
Part 11
"Gaesss gue pulang!!" teriak Raisa saat masuk rumah.
"Berisik tau gak" ucap Dimas yang tak kalah berisik.
"Uhh Rey aku merindukanmu" ucapnya sambil merebut Rey dari gendongan Dimas, Rey yang sedang mengulum kue regal pun hanya diam saja.
"Kemana Oliv dan Naufal?" tanya Raisa, karena sedari ia datang tak melihat kedua sahabatnya yang lain.
"Tuh didapur, lagi masak" jawab Dimas yang tak melarikan pandangannya dari hpnya.
Raisa pun beranjak ke dapur ingin melihat apa yang dimasak Oliv dan Naufal.
"Hay guys, lagi masak apa?" tanya Raisa
"Lo udah pulang liv, ini lagi masak ayam semur" jawab Oliv.
"Wihh pasti enak tuh, tumben tu anak ikutan masak" ucap Raisa yang melihat Naufal yang sedang membantu Oliv masak, yang hanya dibalas sinis oleh Naufal.
Karena tadi antara Dimas dan Naufal sempat berdebat siapa yang akan membantu Oliv masak dan menjaga Rey. Tentu keduanya lebih mau menjaga Rey, dibanding masak di dapur. Mereka pun menentukan siapa pemenangnya dengan bermain suit, dan yang menang adalah Dimas. Dan kalian pasti bisa membayangkan bagaimana wajah bahagianya Dimas serta wajah menyebalkannya saat itu.
"Yaudah, lo mandi dulu sana, abis itu kita makan" titah Oliv
"Oke, gue juga udah lapar banget" ucap Raisa lalu beranjak pergi dari dapur untuk mandi, tak lupa pula dia menitipkan kembali Rey pada Dimas.
-
Mereka pun sedang menyantap makanan yang telah dibuat oleh Oliv dan Naufal. Karena Naufal lebih dulu selesai. Dia pun beralih memangku rey.
"Guys, tadi ada yang datang kesini" ucap Oliv tergantung
"Siapa? nyari siapa?" ucap Raisa penasaran
"Dia hanya bertanya dirumah kita butuh pembantu dan penjaga anak atau tidak. Jadi gue bilang, kalo gue perlu bicarakan ini dulu sama kalian, ini dia juga memberi nomornya" jelas Oliv sembari menyodorkan sepotong kertas.
"Kebetulan sekali, kitakan juga pada sibuk. Lagian cuma sebentar, setidaknya sampai kita udah gak sibuk lagi" ucap Dimas
"Tapi, gue seperti gak yakin jika harus membiarkan orang lain yang menjaga Rey" tambah Oliv.
"Dimas benar liv, kita juga sedang sibuk dan gak ada waktu untuk membersihkan dan membereskan rumah" ucap Raisa
"Gini aja, urusan rumah biarkan orang itu yang melakukannya. Tapi untuk Rey, tetap kita yang akan tetap menjaga dan merawatnya, gimana?" ucap Naufal memberi solusi.
"Nahh boleh juga tu, lancar banget otak lo" ucap Dimas sambil menoyor kepala Naufal.
"******* lo!" ucap Naufal kesal karena kepalanya ditoyor Dimas.
"oke kalo gitu, gue setuju" ucap Oliv dan diikuti anggukan dari Raisa.
__ADS_1
"Ya sudah, nanti malam kita hubungi orang itu untuk datang dan kita bicarakan kembali padanya" ucap Dimas yang diangguki oleh ketiga sahabatnya.
-
Terlihat seorang wanita yang lebih tua duduk dihadapan keempat remaja, wanita yang menanyakan pekerjaan tadi telah sampai dirumah mereka setelah dua puluh menit yang lalu setelah Oliv menelponnya.
"Apa ibu benar benar ingin bekerja disini?" tanya Naufal.
"Iya tuan" jawab wanita itu sambil mengangguk.
"Siapa nama ibu?" tanya Oliv
"Nama saya Rina nona" ucap wanita itu
"Ohh begitu. Perkenalkan nama saya Oliv, dan disebelah saya namanya Raisa, di sebelahnya Dimas dan Disebelahnya lagi Naufal" ucap Oliv dengan sopan.
"Baiklah, saya yang akan menjelaskan sistem kerja ibu" ucap Raisa
"Ibu hanya kerja membereskan rumah dari lantai satu dan lantai dua termasuk dengan ruangan ruangan yang ada, dan ibu juga diperkenankan untuk memasak makanan untuk kami. Apakah itu bisa dimengerti bu?" sambung Raisa yang di balas anggukan oleh wanita yang bernama rina itu.
"Oh iya, waktu kerja ibu hanya dari jam 5 subuh sampai jam 4 sore saja. Karena kami sudah terbiasa sarapan, jadi sebelum kami pergi mengerjakan urusan kami, ibu harus menyiapkan kami makanan. Dan setiap ibu mau pulang ibu harus membuatkan kami makan juga untuk makan malam" tambah Dimas.
