
"Kayaknya gue kepagian datang ke kantor," dengkusku.
Sedikit informasi, aku bekerja di kantor yang lebih tepatnya rumah baru Gia -seorang youtuber tutorial make up. Empat bulan lalu viral karena mengenakan masker Emoji Face Mask dengan gaya yang kocak. Aku nggak tahu apa yang membuat video tersebut viral. Ketika aku tonton, aku merasa norak, alay dan garing. Mungkin selera humorku anjlok, berbanding terbalik dengan humor netizen +62.
Pasca viral, dia mulai diundang ke acara-acara talk show sebuah televisi swasta. Nggak lama kemudian, aku melihat postingannya di instagram mencari editor video. Aku yang memang sedari SMA hobi mengedit foto dan video, mencoba melamar posisi tersebut. Ternyata diterima.
Gia sendiri wanita yang kreatif, sanggup mendesain rumah sederhana menjadi seperti kantor minimalis milik Kinfolk Magazine. Perusahaan majalah berlokasi Copenhagen, Denmark. Didominasi warna abu-abu dan cokelat muda, jadi terlihat lembut dan hangat. Kantor ini dilengkapi oleh ruang baca, ruang nonton tivi, pantry lengkap dengan berbagai cemilan yang membuat pekerja betah.
"Woy, muka lu suntuk banget. Tumben juga datang ke sini kepagian. Biasanya jam 9 atau 10 baru datang," sambar Gusti Riant atau biasa dipanggil Rean. Dia teman sejak kuliah sekaligus rekan kerja di sini.
Posisinya sebagai tim kreatif. Berkat dia juga aku bisa bekerja di kantor Gia ini.
"Bini gue ke kantor lebih pagi dari biasanya. Katanya ada meeting di perusahaan barunya gitu. Daripada gue bete di rumah, ya udah gue ke kantor juga," jawabku sekenanya.
"Ah, boong. Gak mungkin cuma itu doang. Pasti ada masalah nih. Ayolah cerita. Kita kan sudah lama temenan. Kayak sama siapa aja."
"Kok lu kayak emak-emak kepo sih."
"Kan gue bentar lagi mau nikah, jadi gue mesti belajar tentang rumah tangga dari lu. Ayo cerita."
"Iya ya, gue cerita." Aku terdiam sejenak mau memulai cerita dari mana. "Jadi gini, gue bosen rumah tangga gue sama Nazneen selama setahun ini gitu-gitu aja. Gue pengen gitu kayak keluarga lain ada waktu family time berdua aja. Lah, tiap dia diajakin ke suatu tempat selalu alasan sibuk. Meeting lah. Itulah. Huft."
"Ya elah, lo kan tau bini lo itu wanita karier dengan segudang kesibukan malah lo nikahin. Kenapa nggak lo cari bini yang ibu rumah tangga aja?"
"Itu permintaan Emak gue."
Seketika pikiranku melayang ke arah dua tahun silam. Saat Mama memberikan wasiat untuk aku menikahi Nazneen.
***
Aku memasuki kamar Mama kali ini dengan berlinang air mata. Di kamar ini banyak menyimpan kenangan. Setiap aku ada masalah, pasti larinya ke sini untuk curhat sama Ibu. Ketika selesai curhat, aku ketiduran di kamar Ibu. Namun, Tuhan lebih menyayangi Ibu terbukti begitu cepat DIA merenggut sosok malaikat tak bersayap dari sisiku seminggu yang lalu.
Ketika berjalan melewati meja rias, mataku tertuju pada sebuah amplop. Rasa penasaran membuncah, amplop apa ini?
Apa jangan-jangan Ibu hendak bayar hutang ke seseorang, tapi belum sempat? Aku meraih benda itu. Ternyata isinya surat. Di depan tertulis, “Teruntuk Ale Tersayang.”
Baru membaca depannya saja hatiku sudah bergetar hebat. Kukumpulkan kekuatan agar sanggup membaca isi surat secara keseluruhan.
Ale Tersayang.
Ketika kamu baca surat ini, Ibu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Maafkan Ibu yang tak pernah menceritakan penyakit Ibu ke kamu.
