Stray Baby

Stray Baby
Part 34 ~ Bodyguard or Baby Sitter?


__ADS_3

Anak kecil yang baru tersadar dari pengaruh obat. Ia mengerjapkan matanya dengan lucu, ia mengucek matanya pelan lalu mengedarkan pandangannya. Ia sedikit heran, ia dimana dan ini bukanlah kamarnya, bukan kamar kakaknya bahkan bukan kamar abangnya. Ia juga sedikit merasa pusing karena pengaruh obat yang diberikan pria tadi di dalam air minumnya.


Ia mulai beranjak dari tempat tidurnya lalu ia membuka knop pintu kamar lalu, ia turun tangga dengan perlahan. Ia mengedarkan pandangannya, ia ingat betul ini bukan rumahnya, lalu dimana dia? Anak kecil itu adalah Rey. Dan ia tak tau dimana sekarang.


Rey melihat pria yang sedang berdiri tak jaug dari dirinya, ia pun ingat betul kalau pria itu yang memberinya minum saat pulang sekolah. Rey berjalan mendekati pria itu, lalu ia menggoyangkan celana hitam yang pria itu gunakan. Pria itu menolehkan kepalanya ke bawah tepat menghadap Rey.


"Om, Rey ada dimana?"


"Lebih baik kamu duduk di sana" Rey mengikuti arahan tangan pria itu menunjuk sofa.


"Rey mau pulang om, katanya om mau antar Rey pulang kerumah tapi kenapa Rey dibawa kesini?" Ucap Rey yang tak tau bahwa dirinya diculik


"Yang bilang om mau antar kamu ke rumah, siapa? Om kan cuma bilang kalo om mau antar kamu pulang aja, lagian om gak tau rumah kamu dimana. Mending kamu duduk sana" ucap pria itu yang bernama Alex--pria yang memberikan ia air minum


"Ck! Om mah gak asik, kalo gak tau rumah Rey tuh tanya Rey dong, ini diem diem" cerocos Rey sembari menuju sofa


"Om!? Ambilin Rey air dong, haus nih!?" Ucap Rey yang sedikit berteriak


"Om!? Denger Rey gak sih?!! Rey gak tau dapurnya dimana" ucap Rey masih dengan berteriak


Alex yang jengah pun melangkahkan kakinya meninggalkan posisinya lalu menuju dapur untuk mengambilkan air untuk Rey. Jika bukan karena perintah dari majikannya untuk melayani Rey, ia sama sekali tak mau bergerak dari posisinya menjaga pintu utama.


Alex datang dengan segelas air putih lalu ia menyodorkan ke arah Rey "ini minum"


Rey mengambil gelas dari Alex tetapi ia tak langsung meminumnya, ia malah memperhatikan gelas yang berisikan air putih itu. Dan kata-kata Alex tadi mengingatkan dirinya sebelum ia terbangun dari tidurnya. Kata-kata tadi mengingatkan dirinya bahwa ia merasa mengantuk lalu tertidur setelah minum air yang diberikan Alex sewaktu di dalam mobil. Rey mengangkat wajahnya lalu menatap Alex


"Kalo Rey minum ini, Rey ngantuk lagi gak?" Tanya Rey membuat Alex sedikit terkejut


"Nggak" singkat Alex. Alex ini sebenarnya masih muda, umurnya masih dua puluh satu tahun. Hanya saja ia menggunakan pakaian lengkap berwarna serba hitam yang membuatnya terlihat seperti om-om.


Rey menghabiskan air tadi lalu ia menyodorkan gelas kosong pada Alex "Terima kasih om" ucap Rey


Alex hanya mengangguk lalu berbalik badan namun langkahnya terhenti dikala mendengar ucapan Rey

__ADS_1


"Om Rey laper" ucap Rey dengan wajah polosnya


REY KAMU ITU DICULIK LOHH?!!


Alex mengembuskan nafasnya lalu berbalik menghadap Rey "sebentar" singkatnya


Rey hanya duduk diam di sofa, ia melirik remot televisi yang tergeletak disampingnya. Ia menekan tombol merah, lalu layar yang tadinya hitam berubah menjadi berwarna. Rey asik menekan-nekan tombol untuk mencari channel yang pas untuknya. Lalu ia menemukan film kartun yang biasa ia tonton di rumah, dengan jiwa jiwa santuy yang ada di dirinya ia menikmati filmnya tanpa ia sadari bahwa sekarang ia berada dalam kandang singa.


Alex datang dengan membawa nampan lalu ia letakkan di atas meja "makan" titahnya.


Rey yang baru mencium aromanya saja sudah menggugah selera, dengan pelan ia turun dari sofa lalu duduk di atas karpet dan mulai memakan yang diberikan. Ayam goreng crispy, sop jagung, saos dan juga tempe dan tahu yang menjadi menu malam ini, tak lupa segelas air putih. Sebelum itu Rey membaca do'a sebelum makan, lalu Rey makan dengan lahap, pasalnya ia belum ada makan sejak pulang sekolah.


