
"Kenapa gue jadi gugup gini sih" gumam Dimas. Saat ini Dimas berada di dalam mobil, ia sedang menunggu Raisa di taman komplek. Rencananya mereka akan pergi ngedate sekarang. Mereka sengaja tak pergi bersama karena takut ketahuan Oliv dan Naufal.
Tak perlu menunggu lama akhirnya Raisa datang dan mengetuk kaca mobil sambil memanggil nama Dimas.
Dimas pun keluar dan membukakan Raisa pintu. Jika di bilang mungkin itu akan menjadi awalan yang bagus, Raisa pun masuk. Dimas menutupnya kembali dan memutari mobil kemudian duduk di kursi kemudi.
"Maaf ya, aku terlambat" ucap Raisa. Mereka memang sudah sepakat untuk mengganti panggilan lo-gue menjadi aku-kamu.
"Gak papa kok, aku juga baru sampai" ucap Dimas sembari memasang seatbelt untuk menetralisirkan rasa gugupnya.
kenapa jadi canggung banget sihhh batin Dimas.
"Mm.. kita mau kemana?" tanya Raisa.
"Aku juga gak tau, gimana kalau kita ke pantai dan bermain sepeda" usul Dimas.
"Aku pakai rok" ucap Raisa. Dimas pun langusung melihat ke arah bawah dan benar saja Raisa memang mengenakan rok.
"Kalau begitu kita jalan jalan saja disana" saran Dimas.
"Aku memakai sepatu heels" ucap Raisa jujur lagi, karena memang dia memakai sepatu heels. Walaupun ukuran yang dipakainya tidak terlalu tinggi, tapi itu mungkin akan membuat kakinya sakit jika berjalan jalan terlalu lama.
"Gimana kalau naik kapal pesiar?" saran Dimas lagi yang tampak sudah kehabisan saran.
"Aku gak suka naik kapal" ucap Raisa dengan pelan tapi masih dapat didengar oleh Dimas. Dimas pun hanya menghembuskan nafas kasar, pasalnya ia sudah kehabisan stok saran yang ada di otaknya.
"Kenapa sih kamu nanyain hal yang gak aku suka" ujar Raisa yang terdengar sudah mulai kesal.
"Yaudah, kalo gitu katakan aja yang kamu mau" ucap Dimas tak kalah kesal juga.
"Gimana kalau kita nonton bioskop?" tawar Raisa dengan riang.
Dimas melirik Raisa "Itu terlalu norak" jawab Dimas dengan santai
"Lagian udah basi banget acara ngedate cuma nonton doang" lanjut Dimas.
"Iya juga sih, gimana kita pergi belanja aja?" tawar Raisa lagi.
"Aku gak suka itu" tolak Dimas lagi
"Lalu kamu mau apa? Kamu juga udah menolak semua saran yang kuberikan" keluh Raisa dengan nada kesal. Baginya mungkin ini adalah Kencan terburuknya.
"Kamu juga menyarankan semua yang gak aku sukai" ucap Dimas yang juga kesal.
" Hmm.. ntahlah. Aku menyerah" ucap Raisa pasrah sambil menghembuskan nafas kasarnya.
"Kita jalan aja dulu, bisa bisa kita hanya duduk diam di dalam mobil" ucap Raisa lagi
Setelah mendengar ucapan Raisa, Dimas pun tersadar iya juga, ngapain dah gue belom jalanin nih mobil tanya Dimas dalam hati. Dimas pun langsung menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. Entahlah mereka akan kemana intinya jalan saja dulu.
kayaknya dia gak cocok deh buat jadi pasangan gue, huftt batin Raisa.
awalnya aja udah begini, gimana kedepannya? batin Dimas.
-
__ADS_1
Naufal duduk di pinggir kasur sambil menunggu notifikasi seseorang di ponselnya. kemana sih tu orang? Lagi butuh juga Naufal membatin.
Naufal menghela nafasnya lalu berdiri dan berniat mau menonton televisi. Setibanya ia di depan televisi ada Rey yang sudah duduk dengan anteng menyaksikan film kartun favoritnya, apalagi selain dua hewan berbeda jenis yang tak pernah akur.
"Nonton apa sih? Serius banget kayaknya" Naufal mendaratkan bokongnya tepat di samping Rey yang masih fokus ke televisi.
"Ton en Jelly bang" jawab Rey yang hanya mengalihkan pandangannya sekilas
"Tom and Jerry kali ah Rey" Naufal membenarkan ucapan Rey
"Nah pokoknya itulah bang" balas Rey
"Rey sendiri disini? Kak Oliv mana?" Tanya Naufal yang menyadari bahwa Rey hanya duduk sendiri disini sejak ia datang.
Noh panjang umur dah, baru aja disebutin eh udah nongol orangnya. Oliv datang dengan menenteng gelas, menurut gue, pasti susu Rey ni tebak Naufal dalam hati.
"Rey, minum dulu susunya abis itu tidur siang" ucap Oliv sembari menyerahkan gelas yang ia pegang tadi.
noh benerkan tebakkan gue. Eh?!! kenapa gue alay gini, kesannya kayak gabut aja ucap Naufal dalam hati.