Ibu lupa nama penyakitnya, susah sekali disebutnya. Ibu hanya tak ingin membuatmu sedih dan kepikiran. Ibu inginkamu bahagia.
Berbicara soal kebahagiaan, usiamu sudah menginjak 35 tahun. Sudah saatnya kamu menemukan kebahagiaan lewat pernikahan.
Ibu lihat jodohmu sudah ada di depan mata. Nazneen. Dia sosok calon istri yang tepat untukmu. wanita yang cerdas, mandiri, cantik dan baik hati. Ibu yakin dia akan jadi istri serta ibu terbaik buat anak-anakmu. Kamu juga sudah lima tahun bersahabat dengan. Ibu sudah kenal dekat juga dengan keluarganya.
Menikahlah dengan Nazneen, Le.
Itu saja yang bisa Ibu sampaikan untukmu. Ibu ingin melihatmu bahagia di atas sana.
Salam cinta,
Ibu.
Hatiku ambyar membaca surat ini. Anak macam apa aku ini, sama sekali tidak peka jika Ibu punya penyakit. Terlebih aku belum bisa membahagiakannya. Aku nggak habis pikir kenapa Ibu ingin aku menikah dengan Nazneen?
Huft, andaikan Ibu tahu watak asli Nazneen itu super keras kepala, suka mendebat dan susah diatur. Inginku mengatakan dia bukan tipeku. Tipe idamanku adalah wanita salehah dan bisa dibimbing. Namun, aku ingin Ibu di sana bahagia. Baiklah, aku akan berjuang untuk mengabulkan permintaan terakhir Ibu
***
"Hello, semua. Kalian semua ke ruang meeting sekarang ya. Ada yang mau saya bicarakan. Penting."
Ucapan Gia membuyarkan lamunanku mengenang tentang Mama. Ada apa ya? Dengan cekatan aku bangkit dari tempat duduk menuju ruang meeting.
Ruang meeting sendiri nggak terlalu besar, tapi juga nggak terlalu kecil. Cukuplah ada layar, meja panjang yang seperti di kantor-kantor pada umumnya dan enam buah kursi. Semua karyawan sudah menduduki kursi masing-masing. Sedikit informasi karyawan Gia ada lima. Dua editor, dua tim kreatif dan satu kameramen.
"Jadi begini, saya mau menyampaikan kabar buruk." Gia membuka pembicaraan ketika duduk di singgahsananya.
__ADS_1
Deg!
Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Jangan-jangan dia mau menyampaikan bahwa dirinya mau pamit dari youtube seperti youtuber cewek berhijab subcriber 18 juta itu.
"Apaan Mami Gia?" Rean mulai bertanya.
Gia dipanggil 'Mami' oleh semua karyawannya. Sebab dia punya dandanan ciri khas ala-ala Mami Mucikari. Untungnya Gia nggak keberatan dipanggil itu.
"Pendapatan adsense bulan ini turun drastis. Kalian punya ide nggak biar video statistiknya naik lagi?"
Cowok kerempeng dan hitam dekil angkat tangan. Dia namanya Luthfi. "Saya ada usul."
"Usul apa, Luthfi?"
"Gimana kalau Mami Gia bikin video tutorial bikin alis sambil main aplikasi trurt or dare yang lagi viral di instagram. Terus Mami Gia menjawab truth, Mami pura-pura jujur mencintai Ale. Ternyata hanya prank. Gimana?"
"Saya tidak setuju." Rean buka suara. "Jika Mami Gia bikin prank kayak gitu, yang ada satu Indonesia akan membully Mami. Secara Ale kan pria beristri." Rean menjelaskan alasannya.
Bagus. Dia membelaku.
"Tapi kan semakin banyak dibully video bakal terus terangkat," cerca Luthfi nggak mau kalah.
"Terangkat sih terangkat, tapi nggak bikin nama baik Mami jadi jelek juga dong. Kita sebagai karyawannya harusnya bikin nama baik Mami jadi semakin baik." Rean masih mendebat Luthfi.
"Stop, perdebatan. Saya setuju dengan dikatakan Rean. Masih banyak cara bikin video naik tanpa membuat nama saya jelek. Kalian ada usul lain?" Gia kembali melempar pertanyaan.
