
...🥀🥀🥀...
"Astaga Silfia!" Teddy mengejar Silfia, aku suka diri mu yang seperti ini!
Bugh.
Silfia jatuh ke dalam pelukan Teddy, saat tangan besar Teddy berhasil menarik pergelangan tangan kirinya dan membuat Silfia menubruk tubuh Teddy dengan tangan kanan Silfia yang berada di bahu Teddy.
Deg.
Debaran jantung Silfia berdetak lebih cepat, seakan jantungnya kini akan meloncat ke luar.
Tatapan ke duanya saling bertemu, Teddy menatap dalam bola mata indah milik Silfia, "Aku mencintai mu, sayang!" ucap Teddy dengan penuh perasaan, perlahan wajah nya mendekat dan melabuh kan bibirnya di bibir Silfia.
Roy mengerutkan keningnya, melihat pemandangan yang membuat iri para jomblo. Saat melihat Silfia dan Teddy saling berpelukan mesra dengan bibir yang menauttt, hingga lupa jika mereka masih dalam lingkungan restoran yang terdapat di hotel.
Suara deheman dari seseorang yang Teddy kenal, menyadarkan ke duanya, dengan canggung Silfia menunduk dan merasa malu.
"Ehem ehem."
"Kau ini, mengganggu saja!" sungut Teddy dengan tangan yang menggenggammm jemari Silfia.
__ADS_1
"Kan sudah ada kamar hotel, bermain lah kalian di sana. Biar tidak ada yang mengganggu!" ledek Roy.
Silfia mengadah menatap Teddy, "Kita bukannya mau ke pantai?"
"Untung saja, kau mengingatkan ku, sayang!" Teddy mengelus kepala Silfia dengan penuh kasih sayang, "Jika tidak, mungkin aku akan mendengarkan perkataan Roy! Untuk membawa mu ke kamar hehehe!" ledek Teddy.
Roy membuang nafasnya dengan kasar, "Jangan banyak bicara! Cepat sana bawa istri mu ke pantai, kalo tidak... biar aku yang membawanya!" ledek Roy dengan tatapan penuh harap.
"Enak saja kau ini! Aku pergi dulu, bro!" Teddy menepuk bahu Roy, membawa Silfia pergi bersamanya, Roy pasti hanya bergurau, mana mingkin Roy bisa menyukai Silfia.
Deburan ombak pantai, putihnya pasir pantai, warna birunya air laut, melengkapi indahnya pantai Bali.
Tangan kiri Teddy menenteng sendal yang tadi ia kenakan, sedangkan tangan kanan Silfia menenteng flat shoes yang tadi ia kenakan.
"Aku sangat bahagia, Fia... akhirnya aku bisa bersama dengan mu. Kamu tahu, waktu aku mengantar mu ke jalan xxxx dan ternyata itu adalah tempat untuk catatan sipil, alis tempat orang mengurus akte perikahan. Nyali ku langsung ciut, di tambah kamu juga tidak mau menjelaskan apa pun pada ku!" terang Teddy dengan mata yang menatap deburan ombak yang menyapa kakinya.
"Pasti kamu berfikir jika aku akan menikah, gitu kan?" tanya Silfia dengan menoleh ke arah Teddy, menatap wajah Teddy dari samping, tampak jelas garis wajah tegas pria yang kini berstatus kan suaminya.
"Kamu sudah tahu itu, aku tidak perlu menjawab nya kan? Tapi dari mata mu... aku melihat ada ke sedihan, jadi aku putuskan untuk mengutus seseorang untuk memastikan apa yang kamu lakukan di tempat itu." terang Teddy.
Silfia membuang nafasnya dengan berat, "Apa sejauh itu untuk kamu memastikan apa yang terjadi pada ku? Sampai menyuruh seseorang untuk memastikan apa yang aku lakukan?"
__ADS_1
"Tentu saja, secara aku sudah mengutarakan isi hati ku pada mu, tapi jawaban mu sungguh datar dan tidak terkejut. Apa jangan jangan kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan ku sebelumnya?" tebak Teddy.
Deg deg.
Degup jantung Silfia berdetak kencang, ingin rasanya ia berlari mengikuti ombak yang terus berkejaran satu sama lain.
Silfia tampak merona, langsung memalingkan wajahnya dari Teddy.
Teddy menghentikan langkah kakinya, membuat Silfia yang ada dalam genggaman tangannya pun ikut berhenti.
"Ada apa? Kenapa berhenti?" tanya Silfia dengan kening mengkerut, berusaha menetralkan degup jantungnya.
Grap.
Teddy memeluk erat tubuh Silfia.
"Aku mencintai mu!" seru Teddy, "Jangan pernah ragu untuk mengatakan isi hati mu! Karena saat ini, aku akan selalu ada untuk mu!"
...🥀🥀🥀 Tamat 🥀🥀🥀...
...🍂🍂🍂🍂...
__ADS_1