"Eh tumben, ngapain lu disini?" Tanya Oliv yang membuat Naufal mengangkat sebelah alisnya
lahh? Salah gitu kalo gue dirumah?" tanya Naufal dalam hati
Oliv yang tersadar karena ucapannya sedikit keliru segera membenarkan "h-hm maksud gue, tumben lu dirumah biasanya lu ke kantor pusat" jelas Oliv
"Oh, tugas gue udah selesai" ucap Naufal singkat
Setelah itu tak ada lagi yang berbicara, hanya ada iklan yang sedang tayang di televisi.
"Oh yaudah, naik ke atas sana" suruh Oliv
"Temenin kak" rengek Rey
"Yuk sama bang Naufal aja" ajak Naufal
"Ayoo" ucap Rey dengan lemah, kayaknya sih ngantuk berat nihh wkwk
Naufal yang melihat Rey berjalan sempoyongan, tanpa ba-bi-bu Naufal langsung menggendong Rey dan segera menaiki anak tangga dengan santai lalu masuk ke kamar Rey.
Setelah membaringkan Rey di atas kasur, Naufal segera keluar dari kamar yang tak lupa ia tutup kembali pintu kamarnya.
Saat di anak tangga terakhir, Naufal mendengar suara Oliv.
"Eh ada liat Raisa gak? Gue belum ada liat dia daritadi" tanya Oliv
"Gue gak tau. Dimas juga gak ada, gak tau tu kemana anak" kesal Naufal
"Hmm mungkin mereka ada urusan di kampus masing-masing" Naufal hanya mengangguk tanda setuju
"Kalo gitu, gue ke kamar dulu ya ada tugas akhir yang belum kelar" pamit Oliv
Dan Naufal hanya berdehem untuk menjawabnya
-
__ADS_1
Di lain tempat, setelah melewati perdebatan yang hampir memicu emosi. Disinilah Dimas dan Raisa berada, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di sebuah taman. Padahal kan ya kalo cuma ke taman mah langsung aja to the point bilangnya ke taman dan gak perlu tuh pake acara debat-debat kayak mau pilih presiden aja.
Dan lebih parah.. tadinya juga sebelum ke taman, mereka sempet berdebat juga tuh buat milih dimana tempat makan yang sesuai selera dan yang pastinya pas di hati. Duhduhduh gue heran nih sama dua sejoli-- author
"Aku suka anginnya. Kamu?" tanya Raisa sambil berjalan di samping Dimas.
" He'em iya aku juga suka angin malam" jawab Dimas yang berjalan juga di samping Raisa.
"Setidaknya kita punya satu kesamaan" ucap Raisa senang sambil tersenyum.
"Ekhem.." Dimas yang tiba tiba berdehem sambil menghentikan langkahnya. "Aku itu sebenarnya suka angin sepoy seperti ini, rasanya menenangkan. Karena aku gak suka angin yang terlalu kencang. Kalau kamu?" ucap Dimas lagi dengan nada penasaran.
"Aku juga gak suka itu" ucap Raisa dengan tersenyum.
"Wahh bener? Berarti kita punya kesamaan yang lain" ucap Dimas sambil tersenyum bangga. Entah kenapa perasaannya menjadi senang padahal kesamaan mereka bukanlah kesamaan yang wajar atau patut dibilang sama.
"Bagaimana kalau panas? Aku sangat tak menyukai panas" tanya Dimas lagi.
Raisa terbelalak riang "Aku juga gak suka panas" jawab Raisa yang juga ikutan semangat. Seperti sedang bermain kuis bersama Dimas.
"Hemm? Apa kamu juga lapar kalau gak makan dua hari?" tanya Dimas lagi.
"Tentu saja, perutku pasti akan sakit" jawab Raisa dengan semangat. Entah apa yang dipikirkan dua sejoli itu yang jelas mereka seakan memaksakan diri untuk terlihat ada kesamaan. Sampai tidak makan dua hari aja di tanyakan, semua orang juga akan kelaparan kalau tidak makan dua hari.
"Aku kira.. kita tidak mempunyai kesamaan, tetapi ternyata kita punya banyak kesamaan. Walaupun dengan hal yang kelihatan kecil" lanjut Raisa dengan santai. Dimas pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Raisa.
"Raisa" panggil Dimas. "Jadi gimana menurut kamu kalau kita pacaran?" tanya Dimas ragu. Perasaan canggung datang lagi setelah tadi hilang kenapa datang lagi.
"Kamu mau?" tanya Raisa balik, sambil tersenyum bahagia ke arah Dimas.
"Aku mau. Kamu gimana?" Ucap Dimas yakin tanpa ragu. "Iya, aku mau" ucap Raisa juga tanpa ragu.
"Jadi? Hari ini, hari pertama kita jadian?" tanya Dimas kepada Raisa sambil menampilkan senyuman hangatnya.
"Iyaa" jawab Raisa mantap. Mereka pun hanya saling melempar senyum seperti anak sma yang sedang mabuk cinta lalu berakhir dengan tawa yang bersamaan.
**
Halloo gaess... Gimana dengan kelanjutan ceritanya? Makin asik atau gimana ???
Eh btw nih ya gaes, akhir-akhir ini aku lagi semangat-semangat nya nulis nihh.
Nahhh.. jadi aku mau nanya pendapat kalian. Menurut kalian aku update cerita STRAY BABY:
1 hari 1 kali update ??
ATAU
2 hari sekali 3 kali update???
Aku butuh saran dari kalian, jangan lupa komen ya gaesss !!!
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaaa!! see you gaess
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE DAN KOMEN
__ADS_1