Aku mengetuk-ngetuk jari di meja. Otakku berpikir serius. Mendadak teringat Cucu Cahyati. Bukan Cucu Cahyati si penyanyi dangdut terkenal tahun 90-an loh ya. Melainkan, seorang selebgram muda yang viral dengan ulah makan daun pasca diputusin cowoknya.
"Mami tau Cucu Cahyati si selebgram makan daun itu, kan? Nah, gimana kalau Mami Gia bikin video make up bareng dia saja. Terus sambil QnA."
"Nah, ini baru ide bagus. Saya setuju sama ide Ale."
Gia pun membagi tugas ke seluruh karyawannya agar besok sudah bisa mulai syuting dengan Cucu Cahyati.
***
Jam pulang masih lima belas menit menit lagi. Editan sudah beres. Harusnya sih mengemasi barang, tetapi, aku malas pulang. Jadilah aku memikirkan lamunan yang sempat tertunda tadi. Satu pertanyaan di benakku, Mama kira-kira sedih nggak ya melihat rumah tangga anaknya sama sekali nggak bahagia?
"Le, nggak pulang lu?" Rean tiba-tiba bertanya.
"Itu dia, gue bawaannya males pulang. Takut di rumah ribut lagi sama Nazneen. Apalagi tadi malam gue bikin kesel dia."
"Kalau pacar gue sih, kalau dia lagi kesel sama gue, ya gue beliin aja makanan atau barang favorit dia. Abis itu dia nggak kesel lagi sama gue."
Hmmm ... boleh juga aku ikutin cara Rean dalam membujuk pacarnya biar nggak kesal lagi.
Mendadak gue teringat makanan favorit Nazneen. Nasi goreng di Warung Terang Bulan sekitar Malioboro. Kata Naz, nasgor itu terenak karena bumbunya mantap. Ada pedas-pedasnya gitu. Ya, ya, ya pulang kerja aku belikan nasgor itu aja. Siapa tau dibelikan makanan favoritnya Nazneen lebih manis perlakuannya ke aku.
***
Warung Terang Bulan itu tempatnya menggunakan metode lesehan. Hanya meja panjang dan tikar. Bersih, nyaman dan wangi aroma lavender. Di sini itu memesan makanan dulu baru duduk.
"Mas, nasi goreng spesial 2 dibungkus. Satunya cabe 3 biji, satunya lagi cabe 4. Terus teh anget dan risoles buat makan di sini."
"Nasi gorengnya berapa cabe?"
"Tiga aja, Mas."
"Siap, Mas."
Sembari menunggu Masnya membikin nasi goreng, gue minum teh dan makan risoles dan kerupuk dulu.
Tempatnya penuh. Untung ada satu meja di pojok kiri kosong. Aku akhirnya memilih tempat itu.
Baru tiga menit duduk, tiba-tiba ada sepasang suami istri menghampiriku. Istrinya lagi hamil.
"Mas, maaf. Apa tempat ini ada orangnya?"
"Kosong, Mas." Aku menjawab sekenanya.
__ADS_1
"Boleh kami makan di sini? Soalnya tempat lain penuh."
"Monggo."
Sedari tadi aku perhatikan si istri terus menggandeng dan bermanja-manja di lengan si suaminya. Aku jadi iri melihatnya. Pasalnya sepanjang 2 tahun menikah Nazneen nggak pernah seperti itu ke aku.
"Beb, aku ke toilet dulu ya."
Mereka pun ciuman di depanku. Shit, ke toilet aja ciuman segala. Aku pun penasaran rahasia mereka harmonis apa sih?
"Mas, menikah udah berapa lama sama Mbaknya itu? Pengantin baru ya?"
"Wah, kami menikah sudah lima tahun, Mas."
Aku tercengang. Sudah lima tahun, tapi masih romantis bak pengantin baru. "Kalau boleh tau rahasianya apa ya biar tetap romantis gitu walau udah lama menikah?"
"Awalnya kami juga berantem mulu. Namun, sejak baca artikel tips rumah tangga harmonis dan romantis terus, kami jadi lengket."
