Stray Baby

Stray Baby
Part 19 ~ Dia Kembali


__ADS_3

"Rey cepetan, kak Raisa sama bang Dimas udah nungguin tuh di mobil" teriak Oliv dari bawah.


"Sabar kak Oliv, Rey masih nyari baju nih" balas Rey


"Mana lagi baju Rey" gumam Rey sembari mengacak-acak lemarinya.


"Pake baju yang ada aja Rey" ucap Oliv yang sudah berada di depan pintu kamar Rey.


"Enggak ah kan kita mau jemput bang Naufal, masa Rey gak pakai baju bagus" ucap Rey masih sambil memilih-milih baju.


Hari ini adalah hari Naufal selesai pendidikan selama 3 tahun. Tak terasa waktu cepat berjalan, saat semua sudah siap untuk menjemput Naufal, Rey belum siap. Karena masih memilih baju yang akan ia pakai untuk ketemu Naufal.


"Yaudah cepetan, nanti Rey di marahin bang Dimas karena lama" ucap Oliv yang mulai bantu membereskan baju baju yang di bongkar Rey.


"Ini aja ya kak, bagus gak?" tanya Rey sambil menunjukan baju yang ia maksud.


"Iya bagus. Udah cepetan pakai" jawab Oliv dan Rey pun langsung memakainya.


Setelah siap Rey dan Oliv pun langsung turun dan menghampiri Raisa dan Dimas di dalam mobil.


"Kenapa lama sih, nanti udah dimulai acara penutupannya" ucap Dimas yang mulai menjalankan mobilnya.


"Maaf ya bang Dimas, soalnya tadi Rey gak nemu-nemu bajunya" ucap Rey.


-


Mereka pun sampai setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Memang jarak dari rumah mereka ke tempat pendidikan Naufal lumayan jauh, memerlukan waktu sekitar 1 jam-an.


Setelah sampai mereka duduk di kursi yang disediakan khusus untuk para keluarga atau kerabat dari calon TNI eh ralat maksudnya dari anggota TNI hehe, karena setelah pelantikan ini Naufal resmi menjadi anggota TNI.


Acara pun selesai, karena acara selesai para anggota TNI boleh menemui keluarga atau kerabat yang datang, terlihat sekali mereka sedang berhamburan menghampiri keluarga masing-masing.


Dari jauh Rey melihat Naufal yang berlari kecil ke arah mereka. Tanpa ragu Rey langsung berlari menyusul Naufal dan memeluk Naufal. Memang Rey sangat merindukan Naufal. Karena bertemu setahun sekali rasanya tak bisa menghapus rindunya.


"Selamat ya bang Naufal" ucap Rey yang masih memeluk Naufal.


Naufal pun berjongkok agar memudahkan Rey untuk memeluknya dan kemudian Naufal menggendong Rey.


"Wahh Rey sekarang udah berat ya" ucap Naufal bercanda dengan Rey.


"Selamat ya bro, gak sia-sia tiga tahun lo ninggalin kita" ucap Dimas sambil merangkul Naufal yang masih menggendong Rey.


"Kalian baik aja kan?" tanya Naufal.


"Gak perlu ditanya, kita-kita akan selalu baik fal" jawab Raisa.


Mereka pun melanjutkan perbincangan setelah itu kembali ke mobil untuk pulang ke rumah mereka.


"Bang Naufal sama Rey ya di belakang dengan kak Oliv juga" ucap Rey yang menarik tangan Naufal agar mengikutinya duduk di belakang.

__ADS_1


"Iya, ayo" ajakĀ  Naufal.


"Ceritain dong kegiatan lo disana fal" titah Oliv, sekarang mereka sedang di perjalanan pulang.


Di dalam mobil Naufal hanya menceritakan keadaan disana, dan mereka pun semangat mendengarkannya terlebih lagi Rey yang sampe terkagum-kagum.


-


"Gak ada yang berubah ya dari rumah ini. Warna cat, decor, dan letak posisi masih sama gak ada yang berubah, hanya orang yang tinggal disini aja yang berubah" ucap Naufal saat menginjakkan kakinya di ruang tamu lalu duduk di sofa yang diikuti lainnya.


