
"Bang Naufal temenin Rey tidur yuk, Rey udah ngantuk nih" ucap Rey sambil menggosok matanya.
"Iya, ayo bang naufal temenin" ajak Naufal yang langsung menarik tangan Rey untuk naik ke atas.
Tinggalah Oliv dan Dimas yang masih sibuk dengan dunianya. Oliv yang sedang main ponsel sedangkan Dimas yang masih setia menonton film di TV.
Kalau Raisa? Jangan ditanya, anak itu sedari pagi belum ada pulang dan belum juga memberi kabar. Oliv juga tidak menanyakannya mungkin karena Raisa sedang hang out bersama teman kampusnya. --mungkin
"Liv, Raisa kemana sih?" tanya Dimas sambil menatap Oliv.
"Mana gue tau" ucap Oliv tanpa mengalihkan pandangannya dari HP.
-
Sesampai mereka di kamar Rey, Rey langsung merebahkan dirinya di atas kasur lalu ia memandang ke arah Naufal sejenak
"Bang Naufal, Rey tadi nonton film hantu sama bang Dimas, jadi Rey takut tidur sendirian, bang Naufal jangan tinggalin Rey sendiri ya" ucapnya panjang lebar.
"Iya, udah sekarang Rey tidur, bang Naufal gak bakalan ninggalin kok" ucap Naufal sambil mengelus-elus rambut Rey lembut.
Saat melihat Rey sedikit hampir terlelap, tiba- tiba ponsel Naufal berbunyi pertanda orang nelpon, alhasil membuat mata Rey kembali terbuka.
"Hallo"
"...."
"Apaansih, ganggu aja"
"...."
"Iya, iya ntar gue sampein ke Dimas sama Oliv"
"...."
Naufal pun langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak karena kesal dengan yang menelpon dan membuat Rey kembali terbangun gara-gara Raisa. yup memang benar Raisa lah yang menelponnya dan ingin memberi tau kalau dia akan pulang agak malam dikarenakan ada acara di kampusnya.
"Rey tidur lagi ya" ucap Naufal sambil mengusap lembut rambut Rey.
Bukannnya kembali tertidur tapi justru Rey bangun dan menuju ke tempat rak buku yang ada di sisi kanannya. Rey mengambil satu buku dongeng lalu memberikannya kepada Naufal bermaksud untuk membacakannya.
Naufal yang mengerti apa yang diinginkan Rey, ia langsung menerima buku itu dan membaca judulnya.
Peterpan dari Neverland gumamnya.
Saat Naufal akan membacanya Rey langsung menaiki kasurnya.
"Pada zaman dahulu kala, ada tiga orang anak bernama Wendy, John dan Micheal" baca Naufal.
"Mereka menyukai waktu sebelum tidur, karena sebelum tidur Wendy selalu menceritakan tentang Peterpan" lanjutnya.
"Peter adalah bocah lelaki yang.." bacanya yang terhenti karena ada yang membuka pintu kamar Rey.
Ternyata itu adalah Oliv, ia datang dengan segelas susu di tangannya.
"Hai Rey, kamu belum minum susu kan?" tanya Oliv sambil mengangkat sedikit gelas susunya.
"Ohh iya, Rey lupa kak Oliv" ucap Rey dan langsung mengambil susu yang ada di tangan Oliv.
__ADS_1
"Baca apaan?" tanya Oliv pada Naufal.
"Nih" jawab Naufal sambil menunjukan judul bukunya.
"Lo ngapain dateng sih? Itu tadi Rey nya udah mau tidur" ucap Naufal sambil menatap Rey yang sepertinya segar kembali.
"Lo lupa kalau Rey harus minum susu sebelum tidur, kalau gak minum dia akan bergadang sampai pagi. Kan lo juga nanti kena imbasnya" ucap Oliv.
"Iya juga ya, kenapa dari tadi gue gak kepikiran" ucap Naufal.
"Nih kak Oliv" ucap Rey yang menyerahkan gelas kosong kepada Oliv.
"Goodboy , sekarang Rey tidur lagi ya" ucap Oliv sambil merapikan selimut Rey.
"Ayo lanjut ceritanya bang" ucap Rey sambil memegang tangan Naufal.
Naufal pun melanjutkan ceritanya, belum cerita peterpan dari neverland itu selesai Rey sudah terlelap. Karena Naufal dan Oliv melihat Rey yang sudah terlelap mereka pun mematikan lampu kamar Rey dan keluar dari kamar Rey. Ternyata memang benar yang Rey butuhkan hanyalah segelas susu, dan sebuah cerita dongeng.
-
"Darimana aja lo?" tanya Dimas ketus.
"Lo ngagetin gue aja" ucap Raisa yang sempat kaget karena tiba tiba melihat Dimas duduk di sofa ruang TV.
