
ADA 10 CAFE ROMANTIS DI JOGJA NIH. DAN NOMOR 5 PASTI KAMU TAHU BANGET!
Gebetan kalian ingin kamu ajak ke sebuah café romantis di Yogyakarta? Atau kalian ingin merayakan moment spesial bersama dengan pacar atau gebetan? Atau bahkan ingin mengulang masa-masa kembali bersama mantan terindah? Ah apapun itu jika kalian ingin menentukan suatu café yang bisa kalian nikmati momennya bisa nih kalian lihat café berikut.
Kali ini aku kembali mencari informasi di internet. Bukan tentang tips rumah tangga harmonis, melainkan informasi kafe romantis di Yogyakarta. Rencananya jam makan siang nanti, aku memberikan kejutan kecil untuk Nazneen.
Memastikan bisa atau nggak Nazneen makan siang denganku, aku WA dia terlebih dahulu.
My Wife Nazneen
Online.
Bagus, dengan gitu chatku nggak lama dibalas.
Nanti siang sibuk nggak? Maksi bareng yuk. Bisa?
Langsung muncul dua centang biru.
My Wife Nazneen
Sedang mengetik...
Sesaat kemudian pesannya muncul.
Bisa kok. Maksi di mana?
Aku membalas pesannya lagi.
Nanti aku sharelock ya. See u.
"Le, dipanggil Mami Gia ke ruangannya tuh!" ucap Luthfi.
Hah? Ada apa Mami Gia memanggilku ke ruangannya lagi?
"Ngapain gue disuruh ke sana?"
"Ya mana gue tau. Lu naik jabatan kali. Secara lu kan karyawan kesayangan Mami Gia," lanjut Luthfi dengan nada mengejek.
"Gimana Mami nggak sayang ma dia, dia ka satu-satunya yang bisa digoda buat jadi selingkuhan."
"Kalau Mami mau selingkuh, mending sama gue aja. Mumpung masih jomlo. Daripada sama laki orang."
Huft, aku mendesah napas berat. Lagi-lagi karyawan lain julid. Daripada mendengarkan julidan mereka, aku bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke ruangan Mami Gia.
***
Ketika masuk ke ruangan Mami Gia, entah mengapa suhu AC lebih panas dari biasanya. Apa karena jantungku berdegup kencang efek melihat ekspresi tegang Mami Gia? Firasaatku mengatakan terjadi hal buruk.
__ADS_1
"Ada apa ya Mi, Manggil saya ke sini?"
"Aduh, saya juga bingung harus mengatakan hal ini atau nggak ke kamu. Satu sisi saya nggak mau ngucapin hal ini, sisi lainnya mengatakan harus diucapkan. Semakin dipendam semakin tersiksa. " Ucapan Mami Gia terhenti cukup lama.
Hatiku semakin dibuat penasaran olehnya. "Ucapin aja, Mi. Saya siap kok menerima kenyataan seburuk apa pun itu."
"Saya suka sama kamu sejak kamu masuk ke kantor ini." Mami Gia langsung menunduk.
Aku terlonjak kaget, nggak percaya dengan apa yang diucapkannya. "Saya nggak denger nih? Atau Mami lagi becanda?"
"Saya serius kok, Le. Dua rius malah."
Aku geleng-geleng kepala. "Nggak mungkin. Mami kan tahu saya sudah beristri."
"Saya juga tau itu. Namun, siapa yang kuasa menolak hadirnya cinta? Sudah 4 bulan berusaha memendam, semakin kuat cinta itu tumbuh. Maka dari itu saya memutuskan rela jadi istri kedua kamu."
Sumpah, mimpi apa aku tadi malam jadi sekarang Mami Gia mengatakan rela jadi istri keduaku.
"Maaf, Mi. Saya nggak bisa. Saya mau pamit dulu. Ada janji dengan istri saya."
Aku keluar dari ruangan Mami Gia. Langsung ke tempat makan siang dengan Nazneen.
***
Dari 10 cafe romantis yang tertulis di artikel internet yang tadi kubaca, akhirya aku memutuskan memilih Pasta Signature sebagai tempat makan siang bersama Nazneen. Hanya di sini pelanggan bisa membikin nyaman pasangan dengan menyeting tempat dengan dekorasi, makanan, dessert hingga minumannya.