"Baik tuan, apa itu saja?" tanyanya
"Iya untuk sementara itu saja dulu, dan untuk soal gaji, kami akan memberikan sesuai dengan kerja keras ibu" ucap Naufal datar.
"Besok. Ibu sudah bisa mulai bekerja besok" ucap Raisa
"Apa ibu punya anak?" tanya Oliv. Karena Oliv khawatir jika anaknya nanti akan ditinggal selama itu karena ibunya bekerja.
"Ada, tapi anak saya tidak tinggal bersama saya" balas wanita itu.
Mereka berempat pun hanya berohria mendengar perkataan ibu Rina itu. Mereka tidak ingin menanyakan kenapa anaknya tidak tinggal bersama dengannya, karena mungkin itu adalah privasinya ibu Rina.
Setelah itu pun wanita tadi berpamitan untuk pulang dan berkata akan datang besok. Karena waktu sudah cukup larut. Sementara Rey sudah tertidur duluan sebelum wanita tadi datang. Mereka pun juga masuk ke kamar masing- masing untuk tidur.
-
Keesokan harinya sesuai janjinya, ibu Rina datang tepat pada jam lima subuh. Karena Raisa telah bersiap sejak awal. Jadi raisa lah yang membukakan pintu untuk ibu Rina.
Setelah mempersilahkan masuk, ibu Rina segera memulai pekerjaannya. Pekerjaan yang dilakukannya dahulu adalah memasak, karena iya tak mau membuat majikannya harus menunggu makanannya selesai.
Jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh, hari ini yang beraktifitas full hanyalah Raisa dan Dimas, sedang kan Oliv dia mendapatkan mata kuliah pada jam 11 siang, dan Naufal dia tidak khursus hari ini karena khursusnya seminggu hanya 3 hari yaitu senin, selasa, kamis.
Mereka pun sedang menikmati makanan yang di buat oleh ibu Rina
"Wah makanannya enak bu" puji Oliv
"Benarkah? syukurlah, nona tidak usah manggil saya 'ibu' panggil aja saya 'bi rina' karena saya sudah terbiasa dengan panggilan itu" ucapnya sopan.
__ADS_1
"Ohh begitu baiklah" ucap Raisa
Sedangkan Dimas dan Naufal masih diam sambil menyantap makanannya. Sementara Rey, Rey masih tertidur sekarang, karena Rey adalah tipe bayi yang susah bangun pagi.
"Ehmm.. sepertinya gue udah telat" ucap Raisa sambil mengunyah makanannya dan beranjak berdiri.
"eh sa, gue nebeng sampe cafe depan ya" ucap Dimas memohon.
"Yaudah cepetan" titah Raisa.
Mereka beedua pun pergi, yang tersisa hanyalah Oliv dan Naufal yang belum menghabiskan makanannya.
"Ngampus jam berapa liv? tanya Naufal.
"Jam sebelas, lo gak papa kan gue tinggal bareng Rey?" tanya Oliv
"Santai aja, gue bisa kok jaga Rey" jawab naufal.
Bertepatan dengan habisnya makanan mereka, suara tangis Rey terdengar, Oliv pun menyuruh Naufal untuk mengecek Rey. Dan dia yang akan membereskan piring-piring makanannya agar dibawa kedapur dan dicuci bi Rina.
Oliv pun langsung membawa piring-piring kotor itu kedapur. Terlihat bi Rina yang sedang mencuci wajan bekas memasak tadi.
"Ini bi piringnya" ucap Oliv
"Ohh, iya non, sini biar saya cuci" ucap nya sopan.
"Mau saya bantu bi?" tanya Oliv.
"Tidak usah non, ini sudah pekerjaan saya" ucapnya.
"Ohh baiklah, yaudah saya kedalam dulu ya bi" ucap Oliv yang dibalas anggukan serta senyuman oleh bi Rina.
-
"Rey kenapa fal? tanya Oliv kepada Naufal yang sedang berbaring disamping Rey.
"Mungkin tadi cuma terkejut aja" jawab Naufal.
"Ohh gitu, yaudah lo bantuin gue mandiin Rey ya" ucap Oliv seraya menyiapkan sabun dan shampo milik Rey
"Okelah" ucapnya terpaksa. Sebenarnya Naufal malas tapi karena kasihan dan tidak tega melihat Oliv yang mengurus Rey sendirian, jadilah ia mau membantu Oliv.
Oliv pun langsung membawa Rey masuk ke kamar mandi dan memasukan Rey ke dalam baskom bayi yang sudah diisi air hangat oleh Naufal tadi. Mereka berdua dengan kompak bekerja sama memandikan Rey.
**
***Tbc
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMENT YAA GUYSS***...
__ADS_1