"Lo ngapain masih di sini? Gak tidur lo?" lanjut Raisa yang heran pasalnya ini sudah jam setengah dua malam, tapi Dimas masih saja di depan TV.
"Gue tanya lo darimana aja" ucap Dimas yang sedikit meninggikan suaranya.
"Kenapa marah sih? gue tadi ada acara kampus" ucap Raisa jujur.
Dimas menghela nafasnya dengan kasar "Acara apaan sampe selarut ini?" tanya Dimas yang terdengar seperti meremehkan.
"Gue emang suka sama lo, kenapa?" ucap Dimas santai.
-
"Den Naufal, sarapannya sudah siap" ucap bi Rina yang menghampiri Naufal yang sedang menonton TV.
"Iya bi, saya mau bangunin Rey dulu" ucap Naufal yang lansung naik ke lantai atas.
Bi Rina pun kembali ke dapur dan mulai mencuci panci bekas memasak tadi.
"Eh den Dimas, sarapannya sudah siap den" ucap Bi rina yang melihat Dimas menuangkan air putih lalu diminum. Dimas pun mengangguk dan mulai memakan sarapannya. Sarapan kali ini adalah nasi goreng dengan telor mata sapi.
"Eh Rey, masih ngantuk ya?" tanya Dimas yang melihat Rey memasuki dapur dan langsung duduk di depannya.
"Iya nih" jawab Rey sambil mengucek matanya.
"Makan Rey" titah Naufal yang selesai menaruh nasi di piring Rey.
"Oliv kemana? Biasanya dia yang bangun lebih awal dari kita" tanya Dimas pada Naufal.
"Dia ke kampus" jawab Naufal.
Tiba-tiba Raisa datang dan bergabung duduk di sebelah Dimas. Sebenarnya Raisa canggung untuk duduk di sebelah Dimas. Karena mengingat kejadian semalam yang membuatnya canggung.
Kalian tau setelah kejadian Dimas bilang kalau dia suka sama Raisa begitu juga Raisa langsung berlari ke kamarnya dan menutup pintu kamar dengan cepat.
__ADS_1
"Gue udah selesai" ucap Dimas setelah beberapa menit Raisa duduk.
Dimas pun berlalu pergi meninggalkan dapur menuju ke ruang TV.
"Tuh anak kenapa sa?" tanya Naufal pada Raisa yang sedang menyuapi makanannya.
"Gak tau" ucap Raisa santai.
-
"Aihhss nih motor kenapa lagi sih" ringis Oliv karena motornya tiba tiba mati di pinggir jalan. Oliv merasa menyesal karena pergi ke kampus. Baru saja Oliv sampai tapi ia baru mendapati pesan dari dosennya kalau dosennya tidak ke kampus hari ini, alhasil Oliv harus balik lagi ke rumah. Sedangkan jarak dari rumah mereka ke kampus itu lumayan jauh.
"Bensinnya masih banyak kok, jadi gue harus gimana? Mana rumah masih jauh lagi" monolognya.
Hampir sepuluh menit Oliv mencoba menghidupkan motornya lagi, namun hasilnya nihil. Motornya tak ada tanda-tanda akan hidup. Karena merasa risau telah mencoba beberapa kali tapi tak berhasil Oliv pun langsung menelpon Raisa.
Lima kali sudah mencoba menelpon Raisa tapi tak kunjung di angkat olehnya, ntah kemana aja tuh anak. Oliv pun mencoba menelpon Naufal.
"Haloo fall"
"...."
"Ini fal, tolong jemput gue ya di jalan dekat kampus, motor gue mogok ni"
"...."
"Oke jangan lama"
"...."
Setelah sambungan telpon terputus, Oliv pun langsung memasukan ponselnya nya ke dalam tas dan menunggu Naufal datang di pinggir jalan.
-
"Gue pergi dulu" Ucap Naufal yang langsung menghentikan sarapan paginya.
"Mau kemana lo?" tanya Raisa.
"Jemput Oliv" jawab Naufal yang langsung Beranjak pergi keluar dari dapur.
bukannya Oliv tadi bawa motor ya batin raisa
"Udah selesai Rey?" tanya Raisa saat melihat piring Rey kosong. Rey pun menjawab dengan anggukan.
"Yaudah mandi sana" ucap Raisa.
"Nanti aja deh kak Raisa" ucap Rey yang langsung keluar dari dapur dan duduk di samping Dimas yang sedang menonton TV.
"Sekarang Rey" ucap Raisa menyusul Rey ke depan TV.
"Nanti kak raisa" ucap Rey tanpa memandang Raisa.
Karena merasa tidak nyaman alias canggung ada Dimas juga di situ jadi Raisa memutuskan untuk kekamar.
**
Akhirnya STRAY BABY kembali....
__ADS_1
Maaf ya lama updatenya...
Happy Ied Mubarak