Stray Baby

Stray Baby
Part 18 ~ Terpleset


__ADS_3

"Raisa, lo ngapain di sini?" tanya Dimas saat naik ke lantai dua dan melihat Raisa yang duduk di kursi depan TV.


Raisa tak menjawabnya, Dimas pun mendekati Raisa yang terus menunduk. Terdengar suara isakan tangis. Dimas pun langsung memegang punggung Raisa.


"Lo kenapa sa?" tanya Dimas khawatir.


"Proposal gue gak diterima dim, padahal udah susah payah gue buat, sampai gue harus lembur" ucapnya dengan mata yang berair.


"Udahlah, nanti lo buat baru aja" ucap Dimas.


"Susah dim, gue gak tau lagi maksud dosen gue itu gimana" ucapnya


Dimas yang melihat Raisa semakin menangis, Dimas pun langsung membawa Raisa kedalam pelukannya. Dimas hanya bermaksud untuk menenangkan sahabatnya yang satu ini.


Raisa pun mulai melepaskan pelukannya danĀ  tersenyum ke arah Dimas, ya Raisa sudah tak menangis lagi.


"Saa, lihat gue deh" titah Dimas. Raisa pun langsung melihat Dimas dengan wajah sendunya sambil berkata 'kenapa'.


Dimas langsung menaruh kedua jarinya di mata Raisa dengan kuat. Raisa reflek langsung menutup matanya.


"Dimas!" ucapnya kesal karena Dimas mencolok matanya.


"Gak usah ditahan, gue tau lo masih pengen menangis" ucap Dimas santai.


"Jadi jangan ditahan, nangis ajalah" tambah Dimas lagi.


Raisa pun menangis sejadi jadinya, karena Dimas tak tega melihat Raisa menangis, Dimas membawa Raisa kedalam pelukannya lagi.


-


'Dimas'


'Dimas'


'Dimas'


'arghh! Apa gue suka sama Dimas?'


Raisa pun mengacak ranbutnya frustasi. Karena sedari bangun tidur ia tidak bisa menghilangkan pikirannya tentang Dimas. Ia tak boleh suka dengan Dimas, karena Dimas adalah sahabatnya.


"huufft" ucapnya frustasi.


"Raisaaa!!!" Teriak Dimas dari luar kamar.


Raisa pun beranjak keluar kamar dan menemui Dimas di ruang tv.


"Kenapa sih teriak teriak?" tanya Raisa.


"Ada paket buat lo tuh" ucap Dimas sambil menunjuk paket tersebut dengan dagunya.


Dengan semangat Raisa melihat paket itu dengan sedikit berlari, sampai-sampai ia tidak melihat sedikit bercak air di lantai bekas Rey selesai mandi. Ya Rey kebiasaan kalau selesai mandi lebih suka berkeliaran di lantai bawah baru memakai baju.


'thukk...' bunyi Raisa jatuh terpeleset.


"Akh dim, tolong gue, akh..." ucapnya kesakitan.

__ADS_1


Dimas yang mendengarnya pun langsung beranjak dan langsung menghampiri Raisa.


"Lo gak papa?" tanya Dimas.


"Kaki gue sakit dim" jawabnya.


"Kenapa juga sih lo pake lari segala" ucapnya


Dimas pun langsung menggendong Raisa ala bridal style ke kamarnya.


"Kenapa sih lo selalu membuat ulah" ucap Dimas yang sudah meletakan Raisa di atas kasur.


"Gue pake koyo aja, tolongin gue ambil di laci meja itu" ucapnya sambil menunjuk meja.


Setelah beberapa detik ia mengatakan itu, ia baru teringat kalau ada kertas yang berisi tulisan 'Dimas, apakah aku menyukaimu'. ya dia lupa membuang kertas itu.


Saat Dimas mulai akan bergerak ke arah meja itu, tetapi lengannya di tahan oleh Raisa lebih dulu.


"Gue baru ingat kalau koyo yang disitu udah gue pakai" ucapnya


"Ohh yaudah gue ambilin koyo yang ada di kamar gue aja" ucapnya langsung beranjak keluar dari kamar Raisa setelah mendapat anggukan dari Raisa.


Karena khawatir Dimas akan melihatnya, Raisa pun mengesot pelan ke arah meja itu. Saat tangannya udah menggapai kertas itu, ia dikejutkan dengan Dimas yang membuka pintu kamarnya.


Karena kaget, Raisa pun langsung membuat kertas itu kesembarang arah. Tetapi kertas itu malah terbuang di kursi meja rias.


"Lo ngapain di situ?" tanya Dimas heran melihat Raisa mengesot ke bawah.


"Ha? o-ohh i-ini gue ngambil hp" jawab Raisa gugup.


