
...🥀🥀🥀...
Teddy melakukan nya berkali kali, berkali kali pula Teddy memuntahkan cairan larva hangatnya di dalam milik Silfia.
Teddy menjatuhkan dirinya di samping Silfia, "Terima kasih, sayang!" ucap Teddy setelah mendaratakan kecupan di kening Silfia.
"Untuk apa?" tanya Silfia dengan menoleh ke arah Teddy, melihat laki laki yang sudah mengobrak abrik miliknya.
"Terima kasih, karena kau sudah mau menjadi milik ku yang seutuhnya. Kau sudah menjaganya hanya untuk suami mu!" ucap Teddy dengan menyunggingkan senyum, membawa Silfia dalam dekapannya.
"Itu sudah ke wajiban ku kan!" Silfia membalas dengan memeluk Teddy. Ke duanya terlelap kembali, setelah lelah bertempur di atas ranjang yang membawa ke duanya mengecap indahnya nikmat bercinta.
Hingga datang waktu jam makan siang, Silfia mengerjapkan ke dua matanya. Silfia menyingkirkan tangan Teddy yang melingkar di atas perutnya.
Ke dua kakinya kini berpijak pada dinginnya lantai keramik, yang di kirim langsung dari Amerika.
"Awwwwhhhh." Silfia meringis ke sakitan, menutupi bagian intinya dengan tangannya.
"Kau mau ke mana?" tanya Teddy yang kini dapat melihat Silfia membungkuk di dekat kasur.
"Tentu saja ingin bersih bersih... apa aku membangunkan mu? Perasaan tadi kamu masih terpejam, beruang!" Silfia menatap wajah tampan Teddy yang baru bangun tidur, gatengnya suami ku.
__ADS_1
Teddy beranjak dari tidurnya, berdiri di samping Silfia.
"Kau mau apa beruang?" tanya Silfia.
Grap.
Teddy menggendong Silfia. Membuat wanita itu memekik kaget.
"Akkkkkhhh. Apa yang kau lakukan beruang? Turunkan aku! Aku masih bisa berjalan, beruang!" rengek Silfia, dengan tangan yang mengalung di leher Teddy.
"Katanya mau bersih bersih! Biar ku bantu kamu sampai di kamar mandi."
"Tapi aku bisa jalan perlahan, beruang!" bujuk Silfia.
"Kau ke luar!" seru Silfia, yang meminta Teddy ke luar dari kamar mandi.
"Untuk apa? Aku juga kan harus bersih bersih. Kita mandi bersama ya!" ucap Teddy, yang membuat Silfia merona.
Teddy memperhatikan wajah Silfia yang merona, "Kau sangat menggemaskan!" ucao Teddy.
"Jangan puji aku terus, nanti aku bisa terhempas dan terjatuh. Itu rasanya pasti akan sangat sakit!" ucap Silfia.
__ADS_1
Ke duanya mandi bersama di bawah guyuran air shower dengan suhu hangat. Ke duanya saling bergantian memakaikan sabun mandi pada punggung masing masing.
Di sebuah meja makan yang terdapat di lantai satu hotel. Nampak sepasang pengantin baru tengah menikmati makan siang mereka.
"Ayo, coba punya ku!" Teddy menyuapkan steak miliknya ke dalam mulut Silfia.
Silfia juga gantian menyuapkan Teddy dengan makanan miliknya, "Enak kan?" tanya Silfia.
"Enak jika kamu berikan aku lagi nanti malam." ledek Teddy dengan tatapan genitnya pada Silfia.
"Berikan apa?" tanya Silfia dengan polosnya, tidak mengerti arah pembicaraan Teddy.
"Itu mu, dan itu mu!" Teddy menunjukkan dengan tatapan mata nya yang mengarah pada milik Silfia yang ada di bawah sana, dan buah kembar Silfia yang membusung padat.
"Uhuk uhuk uhuk." Silfia yang sudah paham dengan arah pembicaraan Teddy, sampai di buat terbatuk batuk karena tersendak makanannya.
"Pelan pelan dong sayang makan nya, aku tidak akan memakannya ko, jika kamu tidak mengizinkan aku untuk menjamahnya!" ledek Teddy kembali.
🥀🥀🥀 Bersambung 🥀🥀🥀
...🍂🍂🍂🍂...
__ADS_1
Semoga kalian suka dengan ke haluan author gabut 🤭🤭
Jangan lupa like dan tinggalin jejak komen, oke 😉