Stray Baby

Stray Baby
Part 5~ Kalung Berlian


__ADS_3

"Aku bisa jelaskan ke kamu siapa anak ini, yang jelasnya ini bukan anak aku" ucap Naufal tenang namun dibalik wajah tenangnya ia masih ingin mempertahankan hubungannya.


"Gak! Aku gak menerima pengakuan dari kamu dan aku gak mau lagi mendengar penjelasan dari kamu. Aku rasa hubungan kita sampai disini saja" ucap Nadya lantang


Nadya berjalan meninggalkan Naufal namun langkahnya terhenti dan kembali menghadap Naufal. Tiba-tiba Nadya berjalan ke arah Naufal kemudian melepaskan kalung pemberian dari Naufal saat merayakan Anniversary ke1 tahun hubungan mereka.


Nadya mengambil dan membuka tangan Naufal, lalu meletakkan kalung itu di genggaman Naufal. Naufal merasa tersakiti karena Nadya mengembalikan pemberian darinya, dia merasa tak dihargai sama sekali.


"Aku kembalikan lagi kalung itu" ucap Nadya


"Bukannya kamu pernah bilang kalo kamu suka dengan kalung ini? Ambil dan pakai Nadya!?" Ucap Naufal dengan tegas


"Aku gak butuh kalung itu lagi" desis Nadya


"Baiklah, jika itu kemauan kamu. Mulai sekarang kita putus!!" Ucap Naufal dengan memandang Nadya dengan tatapan tajam. Sedangkan yang ditatap tiba-tiba gelagapan lalu membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Naufal.


Naufal melihat kalung di dalam genggamannya, lalu ia berpikir. Kalo dijual berapa ya? Lumayan bisa buat bayar kontrakan tanya Naufal dalam hati


Dengan perasaan yang tenang, Naufal menuju motornya dan meninggalkan taman. Tujuannya sekarang adalah, toko berlian.


Sesampainya ia di toko berlian, Naufal memarkirkan motornya lalu langsung masuk ke dalam toko tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya cece yang menjual serba serbi perhiasan


Naufal mengeluarkan kalung tadi dari dalam saku celananya lalu meletakkan di atas etalase.


"Saya mau menjual kalung ini, kira-kira dapat harga berapa? Tanya Naufal


"Tunggu sebentar ya" ucap cece dengan membawa kalung tersebut


Tak lama kemudian cece tadi menghampiri Naufal "kalung ini berlian asli, saya letak harga 8,5 juta" ucap cece


"Kenapa gak genap 10 juta ce?" Tanya Naufal


"Itu kamu punya kalung, ada satu berlian yang hilang jadi saya kurangi harganya" jelas cece


"Oke, saya terima dengan harga yang cece tetapkan" ucap Naufal finally


"Tunggu sebentar ya"


Naufal menunggu untuk yang kedua kalinya, Naufal menunduk dan melihat Rey yang ntah sejak kapan udah tertidur nyenyak.


"Ini uangnya" intrupsi cece yang mengalihkan pandangan Naufal dari Rey. Kemudian Naufal mengambil amplop coklat itu lalu keluar dari toko tersebut dengan tak lupa mengucapkan terima kasih.


Setelah membayar parkir, Naufal menarik gas motornya dan meninggalkan parkiran itu. Tanpa Naufal sadari, Nadya daritadi bersembunyi untuk mengikutinya dan Nadya baru tau bahwa harga kalung berlian pemberian Naufal harganya sangatlah fantastis. Sial! jika ia tau kalo itu berlian asli mana mungkin ia akan mengembalikan kalungnya.


"Tetapi, untuk apa Naufal menjual kalung tersebut? Dan uang sebanyak itu untuk ia apakan?" Gumam Nadya, lalu meninggalkan tempat persembunyiannya.


