
"Jadi gimana langkah selanjutnya?"
Terdengar helaan nafas "Sepertinya kita harus melaporkan ke pihak kepolisian" ucap Naufal
"Dengan mengajukan plat mobil itu?" Tanya Dimas
Naufal mengangguk "Iya, kita harus mengajukan plat mobil itu juga"
Oliv dan Raisa hanya menyimak dan mengangguk tanda mengerti.
-
"APA-APAAN INI?!!"
Bram menggebrak meja kerjanya hingga kaca yang melapisi diatasnya menjadi retak.
"KENAPA MENJADI SEPERTI INI?!!"
Rio yang melihat atasannya murka seperti ini hanya bisa diam hingga Bram menyudahi semuanya.
"BERANI-BERANINYA DIA MENYENTUH ANAKKU!!"
Bram memejamkan matanya untuk meredam emosinya. Ia menghela nafasnya dengan kasar lalu ia menatap tajam pada Rio yang berdiri tepat di depannya dengan wajah yang datar.
"Bagaimana bisa ia melanggar janjinya padaku?!" tanya Bram yang sudah sedikit tenang
"Menurut info yang diberikan, setelah penjaga yang bertugas mengawasi di daerah sekitar rumah pak Bryan berhasil menyimpan alat sadap di dalam rumahnya, termasuk dengan ponsel para bodyguard pak Bryan yang sedang bertugas di dalamnya.
Saat itu ada salah seorang yang bernama Ben yang sedang menghubungi pak Bryan dan melaporkan bahwa bodyguard yang menjaga anak bapak selama dua hari yang lalu diperintahkan untuk pulang dengan alasan untuk berganti shift.
Ternyata dibalik perintah itu ada maksud yang terselubung, mereka sudah berencana untuk menyakiti anak bapak agar bapak cepat menyerah
Kami juga mendapatkan informasi bahwa bodyguard yang mendapat perintah tersebut, memperlakukan anak bapak dengan baik" jelas Rio panjang lebar
Emosi Bram sudah mencapai hingga ubun-ubun, ia rasa ia harus cepat melakukan taktik yang sudah ia rancang sebelumnya.
-
__ADS_1
Rey terbangun dari tidurnya, ia melirik jam yang menempel di dinding ternyata sudah pagi. Sebelum ia beranjak dari tempat tidurnya, ia mengucek matanya pelan dan menyempatkan untuk meneguk air putih yang tersedia di atas nakas.
Dikarenakan pagi ini diguyur hujan yang lumayan lebat, jadi Rey hanya membasuh wajahnya. Lalu ia kembali duduk di sisi tempat tidurnya.
Lagian siapa juga yang mau mandi di saat hujan, pagi-pagi pula..
Biasanya jam segini Alex-bodyguard yang sudah ia ketahui namanya itu mengantarkan sarapan untuknya, lima belas menit telah berlalu tetapi Alex belum juga menampakkan batang hidungnya.
Semalam Rey tak sempat makan malam karena ia sudah sangat mengantuk, jadilah pagi ini ia merasa lapar. Rey memegang perutnya yang kecil dengan tangannya yang mungil dan mengelus secara perlahan dengan harapan dapat mengajak perutnya untuk kompromi sembari menunggu Alex datang dengan membawa makanan.
Ceklek
Sepertinya harapan Rey terkabul dengan cepat, Rey turun dari kasurnya lalu berdiri tak jauh dari pintu kamar dengan senyuman yang mengembang. Perlahan namun pasti pintu kamar terbuka dan menampakkan seseorang yang membuat Rey sedikit terkejut
Senyuman Rey perlahan menghilang saat melihat siapa yang datang, harapannya untuk sarapan seperti biasanya pun telah sirna dan sepertinya selera makannya pun telah hilang begitu saja.
Pria yang berada di depan kamar yang saat ini Rey tempati, datang dengan wajah yang datar namun terkesan menyeramkan jika dilihat pada anak seusia Rey. Ia memang membawa sarapan untuknya tetapi tak sesuai ekspektasi Rey.
Di dalam ekspetasi Rey, Alex datang membawa nampan yang berisi nasi goreng plus telur ceplok, lalu ada roti bakar dan susu vanilla seperti hari-hari sebelumnya. Tetapi hari ini jangankan untuk menu sarapan seperti harapannya, yang datang menghampirinya hari ini saja sudah membuat Rey merasa sedikit kecewa.
Kenapa om ini yang datang?
Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di benak Rey. Rey sedikit tersentak saat Ben berdehem karena sedari tadi Rey hanya menatap lurus kedepan.
"Kok om yang datang? Om Alex kemana?" Tanya Rey
"Kamu tak perlu tau, sekarang sarapan!" Ben menyerahkan nampan yang ia bawa tepat di hadapan Rey, dengan refleks Rey mundur kebelakang karena nampan tadi hampir saja mengenai wajahnya.
Rey masih terdiam dan dengan ragu ia mengambil nampan tadi. Ia sempat melihat menu sarapannya hari ini, nasi putih beserta telur ceplok dan segelas air putih. Rey tersenyum miris tetapi ia tetap bersyukur setidaknya ia tak hanya makan nasi dengan garam.
Ben yang melihat Rey memperhatikan nampan tadi pun dengan segera ia menutup pintu kamar dengan kasar dan membuat Rey sedikit terkejut.
Selepas kepergian Ben tadi, Rey membawa sarapannya ke atas meja yang ada dikamar. Seperti sebelumnya juga, ia membaca do'a sebelum makan lalu meneguk sedikit air baru ia melahap makanan yang ada di depannya.
Setelah makan, Rey berdiri di depan jendela yang memperlihatkan mobil, motor bahkan angkutan umum yang masih berlalu lalang di bawah lebatnya hujan.
Tangan mungil Rey menyentuh permukaan jendela,
__ADS_1
Dingin
Itulah yang Rey rasakan saat menyentuh kaca jendela. Dengan perlahan ia mengusap kaca tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.
Sebagian orang ada yang mengatakan bahwa,
Hujan itu dapat mengingatkan kita dengan seseorang bahkan sampai merindukan seseorang tersebut.
Dan benar adanya, kini Rey yang merasakan. Rey memanglah anak kecil, tetapi tidak dengan jiwanya.
Rey merindukan kakak dan abangnya.
Rey tak mau disini,
Ia juga tak tau kenapa orang-orang diluar sana membawanya kesini.
Ada apa sebenarnya?
-
Raisa dan Oliv sedang duduk menghadap ke jendela yang menyaksikan hujan lebat di pagi hari. Rencana mereka pada hari ini sepertinya akan diundur beberapa jam kedepan.
"Kira-kira hujannya lama gak ya?" Tanya Raisa
"Biasanya kalo hujan pagi-pagi agak awet, apalagi dari semalem udah mulai hujan terus ada petir juga" jawab Oliv
Hujan pagi ini terlalu awet, kenapa awet?
Karena hujan ini dari semalam pukul tujuh lebih, dan hingga tengah malam hujan menggelar dengan segala petirnya dan sampailah pagi ini, meskipun petir tak ada lagi tetapi hujan masih saja lebat.
"Kalo hujan mulu, ntar kita gak bisa ke kantor polisi" ucap Raisa dengan lesu
Oliv memegang pundak Raisa lalu mengelus perlahan "Tunggu aja, lagian kantornya gak bakal lari kemana-mana kok" ucap Oliv terkekeh
Raisa yang mendengar lelucon dari Oliv pun terkekeh, setidaknya ia merasa terhibur karena ada Oliv disisinya.
**
__ADS_1
Double Up dong khusus untuk penanti STRAY BABY...
JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMENT YAA...