
Kring kring kring!!
Oliv terbangun saat mendengar suara alarm diatas nakas dan ia pikir bisalah tidur lima menitan lagi.
Saat ia melirik jam cantik yang berdiri tegak diatas nakas untuk memastikan jam berapa sekarang seketika mata Oliv seperti mau keluar dari tempatnya.
Jam 06.30?! Gue kesiangan!! batin Oliv
Tanpa pikir panjang lagi, Oliv segera beranjak dari tempat tidur tapi sebelum itu ia membangunkan Raisa dengan pelan karena diantara kami ada Rey yang sedang tidur.
Oliv menggoyangkan badan Raisa pelan "Raisa bangun, kita udah kesiangan" ucap Oliv panik
Raisa berdecak karena ada yang mengganggu tidurnya "lima menit lagi liv please gue ngantuk banget ini" ucap Raisa yang masih memejamkan matanya
"Hayolah, ini udah jam 06.30" ucap Oliv yang masih berusaha membangunkan Raisa. Setelah mengatakan itu, mata Raisa terbuka dan segera beranjak dari tempat tidurnya.
Oliv melongo saat ngeliat reaksi Raisa, ia langsung berlari mengambil handuknya lalu menuju kamar mandi "kenapa lo gak bangunin gue?!" Teriak Raisa lalu menghilang dibalik pintu kamar mandi.
Oliv merasa heran "loh kok gue? Gue daritadi bangunin lo, lo nya aja yang kebo" ucap Oliv pada diri sendiri. Setelah itu Oliv langsung mengambil handuk dan mandi di kamar mandi utama.
Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk Oliv dan Raisa untuk siap. Oliv menggunakan kaos hitam polos berpaduan dengan luaran cardigan rajut coklat dan celana jeans.
Sedangkan Raisa menggunakan kaos hitam polos berpaduan dengan jaket berwarna coklat dan celana jeans.
Oliv dan Raisa langsung berangkat tanpa pamit dengan Naufal maupun Dimas karena udah buru-buru banget.
-
Sesampai di kampus, Oliv dan Raisa pisah di depan lobby utama. Oliv belok arah kanan dan Raisa belok arah kiri. Sepanjang koridor Oliv berlari-lari, sehingga orang-orang yang sekitaran koridor memandang Oliv dengan wajah yang heran.
Disaat Oliv baru menginjakkan kakinya ke dalam kelas, ia melirik jam tangan biru muda yang melingkar cantik di pergelangan kirinya.
Tepat jam 07.00 ucap Oliv dalam batin.
Oliv langsung mengambil tempat duduk yang masih kosong di samping Queen. Queen ini teman sekelas Oliv, primadona di kampus, baik banget, ramah, gak sombong, pinter juga. Intinya kalo Oliv ceritain tentang betapa perfect nya seorang Queen, nih part gak bakal cukup.
Queen yang menyadari kedatangan Oliv, ia langsung senyum ke arah Oliv "pagi Oliv" sapa Queen "tumben dateng jam segini? Biasanya juga paling pertama" tanya Queen terkekeh.
Oliv mengalikan pandangannya ke sumber suara "Pagi juga Queen. Iya nih gue kesiangan hehe" jawab Oliv terkekeh
Dosen yang terkenal dengan ketegasannya pun masuk ke dalam kelas yang membuat kelas menjadi hening dalam sekejap. Pembelajaran pun dimulai dengan keadaan yang aman, damai dan tentram.
-
Sekarang Oliv lagi berusaha mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan salah satu materi, tapi Oliv terus-menerus memikirkan Rey di rumah. Kenapa?
Karena tadi pagi Oliv lupa ngasih tau ke Naufal atau Dimas buat ngasih susu Rey tepat jam 08.00 . Oliv terus menerus melirik jam tangan biru muda yang melingkar cantik di pergelangan kirinya, jam 07.40 gue membatin.
Semalam Rey rewel yang berakhir Oliv dan Raisa tidur jam tiga pagi disaat Rey benar-benar tenang dan kembali tidur nyenyak. Ntah apalah jadinya Rey ditangan mereka berdua pada hari ini.
-
08.15🕗
Oek oek oek!
Tangisan Rey menggema hingga ke sudut ruangan. Dimas sedang menggendong Rey sambil mengayun-ayunkan badannya, berharap Rey tidak menangis lagi
Dimas menggaruk tengkuknya "Duhhh nih bayi maunya apaan sih?" Tanya Dimas kesal karena sedari tadi Rey tak berhenti menangis
"Ck! si Oliv dan Raisa juga gak buatin susu buat nih bayi, gue kan gak tau gimana cara buatnya" ucap Dimas bicara pada dirinya sendiri
Dimas mencari-cari dimana sosok Naufal berada. Nah itu dia!