"Yaiyalah yang beli kita berempat, masa mau ngubah decor cuma bertiga doang" ujar Dimas yang duduk bersebelahan dengan Naufal


"Lu makin ditinggal makin kuat banget ya sewotnya" ucap Naufal dengan menjitak kepala Dimas dengan gemas


"Dihh paansi lo" protes Dimas sembari mengusap kepalanya yang dijitak


"Eh mau tau gak?" Naufal menginstrupsi dan semua pandangan tertuju padanya


"Hm" cuek Dimas


"Mau tau gak lo?" Tanya Naufal


"Ck apaan? Buruan" kesal Dimas


"Gue penasaran deh kemarin pas gue mau berangkat terus ada yang nangis siapa ya?" Ejek Naufal yang melirik Dimas


"Kenapa? Lo ngerasa? Perasaan gue gak bilang kalo itu elo deh" ucap Naufal yang masih gencar menggoda Dimas yang sudah jengkel


"Itu kenapa mata lo ngelirik gue?" Sewot Dimas


"Mata-mata gue, suka-suka gue lah" bela Naufal


"Mending lo balik lagi deh ke asrama, ngeselin amat"


"Kalo gue balik lagi ntar lo nangis lagi" ejek Naufal


"Lo makin kesini makin keliatan ya nyebelin nya" Dimas memutar matanya malas


Sementara Raisa, Oliv dan Rey terkikik geli menyaksikan Naufal yang suka sekali menggoda Dimas. Sungguh pemandangan inilah yang dirindukan yaitu, perdebatan mereka berdua.


-


Dimas duduk di kursi meja makan setelah ia menyelesaikan kegiatan minumnya. Ia duduk dengan pikiran yang berkecamuk, ntahlah apa penyebabnya.


Ia juga merasa ada yang berbeda dalam hatinya, apalagi disaat ia dekat dengan seseorang yang sekarang sering membuat jantungnya berdegup kencang.


masa sih gue suka sama tu orang?


bukan suka tapi udah cinta malah, gimana dong?

__ADS_1


kalo gue suka sama dia, yang ada persahabatan gue bakalan hancur


ya kalo dia juga suka sama gue, kalo nggak kan mau taro dimana muka gue?


ck! Raisa Raisa gue mesti gimana?


Begitulah isi hati dan pikiran Dimas yang akhir-akhir ini mengganggu nya.


Tapi ia masih menolak dengan kenyataan itu, karena ia pikir ia tak boleh menyukai orang itu apalagi udah sampe tahap cinta.


pusing gue mikirinnya


Dimas mengusap wajahnya dengan kasar lalu menenggelamkan kepala di dalam lipatan tangannya.


-


Ditempat lain ada Naufal dan Oliv yang duduk di depan televisi. Mereka berbincang-bincang tentang keseharian Rey sejak Naufal berangkat.


"Ohya?" Kaget Naufal


Oliv mengangguk "Rey tuh kalo abis mandi suka lari-lari pas masih basah" ujar Oliv


"Terus gimana?"


"Jadi Raisa nya kepleset deh, terus Rey nya minta maap sampe nangis. Dan semenjak kejadian itu, Rey gak pernah lagi lari-larian abis mandi" ucap Oliv


"Rey suka makan apa sih? Kapan-kapan gue mau beliin makanan kesukaannya" tanya Naufal


"Hmm.. Rey itu suka banget ayam goreng, donat, nasi goreng apalagi ya? Ntar kalo gue inget gue kasi tau" ucap Oliv


"Kalo yang dia gak suka?"


"Ahya! Dia gak mau makan kalo di dalam piringnya ada sayur, sayur apapun itu. Jadi kalo dia makan, gue suapin terus sayurnya gue umpetin di dalam nasi" cerocos Oliv


"Hahah gitu ya, ntar gue mau coba ah"


"Mau coba apaan lo?" Tanya Oliv


"Nyimpen sayur diatas piring Rey" ucap Naufal sembari terkikik


"Heh awas aja kalo Rey gak makan, lu gue pites" ancam Oliv sambil nunjuk muka Naufal


Naufal mengacak rambut Oliv pelan sambil terkikik melihat ekspresi Oliv.


**


Tbc


MAAF YA GUYS KELAMAAN, AKHIR-AKHIR INI JARINGAN DI RUMAH LAGI GAK BAGUS JADI DEH KELAMAAN PUBLISHNYA...

__ADS_1


__ADS_2