-


Gue dan Raisa baru saja sampai di rumah beberapa menit yang lalu setelah terjebak macet yang cukup panjang dikarenakan adanya ban depan mobil penggiling semen terjerembab ke dalam lubang, langsung menghempaskan badannya di atas sofa.


"Akhirnyaa, sampe juga di rumah. Duhh pegel banget badan gue kelamaan duduk" oceh Raisa seraya merentangkan kedua tangannya guna melemaskan ototnya yang berasa kaku karena duduk di jok mobil satu jam setengah lamanya.

__ADS_1


"By the way, rumah kok sepi ya?" Raisa bingung dengan keadaan rumah yang sepi dan sebelumnya pintu utama dikunci.


Cklekk!


Gue dan Raisa mengalihkan pandangan ke pintu, tampaklah Naufal yang baru datang dengan gendongan bayi di badannya yang ditebak ada Rey disana.


"Darimana aja lo?! Pake bawa-bawa Rey segala, lo tau kan Rey masih kecil, kalo dia sakit gimana? Lo mau ngurusin dia?!" Semprot Raisa yang melihat Naufal berjalan menuju sofa.


"Sstt.. lo bisa diem gak sih?! Rey lagi tidur" ucap Naufal


Gue berdiri lalu menuju ke Naufal "Rey nya siniin, biar gue pindahin ke kamar" ucap gue sambil mengangkat Rey pelan


"Darimana aja lo tadi?!" Tanya Raisa kembali saat gue berjalan ke kamar


"Gue bawa Rey jalan-jalan doang, biar dia gak bosen" ucap Naufal ketus


"Dimas juga kemana?!" Raisa yang masih melontarkan pertanyaan yang membuat Naufal seperti tersangka


Tepat Naufal ingin menjawab tiba-tiba Dimas muncul di balik pintu, lalu duduk di sofa dengan santai seakan-akan ia tak melakukan hal yang fatal.


"Panjang umur lo dim dim, noh lu dicariin sama Raisa" sahut gue yang baru aja keluar dari kamar, lalu duduk di sofa


"Wahhh tumben ngumpul sore-sore, ada apaan nih?" Tanya Dimas dengan girang


"Darimana aja lo?!" Raisa melontarkan pertanyaan yang sama dengan nada ketus


"Santuy sist, gue baru balik ini" ucap Dimas


"Ngeles aja lo!?" Ucap Raisa sambil bersedekap dada


-


Hingga malam menyapa, kami duduk berkumpul lagi di ruang tengah setelah makan malam dengan Rey yang ikut serta bersama kami.


"Gaes, gue penasaran deh apa alasan dibalik semua ini. Maksud gue, apa alasan orang tua Rey yang sengaja menitipkan anaknya ke kita" jelas gue sambil menatap Rey dalam gendongan Dimas.


Yang lainnya pun ikut menatap Rey dengan perasaan yang berbeda. Gue gak menyalahkan kedua orang tuanya, tetapi apa alasannya.


"Gue juga merasa begitu. Gimana kalo kita cari informasi tentang kedua orang tuanya?" Usul Dimas


"Mau mulai darimana kita cari informasi?" Naufal menyahut


"Ohya, kita kan hidup bertetangga pastinya ada dong dari salah satu tetangga kita ngeliat orang yang meletakkan Rey di depan pintu?" Ucap Raisa yang membuat lainnya terdiam.


Benar juga, kenapa dari awal gak berpikir kesana?


Dimas menjetikkan tangannya "wah bener juga tu, gak mungkinkan dari salah satu mereka yang gak ada yang lewat-lewat sini?" Ucap Dimas membenarkan sedangkan yang lainnya hanya mengangguk.