__ADS_1
Naufal menghampiri Dimas yang daritadi memandang tajam kearah nya, namun Naufal gak merasa takut karena tatapan Dimas dimata Naufal itu lebih tepat seperti anak kecil yang menginginkan mainan kepada ibunya
"Darimana aja lo?!" Tanya Dimas sok galak
"Jemur baju, kenapa sih?" Tanya Naufal sembari mengangkat sebelah alisnya
"Gantian dong lo urus nih bayi, daritadi nangis mulu gak mau diem" ucap Dimas sambil menyodorkan Rey kearah Naufal
Naufal pun menerima Rey dari Dimas lalu melakukan hal yang sama seperti, mengayun-ayunkan badannya. Bukannya berhenti, tangisan Rey semakin kencang. Naufal juga membawanya mutar sekeliling ruangan.
Tetapi, Rey masih tetap menangis. Sudah berbagai cara Dimas dan Naufal untuk menenangkan Rey namun semuanya sia-sia.
"Coba lo buatin deh susunya dim, kali aja dia haus" ucap Naufal yang masih menggendong Rey
"Gue gak tau gimana caranya fal, kalo gue tau udah daritadi kali gue buatin" ucap Dimas melas
Naufal merenung dan membenarkan ucapan Dimas barusi "Lo ambil dulu deh air panas, botol, dan susunya di dapur" perintah Naufal
Tak mau menunggu lama, Dimas segera melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambil air panas, botol dan susu. Setelah semua diambil, Dimas segera ke ruang tengah dimana keberadaan Naufal.
Sesampai di ruang tengah Dimas meletakkan semua barang tadi di atas meja. Itulohhh kayak DIY gitu wkwk
"Gimana caranya?" Tanya Dimas polos
"Coba liat di samping kotaknya, ada petunjuk gak?" Tanya Naufal sembari menunjuk kotak susu formula Rey
"Ada nih. Gambarnya sih dua sendok doang, cukup apa?"
"Udahlah ikutin aja"
"Oke, masukkan susu nya dua sendok" ucap Dimas sambil memasukkan bubuk susu ke dalam botol
"Air panasnya sampe mana nih?" Tanya Dimas lagi
"Disitu ada ditulis gak?" Tanya Naufal lagi
"Gak gak, gila lo ya?! Ini bayi dim, beda sama elu!?" jawab Naufal galak
"Santai bang, tuh bayi makin kenceng nangisnya" ucap Dimas seraya menunjuk Rey
"Ssht.. cup cup cup" Naufal menenangkan "air panasnya dikit ajalah dim buat ngelarutkan doang abis itu lo kasi air dingin dikit" perintah Naufal
Dimas mengerutkan keningnya "air dingin? Air dalam kulkas?" Tanya Dimas heran
Naufal menepuk kepalanya "bukan air dalam kulkas, air minum biasa elahh ngeselin banget sih" jelas Naufal
Sementara Dimas hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal
Dua menit kemudian susu Rey udah jadi. Lalu Dimas menyerahkan botolnya ke Naufal, dengan segera Naufal mengambilnya dan mengarahkan ke mulut Rey
Seketika ruang tengah itu mendadak hening, Dimas dan Naufal pun bersorak dalam hati. Akhirnya, perjuangan mereka tak sia-sia. Belum habis susunya, Rey udah terlelap tidur. Naufal melepaskan botol dari mulut Rey lalu memindahkan Rey ke atas tempat tidur dan menyimpan bantal beserta guling di sekelilingnya.
Naufal dan Dimas pun memilih keluar kamar dan menuju dapur untuk makan siang. Perjuangan menjaga bayi itu butuh tenaga gaess.
Dua puluh menit setelah makan siang, mereka duduk santai di ruang tengah sembari menonton film action yang sedang tayang.
Awalnya sih semangat banget buat nonton tapi tak sampai sepuluh menit mereka berdua menguap dan akhirnya mereka pun tertidur dengan posisi Dimas baring di paha Naufal dengan berbantalkan kursi sebagai guling.
-
10.00🕙
Oek oek oek!
__ADS_1
Naufal terbangun ketika mendengar sayup-sayup suara tangisan, seperti bayi. Tetapi bayi siapa? Seketika Naufal lupa bahwa di rumah yang ia tempati ini ada seorang bayi.