"Gimana? Suka?"
Nazneen mengangguk. "Banget. Kamu sweet banget sih. Makasih ya."
Dia memelukku. Rasanya nyaman banget di hati. Ternyata membahagiakan dia sesederhana ini.
"Permisi, ini pesenannya."
Menu yang aku pilih sesuai makanan favorit Nazneen, nasi goreng sosis pedas. Kami menyantap hidangan. Sepanjang makan, nggak ada obrolan apa pun. Otakku tertuju ke ucapan Mami Gia mulu.
"Kamu kenapa? Tumben diem aja. Biasanya bawel ngomel. Lagi ada masalah kantor ya?"
Sial, kok dia bisa tahu sih? Mungkin memang benar apa yang dikatakan orang bahwa firasat istri kuat. Aku ragu harus jujur atau tidak. Kalau nggak, nanti dia bisa mendengar hal ini dari orang lain.
"Begini, tadi Mami Gia bicara sama aku tentang perasaannya."
Lalu aku ceritakan ke Nazneen tentang apa yang diucapkan Mami Gia. Bodo amat dia bakal mengamuk. Setidaknya aku berusaha jujur.
Yang ada ekspresi Nazneen datar aja. Dia malah tetap melanjutkan menyuap nasi gorengnya. "Nggak kaget lagi. Aku dah yakin dia ada rasa ke kamu. Terus kamunya gimana?"
"Ya aku nggak akan berpaling darimu. Senyebelin-nyebelinnya kamu, tapi kamu adalah orang yang dikirim Tuhan untuk melengkapiku. Terus aku harus gimana? Haruskah aku resign?"
__ADS_1
"Nggak ada hak untuk memintamu resign. Menurutku kamu istikharah dulu. Meminta terbaik ke Allah."
***
Yogyakarta, 1 September 2020
Kepada
Yth. Gia Humairo
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Nalesha Wirayudha
Alamat: Jln. Mlati. Sleman Depok Yogyakarta
Jabatan: Editor Video
Dengan adanya surat ini, saya bertujuan untuk mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatan di perusahaan Bapak/Ibu terhitung pada tanggal 1 September.
Sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih sebesar-besarnya karena sudah diberikan kesempatan untuk belajar dan bekerja dengan profesional pada perusahaan Bapak/Ibu. Saya juga mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang selama ini telah diberikan baik secara tidak langsung ataupun secara langsung.
Saya memohon maaf sebesar-besarnya karena tidak lagi menjadi bagian dalam perusahaan Bapak/Ibu. Semoga perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin dapat semakin berkembang lagi.
Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan penuh kesadaran serta atas keinginan sendiri dan tanpa ada paksaan dari siapa pun.
Hormat saya,
Nalesha Wirayudha
Sejak lima belas menit lalu, aku terpaku di depan komputer menatap Ms. Word hasil ketikanku. Hati mulai ragu, kirim ke Mami Gia nggak ya? Kalau resign, aku takutnya nanti susah dapat pekerjaan sesuai passion. Namun, kantor ini sudah nggak memberi kenyamanan. Terlebih saat Mami Gia mengutarakan perasaannya.
"Hah? Lu serius mau resign, Le? Why?"
Aku ceritakan secara rinci tentang Mami Gia sekalian kegalauan.
"Wah, rumit juga ya."
"Kalau lu jadi gue, apa yang lu lakuin?"
"Keputusan yang sulit. Kalau gue jadi lu, gue tetep resign."
"Gimana abis resign lu bakal nyesel karena nggak bisa dapat kerja sesuai passion lu lagi?"
"Membahagiakan istri itu pahalanya gede. Gue percaya, Tuhan maha baik dan tau apa yang dibutuhkan umatnya. Gue yakin setelah keluar dari sini lu akan direkrut youtuber-youtuber lain. Kalau nggak ada, ya lu bikin youtube sendiri. Vlog kegiatan istri lu misalnya."
__ADS_1
Mataku berbinar mendengar saran dari Rean. Kok nggak kepikiran ya. Bismillah. Hatiku semakin mantap mengirimkan surat pengunduran diri ke Mami Gia.