Setelah selesai menempelkan koyo di kaki Raisa, Dimas pun beranjak berdiri dan mulai membuang sampah koyo tersebut di tong sampah kecil milik Raisa.


Tak disangka ternyata kertas tadi menempel di pantat kiri dimas. Raisa semakin takut jika Dimas melihatnya, bisa bisa persahabatan mereka akan hancur.


"Yaudah gue keluar dulu, kalau ada perlu panggil gue aja, soalnya Rey dengan Oliv lagi pergi keluar" ucapnya sambil berjalan keluar.


Raisa ragu jika Dimas nanti akan melihatnya.


"Tunggu dim, b-bisa to-tolong ambilkan buku itu" ucapnya sambil menunjuk ke atas terdapat buku novel yang ada di rak atas kepalanya.


Dimas pun langsung berjalan mendekati Raisa dan mengambilkan novel itu. Saat Dimas mengambil novel itu Raisa dengan cepat mencabut kertas itu dari pantat Dimas.


"Lo ngapain? Lo kenapa megang-megang pantat gue? tanya Dimas


"Ohhh gue tau pasti lo iri kan sama pantat gue" tambahnya lagi dengan nada menyebalkannya.


"udahlah pergi lo sana" usir Raisa sedikit mendorong tubuh Dimas.


Dimas pun berjalan keluar kamar Raisa, sedangkan Raisa menghembuskan nafasnya dengan lega.


-


"Rey pulaaaang!" Teriak Rey saat memasuki rumah


"Yaampuuuun, itu suara apa toak sih? Nyaring bener" tanya Dimas

__ADS_1


"Heheh maapin Rey ya bang Dimas" ucap Rey dengan cengengesan


"Uhh untung gue sayang" gumam Dimas


"Raisa mana?" Tanya Oliv


"Ada tuh dikamar, kakinya sakit tadi jatuh" jawab Dimas


"Kok bisa?" Tanya Oliv


"Dia kepleset air bekas Rey mandi, lo tau lah Rey kalo abis mandi gimana. Dan cerobohnya Raisa gak liat-liat" jelas Dimas melirik Rey yang sedang mendengarkan


"Ayo kak kita liatin kak Raisa" ajak Rey yang langsung turun dari sofa


Rey berlari duluan ke kamar Raisa dan meninggalkan Oliv dan Dimas yang tercengang melihatnya. Setelah itu Oliv segera menyusul Rey ke kamar.


Raisa yang semulanya sedang terlelap jadi terbangun dikala ada yang naik ke atas kasur dan duduk disampingnya. Saat ia membuka matanya, ia melihat Rey yang memandangnya dengan tatapan sendu, dengan pelan ia mendudukkan dirinya dan bersandar.


"Rey kenapa? Ada yang gangguin Rey?" Tanya Raisa yang mendapatkan gelengan dari Rey


"Rey jatuh? Ada yang sakit?" Tanya Raisa dengan khawatir yang mendapatkan gelengan dari Rey


"Terus Rey kenapa mukanya sendu gitu?" Tanya Raisa yang kesekian kalinya


"Maapin Rey ya kak Raisa" ucap Rey dengan mencebikkan bibirnya


"Kenapa? Rey kan gak ada salah sama kakak" ujar Raisa yang masih bingung


"Gara-gara Rey, kak Raisa jadi jatoh" ucap Rey


"Gara-gara Rey kalo abis mandi suka lari-lari" lanjutnya dengan menangis sejadi-jadinya


"Sini-sini peluk dulu" Raisa merentangkan tangannya dan langsung Rey menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Raisa


"Udah gapapa, udah gak sakit lagi kok. Lain kali abis mandi keringin dulu badannya ya" nasehat Raisa


"Iya kak Raisa" balas Rey dengan sesenggukan


Oliv yang baru aja masuk kamar langsung disuguhkan dengan Rey yang menangis dalam pelukan Raisa.


"Masih sakit sa?" Tanya Oliv yang sudah duduk dipinggir tempat tidur


"Udah enggak, udah gue kasi koyo tadi" ucap Raisa sambil mengelus rambut Rey dengan pelan.


Tak lama kemudian mereka berdua tak lagi mendengar tangisan maupun sesenggukan dari Rey, tenyata ia sudah terlelap karena habis nangis.


Oliv memindahkan Rey dari pelukan Raisa lalu membaringkannya di atas bantal. Matanya yang sembab, hidung yang merah dan pipi chubby nya yang sedikit memerah itulah wajah Rey kalo sehabis menangis.


Oliv dan Raisa pun merasakan lelah, Raisa yang lelah karena terus memeluk Rey dan Oliv yang lelah karena sehabis pulang bersama Rey tadi, jadi mereka berdua memutuskan untuk ikut berbaring dan mulai memejamkan mata bersama Rey.


**


Tbc


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMENT YAA GUYS...

__ADS_1


__ADS_2