
Akhirnya, mereka pun tiba di taman hiburan. Setelah memarkirkan mobil di tempat yang tepat, mereka keluar dengan Rey yang masih berada di gendongan Dimas sejak pergi tadi.
Karena tempat ini sangat ramai terpaksa mereka harus mengantri untuk membeli tiket masuk ke dalam taman hiburan ini.
Naufal dan Dimas yang mengantri tiket, sedangkan Oliv dan Raisa duduk di kursi dekat pintu masuk taman hiburan itu dengan Rey yang berada di gendongan Raisa.
"Uda nih, yuk masuk" ucap Naufal sambil menghampiri Oliv dan Raisa dengan Dimas yang mengikuti di belakangnya.
Oliv dan Raisa pun mengangguk, dan beranjak dari duduk. Mereka pun memasuki taman hiburan yang cukup ramai, mungkin karena weekend jadi ramai.
"Kita main apa dulu ni guys? gimana kalau kita main histeria?" ucap Raisa antusias sambil menuntuk wahana histeria.
"Lo gimana sih, Rey gimana? gak mungkin kita bawa Rey naik begituan" ucap Naufal.
"Bener tu, gak ngira banget si lo jadi orang. Gimana kalau kita naik itu aja tu" ucap Dimas sambil menunjuk sebuah wahana kora-kora.
"Sama aja deh lo kayak Raisa" ucap Oliv yang kesal dengan apa yang di tunjuk oleh Dimas.
Mereka pun mulai berkeliling, dan mulai bermain wahana yang tidak terlalu ekstrim bagi anak kecil, seperti bianglala, kuda-kudaan dan masih banyak lagi. Sesekali Dimas dan Raisa meninggalkan Oliv, Rey dan Naufal karena ingin bermain wahana yang Ekstrim.
"Guys kalian liat deh, pantesan ramai, rupanya hadiahnya uang tunai satu juta" ucap Raisa yang mengahampiri sebuah kios mainan.
Dimas, Oliv, Naufal pun mengikuti arah Raisa berjalan. Ternyata yang dilihat Raisa adalah permainan mendirikan botol dengan tali yang sudah diikat lingkaran di ujungnya. Benar kata Raisa pemenangnya akan mendapatkan uang satu juta, begitulah cara penjualnya menarik perhatian pembeli.
"Gimana kalau kita coba?" ucap Dimas antusias, sambil mengeluarkan uang dua puluh ribu. Memang sekali bermain harus bayar dua puluh ribu.
"Yukkk.." tambah Raisa tak kalah semangatnya sambil memberikan Rey pada Oliv.
Mereka pun mulai mendaftarkan diri, yang akan mencoba pertama adalah Dimas setelah itu Raisa.
Percobaan kesatu kedua ketiga Dimas dan Raisa gagal, tapi mereka tetap akan mencobanya.
"Liv, duduk di situ yuk sambil nungguin mereka" ucap Naufal pada Oliv sambil menunjuk kursi yang dimaksud.
Oliv yang sedang menggendong Rey pun mengangguk dan mengikuti Naufal.
"Sini Rey biar gue yang pegang aja dulu, pasti lo capek" ucap Naufal setelah mereka duduk.
"Udah gak papa, gue gak capek kok fal" ucap Oliv.
"Hmm, bentar ya" titah Naufal sambil beranjak dari duduknya dan pergi.
Tujuh menit Naufal pergi akhirnya dia kembali dengan minuman di tangannya.
"Nihhh buat lo" ucap Naufal sambil menyodorkan minuman ke arah Oliv.
"Wahh, makasih fal" ucap Oliv menerima minuman dari Naufal.
"Lama banget sih mereka main" keluh Oliv lagi.
"Iya, kayak anak kecil aja" tambah Naufal sambil melihat kedua temannya dari jauh.
__ADS_1
Beberapa menit setelah mereka mengatakan itu, datang Raisa dan Dimas.
"Gimana? menang gak?" ucap Oliv pelan karena tidak mau membangunkan Rey yang telah lelap di gendongan Naufal.
"Enggak" ucap Dimas lesu.
Oliv dan Naufal pun hanya ketawa pelan melihat betapa bodohnya kedua sahabat mereka, yang merelakan uang dua ratus ribu untuk sepuluh kali gagal.
Karena sudah puas menertawakannya, mereka pun pulang karena hari yang menjelang malam, dan Rey yang juga sudah tertidur di gendongan Naufal.
-
"Mau kemana fal?" tanya Oliv dan Raisa yang sedang sarapan.
"Gue lupa hari ini ada tes fisik masuk tentara" ucap Naufal yang buru-buru meletakan selai ke atas roti dengan asal-asalan.
"****** banget si lo, kenapa gak bilang-bilang kita, kita kan bisa bangunin lo" ucap Raisa kesal.
