeskripsikannya.


"Dia kerja apa?" Nadya menanyakan pekerjaan gue? yang benar aja?


Naufal tampak berfikir "Dia seorang dokter, dia sengaja membeli mainan itu untuk dia berlatih di rumah agar dia bisa belajar mempraktekkan yang semestinya dilakukan dan sekaligus menghafal segala peralatan lainnya" jelas Naufal yang sedikit gelagapan namun Naufal berusaha untuk tetap santai.


Pernyataan Naufal barusan buat gue maupun Nadya terdiam karena Naufal gak pernah bicara sepanjang ini di depan orang lain.


Naufal yang menyadari kalo dia banyak mengeluarkan kata-kata di depan sang mantan lalu dengan pergerakan cepat ia melihat jam di pergelangan tangannya

__ADS_1


"gue dan Oliv pulang dulu, udah mau sore. Yuk liv" pamit Naufal yang langsung menarik tangan gue dan menempatkan gue di depannya dengan tangannya yang masih mendorong troli.


Jadi tuh posisi gue sama Naufal kalo diliat dari belakang kayak naufal lagi memuluk gue dari belakang. Gue mah ikutin ajalah perkataan Naufal ntar gue tanyain maksud dia, kenapa bersikap begini di depan Nadya dan pacarnya.


Selama di perjalanan pulang gue dan Naufal gak ada satupun yang membuka pembicaraan. Naufal yang pastinya fokus ke jalanan dan gue memandangi jalanan yang dilewati dengan berbagai pertanyaan yang masih terngiang di otak gue.


-


"APAA?! Nadya udah punya pacar? Serius lo?!" Tanya Raisa dengan heboh setelah Naufal menceritakan kejadian dia bertemu sang mantan di pusat perbelanjaan, Naufal hanya mengangguk sebagai jawaban


"Gimana-gimana? Pacarnya kerja apa?" Tanya Raisa yang masih heboh


"Pacarnya pemilik restoran Jepang terkenal di kota ini yang gak salah nama restorannya itu 'Japano' dan pacarnya juga ada ngajak ketemuan disana yaa seperti makan malam mungkin" jelas Naufal sambil melemparkan kartu yang tertera nama sera restoran milik pacar nadya.


"Sombong amat sihh!??" Sewot Raisa sambil memutar matanya malas


"Dan kenapa lo bilang ke mereka kalo Oliv itu pacar lo dan lebih parahnya lo bilang kalo Oliv itu seorang dokter?!" Lanjut Raisa yang masih penasaran


Naufal menghela nafasnya "ya mau gimana lagi"


"Fix ini mah, hubungan lo dan dan Nadya udah berakhir" ucap Raisa yang masih heboh


"Nah ini kesempatan terakhir lo buat ngebuktiin ke dia kalo lo itu juga berhak bahagia sama pilihan lo. Dan lo harus menerima tawaran ajakan makan malam bareng mereka yang pastinya lo bareng Oliv dong mwhehe" ucap Dimas panjang lebar secara tiba-tiba


Setelah Dimas mengucapkan itu, Naufal memandang ke arah gue dengan wajah memohon.


"Gue gak bisa" ucap gue


"Please liv, kali ini aja" Naufal yang masih membujuk gue


Sebelum gue menjawab, Raisa terlebih dahulu melontarkan pertanyaan yang sama persis di otak gue


"Emangnya Oliv mesti ngapain? Dia kan gak tau apa-apa" tanya Raisa heran


Naufal menatap Raisa dengan wajah memohon juga "please bantuin gue, kali ini ajaa"


"Gue bakalan bantu lo tapi gak dengan cara ini" ucap gue yang jengah melihat tingkat Naufal yang memohon kesana kemari


"Please bantuin gue teman-teman" lirih Naufal yang mulai berputus asa karena sedari tadi temannya hanya diam dan banyak menentang


Gue menghela nafas panjang lalu menatap Naufal " oke, gue mau bantuin lo" final gue


Wajah Naufal yang tadinya muram seketika menjadi semangat kembali dan menatap gue dengan senyum yang merekah.


"Makasih banget liv, makasih makasih" ucap Naufal yang senang banget


Setelah itu Naufal menghadap Dimas lalu bertanya


"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Tanya Naufal yang masih semangat


Dimas memegang dagu layaknya sedang berpikir, lalu dengan senyuman anehnya ia berkata.


"Hemm.. Dokter Oliv harus terlihat cantik dan elegan yang pastinya Oliv harus dandan dengan cantik" ucap Dimas dengan wajah yang tak bisa diartikan karena wajahnya itu buat gue dan lainnya muak banget


**

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE DAN KOMEN YA GAESSSS!!


__ADS_2