
Siang ini Oliv, Naufal dan Dimas sedang duduk santai di depan televisi ditemani dengan beberapa cemilan, sambil mendengarkan lelucon yang dilontarkan Dimas sedari tadi yang sesekali membuat Oliv dan Naufal tertawa. Raisa udah berangkat ke kampus setelah sarapan pagi bersama, dan tepat setelah sarapan pagi Oliv dapat kabar dari teman sekelas kalo hari ini dosen gak masuk karena sakit, dan berakhir Oliv seharian di rumah bareng Naufal dan Dimas.
Saat Dimas ingin melontarkan leluconnya, terdengar suara bel ditekan beberapa kali yang membuat kita bertiga merasa terganggu sekaligus heran dan saling pandang. Siapa yang bertamu pada siang hari begini? Jikapun itu Raisa, kenapa ia mesti menekan bel? Bukannya biasa ia langsung menerobos masuk?
Oliv yang penasaran pun menyuruh Dimas membukanya "Dim, buka gih liat siapa yang bertamu di siang hari begini"
Dimas mengangkat sebelah alisnya "orang iseng kali liv" ucap Dimas acuh
"Kalo orang iseng, gak mungkin dia tekan bel berkali-kali. Liat aja dulu, kali aja temen lo" ucap Oliv
Dimas mendelik "yakali temen gue, temen gue itu cuma kalian" ucap Dimas sinis
"Buka aja kali dim, susah banget kayanya" ucap Oliv dengan malas
"Kenapa gak lo aja yang bukain?!" Tanya Dimas yang nyolot
"Dihh gue kan minta tolong sama lo, lo deket banget itu sama pintu" ucap Oliv ngegas sambil menunjuk ke arah pintu
Dimas memutarkan matanya malas dan masih gak menghiraukan suruhan Oliv
"Udah deh gausah banyak bacot, mending lo buka pintu sana dim" ucap Naufal yang sedari tadi diam menyimak
__ADS_1
Perkataan Naufal itu sangat mutlak bagi Dimas. Dimas menghela nafasnya kemudian dengan langkah gontai Dimas menuju ke pintu depan dan membukanya
Cklekk!
Dimas melihat arah kanan dan kiri untuk mencari siapa yang telah menekan bel rumahnya beberapa kali. Merasa tidak ada orang, ia ingin menutup kembali pintunya tapi tak sengaja ia melihat keranjang tepat di depan kaki nya, Dimas pun kaget ketika melihat isi di dalamnya dan Dimas pun refleks berteriak
"Astagaaaaaa!! Oliv!! Naufal!! Cepetan kesini" pekik Dimas heboh lebih tepatnya lebay
Oliv dan Naufal yang mendengar teriakan Dimas pun langsung bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi padanya
"Apaan sih teriak-teriak?" Tanya Oliv sebal
"Oh my god Oliv, lihat ini" Tunjuk Dimas ke arah keranjang itu berada
Oliv pun langsung mengambil bayi yang diperkirakan berumur 2 bulan itu dan menggendongnya secara perlahan
"Bayi siapa ini?" Gumam Oliv
Tak lama terdengar suara Raisa yang baru saja pulang dari kampus dan membuat mata Oliv beralih padanya
"Oliv?! Bayi siapa ini?" Tanya Raisa
__ADS_1
Raisa memandang Oliv dengan tatapan horor nya "Anak lo ya? Anak lo dengan siapa?! Dengan Dimas?! Atau dengan Naufal?! Astagaaa Oliv gak nyangka banget gue sama lo, kayanya baru bentaran doang gue tinggalin lo sama mereka" teriak Raisa yang heboh
Dimas yang jengah melihat Raisa pun menjitak kepala wanita itu "Kalo ngomong itu yang bener dong, bukan anak gue itu"
Raisa mendelik tak suka ke arah Dimas sambil menggosok kepalanya yang terasa panas dan berpindah arah pandang ke Naufal
"Anak lo ya fal? Hayoo ngaku, lo diem-diem menghanyutkan juga ya" tuduh Raisa sambil menunjuk-nunjuk wajah datar Naufal
Tuk!
Naufal mengetuk kepala Raisa dengan ponselnya dan menatapnya tajam namun lebih tepat tatapan malasnya "Sekali lagi lo bilang itu anak gue, gue tampol lo"
"Auch, sakit fal" ucap Raisa sambil menggosok lagi kepalanya yang di ketok Naufal. Sungguh kejam temannya ini
Raisa pun menghampiri Oliv yang hanya melihat kehebohan Raisa menuduh Naufal dan Dimas "jadi ini bayi siapa liv?" Tanya Raisa
"Gue gak tau, bayi ini udah di depan waktu ada yang menekan bel berkali-kali terus Dimas bukain pintu deh" jelas Oliv
Dimas mengambil sepucuk surat yang menyita perhatiannya daritadi dan melambai-lambaikan di udara "Ada suratnya juga gaes" ucap Dimas
"Baca di dalem aja, kesian bayinya kepanasan di luar" ucap Oliv seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam kemudian disusul Raisa, Naufal dan terakhir Dimas sekaligus menutup pintu.
__ADS_1
**