Naufal melihat Dimas yang masih tertidur di pangkuannya pun segera ia bangunkan. Naufal menggoyang-goyangkan badan Dimas "Dim, bangun kaki gue kesemutan ini" ucap Naufal dengan pelan
Merasa tidak ada pergerakan apapun, Naufal mendorong Dimas hingga jatuh ke karpet bawah. Seketika Dimas terbangun dan mengaduh kesakitan.
Dimas duduk di karpet sembari menggosok pinggangnya yang sakit.
Dasar gak punya hati ni orang batin Dimas.
"Apaan sih fal, sakit nih pinggang gue. Kalo pinggang gue encok gimana?! Lo mau tanggung jawab?!" Desak Dimas sambil meringis
Naufal mengangkat sebelah alisnya "lo gak sadar? Lo tidur di paha gue berapa jam? Ni paha gue juga kesemutan?!" Ucap Naufal tak kalah sewot
Sepertinya Naufal melupakan sesuatu, dan ia berusaha mengingat kenapa ia bisa terbangun yang dengan tega ia mendorong Dimas hingga terjatuh kebawah.
Oek oek oek!
DEG!
Ia lupa kehadiran Rey di rumah ini dan yang tadi adalah tangisan Rey. Dengan cepat ia berdiri dan melangkahkan kaki menuju kamarnya. Sedangkan Dimas kembali tertidur.
Saat membuka pintu kamar, tangisan Rey menggema.
Naufal mengambil Rey perlahan ke dalam gendongannya lalu membawanya ke ruang tengah.
Ia tak tau apa penyebab bayi menangis. Apa dia haus lagi? Perasaan belum lama gue dan Dimas buatin susu batin Naufal
Gue harus ngapain lagi?! Naufal membatin frustasi.
Tapi tunggu! Naufal mencium aroma yang tak sedap, tapi apa? Naufal terus mencari, apa ini bau badannya? Ia mengendus-endus di sekitaran bajunya, sepertinya tadi pagi ia udah mandi.
Naufal juga merasa kalo popok Rey terasa berat, Naufal menjadi was-was. Jangan-jangan?? Oh tidak tidak, jangan sekarang Rey, Naufal menggelengkan kepalanya menepis pikiran negatif tentang isi popok Rey.
Tapi Naufal yakin bahwa aroma tak sedap itu dari popok Rey. Naufal tersenyum miring, sebuah ide cemerlang yang tiba-tiba muncul di kepalanya.
Dengan hati-hati Naufal meletakkan Rey di atas sofa, dimana Dimas yang masih tertidur dalam keadaan duduk dibawah dan menjadikan sofa sebagai bantalan.
Dimas mengendus-endus seperti mencium sesuatu, dan ia merasa aroma tak sedap itu dekat dengannya. Wajah Dimas berhenti tatkala hidungnya merasa tak kuat lagi untuk menghirup udara disekitarnya.
Wajah Dimas tepat di depan popok Rey berada, seketika mata Dimas terbuka lebar dan terpekik.
"Aaaaaa" Dimas dengan cepat menjauhkan wajahnya dari hadapan Rey
Naufal yang berdiri tak jauh dari Dimas pun tertawa terbahak-bahak melihat kejadian tadi.
Dimas menggosok-gosok hidungnya yang merasakan aroma tak sedap itu melekat di rongga hidungnya. Dan menatap malas ke arah Naufal yang masih setia tertawa.
"Heh! Ini pasti kerjaan elu kan?!" Tanya Dimas galak
Naufal pun meredakan tawanya "lagian elu tidur mulu sih, hari ini itu tugas kita buat jagain Rey, lah lo tidur mulu" ucap Naufal sinis
Ditengah perdebatan, Rey kembali menangis. Naufal yang tau apa penyebabnya, gak mau gendong Rey lagi.
Dimas menatap Naufal heran "fal, kayanya tadi gue mencium aroma tak sedap dari popok Rey, apa Rey pup?" Tanya Dimas
"Lo cek deh dim" suruh Naufal
Dimas mendelik " loh kok gue?!" Tanya Dimas tak terima
"Gantian dong, daritadi lo tidur mulu. Nah lo cek popoknya Rey" tunjuk Naufal ke arah Rey
Dimas menelan ludahnya, dengan ragu tangannya menuju popok Rey. Saat tangannya membuka celana yang Rey gunakan, tangan Dimas semakin ragu untuk membuka popok Rey.
__ADS_1
Ketika Dimas membukanya mata Dimas terbelalak.
**