Alex yang masih berdiri di dekat tempatnya, melihat bagaimana cara makan Rey. Ia sedikit tersentuh dikala Rey makan masakannya dengan lahap, ia ingin mengantarkan Rey ke rumahnya tetapi ia juga tak ingin dipecat oleh Bryan.


"Om udah makan? Sini makan bareng Rey" tawar Rey dengan senyuman manisnya sementara Alex hanya menggeleng dan raut wajahnya tetap datar.


Rey menyelesaikan makannya, terakhir ia minum lalu mengelap bibirnya menggunakan tisu yang di atas meja. Alex mengambil nampan tadi lalu dibawa nya ke dapur.


Jika kalian bertanya 'Kemana para pelayan?' maka jawabannya disini gak ada pelayan, disini yang melayani hanya para bodyguard.


'Gimana kalo makan? Yang masak siapa?' jawabannya para bodyguard yang menyiapkan segalanya. Diantara banyaknya bodyguard Bryan, ada yang mahir dalam bidang memasak dan Alex salah satunya.


'Salah satunya?' yaiyalah mereka para bodyguard juga pake jadwal gaess !!


"Om ada cemilan gak?" Tanya Rey yang kesekian kalinya.


Alex yang baru saja mengelap tangannya yang basah segera menuju lemari pendingin dan ia mengeluarkan beberapa cemilan yang tersedia. Ia meletakkan di atas meja, dan dengan semangat Rey membuka kemasannya lalu ia makan.


Di sela-sela Rey memakan cemilannya, ia banyak berbicara yang ntah apapun diceritakannya. Dimulai dari ia memiliki dua kakak dan dua abang yang sangat sayang padanya, lalu ia bercerita tentang sekolahnya, lalu ia bercerita tentang temannya yang menangis gara-gara terjepit pintu, padahal itu gak terlalu penting kali buat diceritain tapi karena ia masih kecil, yaudah iyain aja.


Rey juga sesekali bertanya-tanya kepada Alex perihal mengapa ia membawa Rey kesini, mengapa Alex menggunakan baju serba hitam, mengapa Alex menjaga pintu utama, mengapa, mengapa dan mengapa.


Alex merasa lelah karena seharian ini ia harus mengurus dan meladeni anak kecil yang banyak maunya. Ia juga ada rasa menyesal karena tersentuh dengan perilaku Rey kepadanya tadi, sekarang malah ia merasa jengkel.

__ADS_1


Ucapan Rey yang satu ini semakin membuatnya jengkel "Om, rumah segede ini pasti di kamar mandinya ada shower dan bathup kan? Rey belum mandi nih daritadi, temanin Rey mandi yuk"


HELLOOOO??! GUE INI BODYGUARD BUKAN BABY SITTER!!? pekik Alex dalam hati


-


"Sa, makan malam dulu" ajak Oliv


Raisa hanya menggeleng


Oliv menghela nafasnya "Sa, jangan gini dong. Kalo lo sakit ntar lo gak bisa bantuin kita nyari Rey" ucap Oliv pelan


"Makan yuk" ajak Oliv lagi


Raisa menggeleng lagi, perlahan namun pasti air mata Raisa lolos begitu saja. Oliv yang melihat itu menarik sahabatnya kedalam pelukannya dan Raisa membalas pelukan Oliv.


"Sstt.. udah jangan nangis lagi" bujuk Oliv


Raisa terisak dalam pelukan Oliv dan dalam hatinya terus mengucapkan 'Andaikan gue jemput Rey.. Andaikan gue gak lalai terhadap Rey'


Oliv menguraikan pelukannya ia mengusap air mata Raisa dengan ibu jarinya "Udah ya, kita makan dulu" akhirnya Raisa mengangguk


Raisa dan Oliv keluar dari kamar menuju dapur yang sudah ada Naufal dan Dimas yang menunggu di meja makan. Mereka makan malam dalam hening dengan pikiran masing-masing dan bahkan sampai selesai tak ada yang membuka suara. Setelah selesai membereskan meja makan dan memindahkan piring kotor ke wastafel, empat sekawan ini duduk di sofa depan televisi.


Dimas melirik ketiga sahabatnya yang hanya diam "Ekhem!!" Dimas berdehem untuk mencuri perhatian mereka, seketika perhatian mereka teralihkan menjadi kearahnya dan Dimas tersenyum di dalam hatinya ketika melihat respon mereka.


"Kok pada diem? Jangan diem diem dong" Dimas mulai pembicaraan


"Gue rasa.. ini ada hubungannya dengan orang tua Rey"


**


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMMENT YAA GUYS...

__ADS_1


__ADS_2