Stray Baby

Stray Baby
Part 29 ~ Bubur Ayam


__ADS_3

Hari ini adalah hari Rey mendaftar ke sekolah barunya yaitu TK Bina Sari. Rey sudah siap dari jam enam tadi. Rey juga sudah rapi dengan pakaiannya, ia sedang sarapan sekarang. Nanti yang akan mengantarkan Rey ke sekolahnya Oliv dan Naufal sebenarnya tadi Raisa mau ikut, tapi dia tiba-tiba ada urusan di kampusnya. Sedangkan dimas? Anak itu ada kelas hari ini.


Saat sudah siap Naufal, Rey dan Oliv langsung pergi ke sekolahan Rey dengan Mobil Naufal.


"Kamu emangnya ada urusan apa lagi di kampus?" tanya Dimas pada Raisa saat ini mereka masih sarapan. Sebenarnya pertanyaan ini sudah di tahan Dimas dari tadi, dari pas Raisa bilang gak bisa ikut ngantarin Rey daftar sekolah.


"Gak ada, cuma pengen jalan aja sama kamu" ucap Raisa sambil tersenyum senyum malu.


"Ohh.. tapi aku lagi ada kelas hari ini" ucap Dimas lemah


"Yahhh.. gak jalan dong" ucap Raisa sambil cemberut.


"Jalan kok, tapi tunggu aku selesai kelas yaa" ucap Dimas sambil menangkup kedua pipi Raisa dengan satu tangannya sehingga mulut Raisa menjadi manyun.


"Okey aku juga ikut ke kampus kamu ya" ucap Raisa saat pipinya tidak di pegang lagi dengan Dimas.


"Iya iya" ucap Dimas.


Mereka pun melanjutkan sarapannya, setelah selesai sarapan mereka pun bersiap untuk pergi menemankan Dimas ke kampusnya setelah itu mereka akan pergi jalan jalan. Seperti biasa salah satu dari mereka akan pergi duluan dan menunggu di taman komplek, walaupun di rumah tidak ada Naufal dan Oliv, tapi di rumah ada bi Rina. Mereka tidak mau kalau sampai bi Rina tau tentang hubungan mereka lalu memberitahukannya kepada Naufal dan Oliv.


-


"Ohh iya terima kasih ya bu" ucap Oliv saat mengambil formulir untuk mendaftar sekolah Rey.


Oliv pun langsung menuju ke meja dimana Naufal dan Rey sedang menunggunya mengambil formulir pendaftaran. Saat sampai Oliv langsung mengisi data diri Rey yang di bantu Oleh Rey. Jika kalian bertanya apa yang akan mereka isi di kolom orang tua, mereka memang tidak mengisinya. Tadi juga sempat berkonsultasi dulu dengan pihak sekolah, dan pihak sekolah menyuruh mereka untuk mengisi kolom wali murid, mereka pun mengisi formulir sebagai wali dari Rey.

__ADS_1


Saat sudah selesai Naufal langsung mengantarkan formulir itu ke ibu yang tadi dan langsung membayar. Bayarannya itu untuk uang masuk, gedung dan seragam sekolahnya.


Akhirnya selesai juga urusan pendaftaran Rey, nanti mereka akan di beritahu untuk datang lagi saat Rey harus mengukur baju seragamnya. Saat sudah selesai mereka langsung pulang, sebelum pulang mereka sempat singgah makan sate di pinggir jalan. Karena Rey yang memintanya saat lewat dia langsung bilang kalau dia mau satu. Naufal pun tak ragu lagi langsung memutarkan kembali mobilnya dan singgah makan sebentar di lapak sate.


-


"Liv gue ke kamar dulu ya" ucap Naufal saat mereka sudah sampai rumah.


"Iya fal. Eh tunggu deh, muka lo kok pucat sih?" tanya Oliv. "Lo sakit ya?" tanya Oliv saat melihat muka Naufal seperti sedang sakit.


"Gatau. Gak enak gitu badan gue" ucap Naufal jujur. Sebenarnya badannya tidak enak sudah sejak di sekolah Rey. Cuma tadi masih bisa di tahan, tapi saat sampai rumah, badannya terasa benar benar tidak enak.


