
...🥀🥀🥀...
"Pelan pelan dong sayang makan nya, aku tidak akan memakannya ko, jika kamu tidak mengizinkan aku untuk menjamahnya!" ledek Teddy kembali.
Silfia menatap Teddy dengan melotot, "Beruang! Kamu ini suka sekali menggoda ku sih!" Silfia mengerucutkan bibirnya.
"Sudah jangan ngambek, kamu tau tidak, kamu itu sangat menggemas kan... saat mengerucutkan bibir mu, bibir mu tampak sexiii sayang!" ucap Teddy dengan lembut, mengelusss pipi Silfia.
"Beruang ihs gak lucu! Aku sudah kenyang lah!" Silfia meletakkan garpu dan pisaunya di atas piring.
"Ihs kamu beneran ngambek? Ayo lanjutkan sarapan mu dulu. Setelah ini, aku janji akan membawa mu berkeliling." Teddy memperlihatkan jari kelingking tangan kanannya di depan Silfia.
Silfia tampak berfikir untuk menautkan jari kelingking tangan kanannya pada jari kelingking Teddy.
"Ayo, kau tunggu apa lagi sayang! Kaitkan jari kelingking mu dengan ku! Maka, apa pun yang kau ingin kan, akan aku lakukan untuk mu! Tidak hanya itu, kamu bebas berbelanja, biar aku yang mentraktir mu! Bagai mana? Apa kamu akan menolak tawaran ku ini?" Teddy memainkan jari kelingking kanannya, menanti untuk Silfia mengulurkan jari kelingking tangan kanannya.
__ADS_1
Teddy mengerutkan keningnya, apa tawaran ku kurang menggiurkan untuk Fia? Aku tahu harus berbuat apa sekarang, jika iming iming ku kurang berhasil untuk merayu mu, maka aku harus memanasi hati mu. Teddy menyeringai, menatap Silfia dengan penuh kemenangan.
Teddy menumpuk ke dua sikunya di atas meja, dengan ke dua telapak tangan yang menopang pipinya, "Apa kau yakin tidak ingin ikut dengan ku berkeliling Bali? Berbelanja! Membeli oleh oleh untuk ibu dan papa? Atau aku saja yang berbelanja, berkeliling Bali dengan wanita lain!" tutur Teddy dengan suara yang menggoda Silfia.
Silfia menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada, menatap Teddy dengan tatapan marah, "Berani kamu jalan dengan wanita lain, beruang? Kamu lupa kalo kamu sekarang sudah menikah? Kamu udah punya istri lo!" ucap Silfia dengan menggurui Teddy.
"Itu artinya, kamu mau kan menemani ku berjalan jalan? Kita belanja? Aku mencintai mu, sayang!" Teddy meraih tangan kanan Silfia, dan mengecupnya dengan hangat.
Silfia menarik tangannya yang di kecup Teddy dengan pipi yang merona, "Jangan seperti ini beruang, aku malu. Lihat itu ada beberapa pasang mata yang menatap ku tidak suka!" cicit Silfia, yang salah mengartikan tatapan dari beberapa orang orang yang ada di restoran hotel.
Teddy mengedarkan pandangan nya dengan senyum yang tersungging, Teddy meraih tangan kanan Silfia kembali dan menempelkan nya di depan dada nya yang bidang.
Teddy tidak lagi melanjutkan perkataan nya, saat jemari tangan kiri Silfia menempel di depan bibir Teddy.
"Aku tahu itu, tidak usah kamu lanjutkan perkataan mu, beruang!" gumam Silfia.
__ADS_1
"Aku mencintai mu, sayang!" ucap Teddy.
"Iya."
"Iya apa? Ayo katakan, apa kamu mencintai ku atau tidak! Aku ingin mendengar kamu mengatakannya, sayang!" desak Teddy.
"A- aku!" Silfia menarik tangan kanannya dari genggaman Teddy, ia beranjak meninggalkan Teddy yang di buatnya terpaku.
"Astaga Silfia!" Teddy mengejar Silfia, aku suka diri mu yang seperti ini!
Bugh.
🥀🥀🥀 Bersambung 🥀🥀🥀
...🍂🍂🍂🍂...
__ADS_1
Semoga kalian suka dengan ke haluan author gabut 🤭🤭
Jangan lupa like dan tinggalin jejak komen, oke 😉