Aku tertarik. Semakin kepolah aku. "Artikel? Linknya apa ya? Boleh bagi nggak?"
"Link pastinya sih lupa. Coba cari di google menggunakan kata kunci 'Tips Rumah Tangga Romantis Terus.' Nah, pilih artikel paling atas. Dari blog namanya Ariny kalau nggak salah."
Mas pelayan datang membawakan naso goreng pesananku. Aku bangkit berdiri. "Mas, saya pamit dulu ya. Sudah ditunggu istri. Makasih loh bocoran rahasiarumah tangga romantis."
"Sama-sama."
***
Ketika aku sampai rumah, Nazneen lagi asyik menonton tv. Aku mengacungkan bungkusan nasi goreng. "Sayang, nih aku belikan nasi goreng favorit kamu. Di warung Terang bulan."
Nazneen menatapku dengan tatapan heran. "Kamu salah makan ya? Tumben-tumbenan banget bawain bininya makanan. Mau nyogok biar kita malam ini nggak ribut?" Nazneen malah sewot.
"Aku pengen nyenengin istri aja."
"Sayangnya, kamu telat. Aku dah makan di kantor. Lagian beliin makanan nggak bilang-bilang dulu sih."
Nazneen berdiri dan pergi ke kamar. Sedangkan aku terduduk lesu di sofa. Huft, sudah usaha menyenangkan hati istri tetap saja salah di matanya.
Aku ambil ponsel pintar. Aku coba Googling artikel seperti diucapkan Mas yang di Warung Terang Bulan. Kuketik 'tips rumah tangga romantis terus' di pencarian. Blog yang dimaksud memang ada. Aku mulai membaca dengan serius.
*Hello, Ariny Holic. Kamu yang sudah menikah lama, ataupun baru, merasa pernikahan nggak romantis lagi? Tenang, aku akan bagi-bagikan tips agar rumah tangga romantis terus. Cekidot!
Ke pernikahan Orang
Coba bawa istri/suamimu ke pernikahan teman atau keluarga. Siapa tahu, bisa memancing pasanganmu mengenang moment saat kalian menikah dulu. Terpancinglah hasrat untuk selalu romantis seperti awal-awal menikah.
Nonton Bioskop
Selain ajak pasangan ke pernikahan orang, mengajak pasangan ke bioskop juga ampuh membuat keromantisan sendiri. Apalagi menonton film horor dan pasanganmu penakut. Dijamin pasanganmu bakal nempel terus sama kamu
Memiliki Ritual Bersama
Dalam sebuah hubungan, tak melulu semua hal harus dilakukan secara mewah atau besar-besaran.
Lakukanlah hal-hal kecil namun menjadi kebiasaan di antara hubungan Moms dan suami, misalnya pergi berdua sebulan sekali.
Cara ini akan sangat membantu Moms dan suami untuk menjalin hubungan dan menjaga komunikasi semakin baik lagi.
Mengulang Saat Pacaran
Melakukan hal bersama seperti saat masih pacaran adalah tips pernikahan langgeng yang tak boleh Anda lewatkan.
Berapa lamapun pernikahan Anda, entah baru beberapa tahun atau sudah puluhan tahun. Ulangi hal-hal yang Anda berdua lakukan semasa pacaran. Seperti mengirimkan pesan singkat romantis, kencan di tempat favorit, bergandengan tangan saat berjalan bersama. Atau hal sederhana lainnya namun mengungkap rasa sayang yang tak terbantahkan.
Suami memberi bunga di hari kasih sayang, atau memberikan kado tak terduga walaupun bukan hari istimewa. Pastinya membuat istri bahagia dan makin mencintai Anda.
Olahraga Bersama
Olahraga dalam rangka menurunkan berat badan, pastinya akan lebih efektif jika dilakukan bersama pasangan. Misal, lari pagi bersama, senam pagi bersama, atau aktivitas fisik lainnya yang tidak hanya membuat badan semakin sehat. Namun, juga membuat hubungan kalian semakin dekat*.
__ADS_1
Mulai besok aku akan melakukan satu per satu tips tertulis di blog secara bertahap.