"Kerumah sakit aja gimana?" tawar Oliv.


Oliv pun langsung masuk ke kamarnya juga untuk mengganti bajunya. Sedangkan Rey, sedari sampai ke rumah Rey sudah bermain dengan mobil mobilan remotnya, tadi Rey juga sempat mengajak Naufal agar main bersamanya tapi Naufal memberikan alasan kalau dirinya sedang tidak enak badan. Sebenarnya itu bukan alasan karena ia malas bermain bersama Rey, tapi itu memang kenyataannya kalau dia sedang tidak enak badan.


Hari sudah menjelang sore, sedari pagi Oliv belum melihat Raisa pulang. Mungkin anak itu memang sedang banyak urusan. Oliv sekarang sedang mau membuatkan bubur ayam untuk Naufal, mengingat sahabatnya yang satu itu sedang sakit.


"Non Oliv mau buat apa? Biar saya yang buatkan" tawar bi Rina yang melihat Oliv sedang mengaduk sesuatu di pancinya.


"Nggak usah bi, cuma buat bubur ayam aja nih" ucap Oliv sambil terus mengaduk bubur yang belum jadi.


"Ohh untuk den Rey ya non? Tumben makan bubur ? tanya bi Rina.


"Bukan bi, ini untuk Naufal" jawab Oliv. "Ohiya saya minta tolong ambilkan obat penurun panas ya bi" ucap Oliv yang sedang memindahkan bubur itu ke mangkuk. Tadi sebelum membuat bubur, Oliv sempat mengecek keadaan Naufal, dan Naufal sedang tidur. Oliv juga sempat mengecek apakah dahi Naufal panas atau tidak, ternyata panas maka nya ia berinisiatif membuatkan bubur dan memberikan obat pereda panas.

__ADS_1


"Fal, bangun fal" ucap Oliv sambil menggoyangkan badan Naufal pelan, cukup lama membangunkannya akhirnya Naufal bangun "kenapa?" tanya Naufal dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Nih makan dulu, habis itu minum obat" ucap Oliv sambil mengambil Bubur yang sempat ditaruhnya di nakas samping kasur Naufal.


Naufal pun hanya mengangguk dan mulai memakannya, karena merasa pusing yang kuat jadi Naufal meminta Oliv untuk menyuapkannya. Tanpa berfikir lagi Oliv pun langsung mau menyuapkannya. Cukup lama Naufal menghabiskannya mungkin bawaan sedang sakit jadi makan pun pelan. Setelah selesai, Oliv memberikan Naufal obat pereda panas, tak lupa pula dengan minumnya.


Saat dirasa sudah selesai. Oliv pun langsung keluar dari kamar Naufal. "Hai liv" sapa Raisa.


"Eh elo sa, baru pulang?" tanya Oliv


"Iya nih. Lo ngapain keluar dari kamar Naufal?" tanya Raisa.


"Gue abis bikinin Naufal bubur, dia lagi sakit" jawab Oliv sambil bergabung duduk di sofa ruang TV.


"Cie perhatian banget sih lo" ejek Raisa.


"Apaan sih lo" elak Oliv.


Saat Oliv dan Raisa asik bercerita, tiba-tiba Dimas datang. Oliv menanyakan dari mana, dan Dimas menjawab dari kampus. Setelah menjawab Dimas pun langsung masuk kamarnya, karena tak ingin di tanya tanya oleh Oliv.


Sebenarnya Raisa dan Dimas seharian ini pergi jalan jalan, tqpi saat pulang mereka berpisah di taman komplek karena tidak mau ketauan Naufal dan Oliv. Mereka memang memutuskan untuk pacaran backstreet dulu, mereka hanya belum siap melihat respon Naufal dan Oliv saat tau mereka pacaran. Apakah responnya baik atau malah buruk, mereka tidak tau. Tetapi mereka selalu berharap agar responnya baik.


**


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMMENT YAA GUYS...

__ADS_1


__ADS_2