Saat keadaan sedang hening tiba-tiba Raisa memecahkan keheningan dengan pertanyaan yang membuat gue pusing tujuh keliling "Ohya, bentar lagi tanggal bayar kontrakan. Lo pada gak lupa kan?" Tanya Raisa dengan hati-hati


Gue menghela nafas "gue gak lupa, tapi sampe saat ini gue belum juga dapet pinjaman uang buat patungan" jawab gue lesu


Gue dan Raisa menghela nafas bersama. Tiba-tiba saja Dimas berdiri lalu berjalan menuju kamarnya ntah ada apa dengan anak itu. Saat Dimas kembali, ia menenteng amplop coklat.

__ADS_1


Begitu di depan kami, Dimas meletakkan amplop tadi di atas meja dengan senyuman yang merekah.


"Apaan nih?" Tanya gue


"Tadi sore itu gue dapet job dari Rian. Gue dan tim gue ikut turnamen dan tim gue menang. Ini hasilnya, lumayan buat nambah-nambah" jelas Dimas pelan dan lembut seakan ia tau keadaan sekarang gak pas buat bercanda.


Naufal yang sedari tadi hanya diam juga tiba-tiba merogoh saku celananya dan mengeluarkan amplop coklat kemudian diletakkannya di atas meja tepat samping amplop Dimas.


Gue dan Raisa menatap heran keduanya, bagaimana bisa?


"Lu dapet darimana?" Tanya Dimas


"Minjem sama temen" jawabnya singkat


"Yakin lu?" Dimas mengangkat sebelah alisnya


"Yaiyalah, kenapa lo?" Naufal merasa heran


"Sorry nih ya, gue tadi sore ada ngeliatin elu di taman bareng cewek. Cewek elu?" Tanya Dimas yang membuat Naufal terdiam


"Mantan gue tepatnya" ucap Naufal tegas namun santai


Gue dan Raisa kaget. Jelas banget kaget, Naufal yang dingin dan cuek ini punya cewek?


"Lo..lo punya cewek? Sejak kapan?" Raisa terbata-bata


"Sejak kelas 11" ucap Naufal santai


"What?! Lo gak ngarang cerita kan?" Tanya gue gak percaya


Sebelum Naufal menjawab, Dimas terlebih dahulu memotong "whoa, dia gak ngarang cerita sa ini real dia punya cewek dan sekarang udah jadi mantan. Ye gak fal?" Ucap Dimas seraya menaik-turunkan alisnya


"Ck! Kok lo tau sih?" Tanya Naufal


Dimas tertawa "makanya kalo mau ketemuan itu ditempat yang aman dong, lah ini di taman. Lo tau gak, taman yang biasa buat lo ketemuan sama cewek lo ups sorry mantan lo itu deket sama cafe biasa gue turnamen? Jangan bilang lo lupa?" Ucap Dimas yang masih betah tertawa


Ahh! Kenapa gue bisa lupakan itu? Ucap Naufal dalam hati


Dimas menepuk-nepuk pundak Naufal "udah deh fal, ngaku aja lo. Gue juga udah liat drama-drama kalian tadi hahah" ucap Dimas yang satu ini membuat Naufal menjadi tegang


"Dan gue tau, uang yang lo dapatkan ini dari kalung berlian yang lo jual kan? Ngaku ajalah fal gapapa" terungkap sudah rahasia yang ia simpan sejak lama hanya karena mulut lemesh teman somplak nya ini.


"Iya iya gue ngaku" Naufal pasrah.


"Udah-udah kasian tuh Naufal mukanya merah banget hahah" tawa Raisa yang diikuti gue dan Dimas


"Yaudah, makasih ya buat kalian berdua dengan muka-muka kalian yang begitu masih ingat dengan tanggung jawab atas rumah ini" ucap gue dengan memandang wajah Dimas dan Naufal satu persatu


Dimas dan Naufal hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Belum lama hening tiba-tiba Rey menangis, mungkin dia mengantuk yang tak terasa sekarang jam udah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


Gue berdiri lalu mengambil Rey dari Dimas "gue duluan ya, Rey ngantuk" ucap gue yang disusul Raisa dari belakang


**

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE DAN KOMEN YA GAESSSS!!


__ADS_2