
LIKE DULU DONG
-
"Hai, bagaimana kabarmu?" ucap Bryan yang baru datang menghampiri meja Bram
Saat ini mereka sedang berada di sebuah restoran Tiongkok, tadi pagi Bram menelpon untuk mengajak Bryan bertemu
"Sangat baik, bagaimana juga kabarmu?" tanya Bram
"Tentu saja aku baik, kau tidak liat buktinya aku bisa datang ke sini" jawabnya
"Kau ingin memesan apa?" tanya Bram saat waiters restoran itu datang menghampiri meja mereka
"Aku pesan tangsuyuk dan lemon tea saja" ucapnya kepada waiters yang berdiri di sebelahnya
"Kalau aku jjangppong dan lemon tea juga" ucap Bram
Setelah waiters itu pergi mereka pun melanjutkan obrolan sampai makanan tiba dan mereka sibuk dengan makanannya masing masing.
-
Di lain tempat, Naufal, Dimas, Raisa dan Oliv sedang menuju rumah Bryan. Sepertinya mereka memang akan melaksanakan ide gila Dimas kemarin.
Mereka sengaja tidak menaruh mobil tepat di perkarangan rumah Bryan, mereka menaruhnya di sebuah taman yang ada tak jauh dari rumah Bryan.
__ADS_1
Mereka pun memasuki halaman rumah yang cukup luas. Jika kalian bertanya dimana satpam yang menjaga pagarnya, tadinya ada tapi dengan akting Raisa dan Oliv yang berpura-pura menjadi sales minuman dan menawarkan minuman yang berisi obat sakit perut, alhasil membuat satpam itu pergi ke toilet. Saat satpam itu pergi, mereka pun langsung masuk ke perkarangan rumah Bryan. Rumah ini banyak dilengkapi beberapa cctv di setiap sudut, tapi mereka tidak peduli. Toh bagaimanapun juga mereka tetap akan ketahuan nantinya.
Mereka sengaja tidak melewati pintu depan, tapi mereka melewati pintu belakang. Karena mereka yakin kalau Bryan pasti menaruh Rey di belakang. Ntah itu di kamar, dapur, atau mungkin di ruangan yang tak mungkin terpikirkan oleh kami seperti, ruang bawah tanah.
Saat mereka sudah berhasil menyelinap masuk ke dapur, untung saja tidak ada siapa pun di sana, jadi mereka lebih leluasa untuk mencari Rey.
"Hey, siapa kalian?!!" teriak seorang lelaki bertubuh kekar dengan berpakaian serba hitam yang baru masuk ke dapur dengan suara yang sedikit menggema
"Sedang apa kalian disini?! kalian mau mencuri ya?!" tanya pria itu lagi. Mereka pun hanya diam seperti pencuri yang tertangkap basah
Tiba tiba datang lagi dua orang seperti pria ini, mungkin mereka mendengar pria ini berteriak tadi.
Saat ketiga pria itu maju, Dimas dan Naufal pun langsung meninju mereka, terjadilah perkelahian antara Naufal, Dimas dan ketiga pria itu.
Sementara Oliv dan Raisa, mereka berdua langsung meninggalkan mereka yang sedang baku hantam di dapur dan memilih untuk mencari Rey lagi. Mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu, yang mereka mau Rey ada di hadapan mereka.
Saat Dimas dan Naufal sibuk melawan ketiga pria itu. Tiba tiba salah satu dari tiga pria itu pergi, yang mereka tau pria itu pergi ke lantai atas karena mereka berdua sempat melihat pria itu menaiki tangga.
-
"Apa!! Bagaimana bisa?" ucap Bryan pada seseorang berada di sebrang telponnya sambil menatap tajam ke arah Bram
"Baiklah saya segera kesana, jangan sampai mereka pergi" ucap Bryan lagi pada telponnya
"Ada apa?" tanya Bram dengan santai setelah melihat Bryan meletakan hpnya.
__ADS_1
"Jangan berpura-pura tidak tahu. Kau yang merencanakan ini semua kan?!! Seharusnya dari awal aku sudah tau, aneh saja tiba tiba kau mengajakku bertemu di saat anakmu aku sekap di rumah ku!" ucap Bryan sedikit marah dan langsung beranjak pergi ke dari restoran itu
-
"Rey!!" teriak Oliv saat pintu ruang bawah tanah itu terbuka. Oliv dan Raisa pun langsung memeluk Rey yang sedang duduk di pojokan ruangan. Rey benar benar terlihat kacau, matanya yang sembab dan badannya yang terlihat kurus.
Rey yang menyadari kedatangan kedua kakaknya itupun langsung menangis dan membalas pelukan mereka.
Tiba tiba Naufal dan Dimas juga datang, rupanya mereka berhasil melumpuhkan dua pria tadi. Tapi tidak dengan pria yang satu lagi, ntah kemana pria yang satu itu. Naufal memberikan isyarat ke Dimas untuk segera meakhiri acara peluk-pelukan tadi lalu mereka akan segera pergi dari sini sebelum orang suruhan Bryan datang.
Mereka pun bergegas keluar dari rumah itu dengan Rey yang tak henti hentinya menangis di gendongan Oliv, mungkin karena Rey takut dan ntah apa yang telah mereka lakukan ke Rey sampai Rey takut begini.
Pada waktu yang bersamaan, sebuah mobil hitam mengkilap melaju cepat ke arah mereka, tapi semakin dekat mobil itu semakin mengarah ke arah Oliv dan Rey membuat mereka yang lainnya berteriak agar mereka menjauh.
Naufal yang menyadari mobil itu melaju ke arah Oliv dan Rey dengan segera mendorong mereka,
"OLIV, AWASSS!!" teriak Naufal sambil mendorong kasar Oliv serta Rey yang ada di gendongan Oliv.
"NAUFAL!!"
"BANG NAUFAL!!" Teriak mereka bersamaan
BRAKKKKK!!
-
__ADS_1
MENCIUM BAU BAU ENDING NIH...
GIMANA SERU GAK PARTNYA??