Stray Baby

Stray Baby
Part 43 ~ Pengaruh Kecil Membuat Perubahan Besar


__ADS_3

"Yah, jadi Rey gimana?" tanya Naufal saat mereka sedang duduk santai di depan tv. Jika kalian bertanya dimana Lidya, seharusnya beliau ada di sini bersama mereka. Tetapi tiba tiba beliau mendapat telpon bahwa di cabang butiknya mengalami kendala. Awalnya wanita itu tidak mau pergi karena tidak ingin melewatkan waktunya bersama Naufal, tapi Naufal memaksa bundanya untuk pergi dan menyelesaikan masalah yang ada di butiknya itu. Naufal juga berjanji kalau ia akan pergi setelah bundanya pulang.


"Ayah bingung fal, apa lebih baik ayah menyerahkan Martinez Group ke om Bryan?" tanya Bram


"Apa ayah yakin dengan ini?" tanya balik Naufal


"Ayah juga tidak tau. Ayah hanya ingin hidup tenang dengan keluarga kecil yang ayah bangun dengan susah payah, mungkin hanya dengan cara ini Bryan tidak akan mengganggu ayah dan keluarga kita lagi" ucap Bram parau


"Ayah benar, tapi ayah harus benar benar yakin dengan keputusan ayah. Naufal percayakan semuanya kepada ayah, apapun itu keputusan ayah Naufal tetap dukung" ucap Naufal lalu memeluk ayahnya


-


Hari sudah menjelang malam, Naufal baru saja sampai di rumahnya alias rumah nya dan rumah ketiga sahabatnya.


"Hai semua" ucap Naufal yang bergabung duduk di ruang tv. Dimas, Oliv, Raisa sedang menonton film di televisi


"Gimana? Ketemu gak lo sama bunda?" tanya Oliv.


"Ketemu dong" ucap Naufal sambil tersenyum membuat ketiganya pun ikut tersenyum melihat Naufal tersenyum. Karena mereka jarang sekali melihat Naufal tersenyum seperti itu, bisa dibilang senyumnya Naufal itu 'Limited Edition'


"Ohiya, tadi ayah bilang kalau dia bakalan ngelepaskan Martinez Group dan memberikannya kepada om Bryan" Naufal membuka suara lagi


"Kenapa bisa?" tanya Raisa yang terkejut mendengar hal itu


"Kata ayah mungkin dengan cara ini om Bryan gak akan mengganggu kami lagi" Jawab Naufal


"Tapi sayang banget perusahaan besar itu harus dilepas" ucap Dimas


"Iya fal, apalagi Martinez Group banyak cabangnya di luar negeri" tambah Oliv


"Iya sih.. tapi gue gak bisa ngebantah apa mau ayah. Mungkin ini yang terbaik" ucap Naufal yang diangguki ketiga sahabatnya. Sebenarnya Naufal sendiri begitu tidak yakin dengan keputusan ayahnya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


-

__ADS_1


Saat ini mereka berempat sedang berada di rumah Naufal, karena tadi pagi bundanya Naufal menelpon untuk menyuruh Naufal membawa teman temannya karena bundanya masak banyak hari ini.


"Selamat siang tante" ucap Oliv sopan lalu menyalimi bunda Naufal yang diikuti juga oleh Raisa dan Dimas


"Siang semua" ucap Lidya. Mereka pun hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ayah mana bun?" tanya Naufal


"Lagi mandi, sebentar lagi turun" ucap bundanya


"Makasih ya semuanya, udah jagain Naufal selama ini" tambah Lidya yang tak henti hentinya tersenyum.


"Iya tante, sama-sama" jawab Dimas


Cukup lama mereka berbincang, akhirnya Bram turun dengan baju santainya.


"Apa kabar semuanya? Om belum sempat memperkenalkan diri sebagai ayahnya Naufal kemarin" ucap Bram yang baru datang.


"Raisa ini, pegawainya ayah di Martinez Group" ucap Naufal saat Raisa menyalami tangan Bram.


"Oh ya? pantas saja saya seperti tidak asing dengan kamu" ucap Bram


"Hehe iya om. Sebuah kehormatan bisa bertemu om disini sebagai orang tua sahabat Raisa, bukan sebagai atasan Raisa" ucap Raisa yang membuat mereka tertawa termasuk Lidya dan Bram.


"Kalau Raisa cocok dengan ayah, berarti Oliv cocok dengan bunda" ucap Naufal tiba tiba. Membuat mereka semua pun heran dengan ucapan yang dilontarkan Naufal secara tiba tiba.


"Oliv ini desainer bun, dia juga pernah menjadi desainernya butik tante Shanaz sahabatnya bunda itu" tambah Naufal


"Oh iya? Tante Shanaz? Bunda sempat ragu loh tante Shanaz itu dapat rancangan dari mana, ternyata ini toh desainernya" ucap Lidya yang sedikit heboh


"Hehe, tante juga desainer ya?" tanya Oliv


Lidya mengibaskan tangannya "Gak, tante cuman punya butik aja. Kita bisa loh kolaborasi kalau kamu jadi desainer di butik tante" ucap Lidya

__ADS_1


"Nama butik bunda 'Librana Fashion' " ucap Naufal yang lagi-lagi membuat ketiga sahabatnya takjub tak percaya


"Serius?! Bukannya Librana Fashion itu butik terkenal dan mempunyai banyak cabang di luar negeri?" tanya Dimas yang mulai heboh


"Ah jangan terlalu berlebihan" ucap Lidya. Eitss! Tapi yang dikatakan Naufal memang benar kalau butik Lidya ini sudah terkenal dimana mana, makanya tidak terlalu asing ditelinga mereka.


Setelah asik berbincang, Lidya pun mengajak mereka untuk makan. Karena bi Sumi sudah selesai memasaknya yang tentunya dibantu Lidya, Oliv dan Raisa.


Mereka makan dengan tenang sesekali Dimas juga melontarkan candaannya. Mereka juga seperti sudah terbiasa dengan situasi di rumah ini, tidak terlalu canggung lagi seperti saat pertama kali mereka datang tadi. Menurut mereka keluarga Naufal adalah keluarga yang humble dan mudah menerima orang asing.


-


Hari pun sudah semakin sore. Setelah selesai makan, mereka pun kembali duduk di ruang tv, tak lupa pula cemilan dan minuman yang menemai obrolan mereka.


"Jadi yah? Rey gimana?" tanya Naufal


Lidya yang mendengar itupun perlahan matanya memanas. Lidya sebenarnya sangat rindu juga kepada Rey, tapi ia tidak bisa melakukan apapun. Naufal melihat bundanya yang akan menangis, dengan segera ia memeluk bundanya.


"Kita harus selamatkan Rey" ucap bundanya parau


"Maaf om, tante kalau boleh saya kasih saran. Gimana kalau kita langsung menjemput Rey kesana, tapi dengan strategi" ucap Dimas


"Seperti menculik Rey dari mereka?" tanya Bram


"Iya om" jawab Dimas


Bram pun mulai memikirkannya, benar juga apa yang dikatakan Dimas. Mereka pun mulai meyakinkan Bram kalau saran Dimas adalah saran yang benar. Mereka juga bilang kalau Bram mempunyai banyak anak buah, jadi akan dengan mudah untuk melancarkan aksi untuk membantu mereka mengambil Rey kembali.


-


Yuhhuu.. gimana partnya?? seru gak.


JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE and COMMENT YAA GUYS...

__ADS_1


__ADS_2