"Namanya juga gue kelupaan, udahlah gue gak ada waktu buat ribut" ucap Naufal.
"Ya udah gue duluan ya" pamit Naufal.
"Iya hati-hati, semangat ya fal" ucap Oliv yang diikuti Raisa juga mengucapkan kalimat terakhirnya. Naufal pun hanya memberi balasan senyum dan langsung pergi.
_*oek oek...*_
Suara Rey menangis membuat Raisa dan Oliv langsung menghentikan sarapannya.
"Gue aja sa, gue juga uda mau selesai ni" ucap Oliv sambil mempercepat makannya. Ketika Rey menangis, salah satu dari mereka harus cepat mengambilnnya. Jika tidak Rey akan merangkak menuruni tempat tidur, dan itu sangat bahaya.
Tak beberapa menit Oliv mengambil Rey, mereka pun telah kembali di meja makan, dengan Rey yang berada di gendongan Oliv dengan mata yang sedikit berair.
"Pagi, Naufal kemana? kok gue gak ada liat dia hari ini?" sapa Dimas ketika masuk dapur.
"Dia ada tes fisik masuk tentara" ucap Raisa.
"Loh kok gue gak tau si" ucap Dimas sambil memakan nasi goreng yang telah disiapkan oleh Oliv dan Raisa. Oiya, hari ini bi Rina gak masuk dikarenakan sedang sakit. Ntahlah beliau sakit apa? perasaan kemarin masih terlihat biasa-biasa saja.
"Bukan cuman lo aja, kita semua memang gak diberitau dia" ucap Oliv.
Mereka pun melanjutkan perbincangan di meja makan. Sambil sesekali Dimas mengacau Rey yang membuat Rey menangis lagi. Ntah mengapa hari ini Rey agak sensitif.
Setelah mereka selesai, Dimas dan Raisa pun mengemas bekas mereka sarapan.
"Liv, gue bikinin makanan Rey ya" ucap Raisa yang melihat Oliv selesai mandikan Rey.
"Iya sa" jawab Oliv.
Mereka pun berkumpul di ruang TV sambil menemankan Raisa yang menyuapi Rey makan.
Tiba-tiba Handphone Raisa bergetar, setelah melihat nama yang tertera di handphone, Raisa pun mengangkatnya.
__ADS_1
"..."
"iya, hallo bu" ucapnya.
"..."
"Ohh gitu ya" ucapnya lagi.
"..."
"Iya baik bu, saya kesana sekarang" ucalnya setelah itu mematikan sambungan telpon.
"Kenapa sa?" tanya Oliv dan Dimas yang sedari tadi penasaran dengan siapa yang menelpon Raisa.
"Gue disuruh kekampus bentar" ucap Raisa yang mendapat anggukan dari Dimas dan Rey.
Raisa pun beranjak dari duduknya dan menyerahkan makanan Rey tadi kepada Oliv, agar Oliv yang melanjutkan menyuapi Rey.
-
"Dim gue ke kampus dulu ya" ucap Oliv mendekati Dimas yang sedang bermain dengan Rey. Lebih tepatnya hanya menemani karena lelaki itu masih sibuk dengan game di handphonenya.
"Iya liv, lo tenang aja" ucap Dimas yang tidak mengalihkan pandangannya dari handphone.
"Diliat itu Rey nya, kasian" ucap Oliv yanguali kesal melihat Dimas yang tak bisa lepas dari Handphone nya.
"Iya, udah ah bawel banget, sana pergi ntar telat" ucap Dimas memandang Oliv sekilas.
Oliv pun pergi dan meninggalkan Dimas dengan Rey di rumah. memang sejak tadi Naufal dan Raisa belum pulang. Naufal mungkin memang pulang sore. Tapi ntah kenapa Raisa belum pulang padahal tadi pagi dia bilangnya cuman sebentar.
-
"Huffft capek banget si, harus ngejar-ngejar dosen kek gitu" ucap Raisa yang duduk di taman sendirian.
"Loh bukannya itu Oliv ya" ucapnya yang melihat Oliv baru keluar dari kampus.
"Oliiivvv!!!" teriaknya.
Merasa terpanggil, Oliv pun memandang Raisa yang sedang duduk di kursi taman kampus. Dan langsung menghampiri Raisa.
"Lo kok belum pulang?" tanya Oliv yang juga duduk di sampingnya.
"Baru kelar ni urusan gue, lo udah selesai?" ucapnya.
"Idah nih, pulang yuk. Kasian Rey dengan Dimas" ucap Oliv.
"Yuuk" ucap Raisa yang beranjak dari duduknya yang diikuti Oliv.
Mereka pun pulang dengan kendaraan yang terpisah. Karena memang tadi perginya juga dengan kendaraan terpisah.
**
__ADS_1
Tbc
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMENT YAA GUYS...