
...💖💖💖...
Jam 5 subuh, setelah ia melakukan sholat subuh, Teddy langsung menghubungi orang tua Silfia, Radi. Meminta izin untuk menikahi Silfia pagi itu juga.
Dengan bantuan Roy, Teddy berencana untuk menggelar acara ijab kabulnya dengan Silfia di Bali secara sederhana, di hotel yang menjadi saksi penyatuan Teddy dengan Silfia.
Setelah meminta bantuan Roy, untuk mempersiapkan acara ijab kabulnya, Teddy langsung bergegas mencari kebaya pengantin yang akan Silfia kenakan nantinya. Beserta meminta bantuan MUA untuk merias Silfia.
Teddy kembali ke kamarnya, dengan membawa paper bag yang berisikan kebaya, yang ia beli di salah satu toko ternama dengan rancangan diseiner ternama pula.
Teddy melirikkan matanya pada jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, sudut bibirnya tertarik ke atas. Mendapati wanita yang semalam telah menghabis kan waktu dengannya. Wanita yang sangat di inginkan Teddy untuk menjadi istrinya.
Di saat semua itu sudah di depan mata, ia pun tidak membuang waktu lagi, meski jalannya tidak seperti apa yang di harapkan, tapi Teddy harus menikahi Silfia, terlepas dari ke jadian yang sudah mereka lewati semalam.
Teddy mendudukan dirinya di tepian kasur, dengan tangannya yang terulur mengelusss pipi Silfia dengan lembut.
Teddy mencondongkan tubuhnya, berkata di telinga Silfia, dengan satu tangannya menopang tubuh nya sendiri, agar tidak menindih tubuh Silfia yang ada di bawah tubuhnya.
"Sayang, bangun... ini sudah siang! Apa kamu hanya ingin menghabis kan waktu mu, hanya di kamar seharian?" ucap Teddy.
Silfia mengerjapkan matanya, hendak membalikkan tubuhnya, namun dengan seketika Silfia membuka ke dua matanya dengan ingin beranjak. Namun ia langsung terkejut dengan apa yang ia harapkan.
"Kamu? Beruang? Apa yang kau lakukan di kamar ku?" tanya Silfia dengan membola, seirama dengan tubuhnya yang setengah beranjak dari posisi tidurnya.
"Iya ini aku, apa ada laki laki lain yang kamu harapkan selain aku? Apa kamu tidak ingat, dengan apa yang sudah kita lakukan semalam?" tanya Teddy dengan kembali duduk tegak.
Silfia mengerutkan keningnya, bingung dengan apa yang di kata kan Teddy padanya.
Sreeet.
__ADS_1
Selimut yang menutupi dada Silfia, melorot saat Silfia duduk dengan tegak. Menampakkan ke dua gundukan kembarnya, dengan beberapa tanda kepemilikan yang ada di tubuh Silfia yang putih mulus.
Silfia menatap tubuhnya sendiri dengan keterkejutan yang luar biasa, dan ia berteriak dengan keras.
"Aaaakkkkhhhh, apa yang kamu lakukan pada ku, Teddy Alan Syah!" tanya Silfia dengan menyebutkan nama lengkap Teddy.
Teddy menelan salivanya dengan sulit, saat ke dua matanya dapat melihat kembali ke dua gundukan kembar Silfia yang semalam sudah ia jamahhh.
Silfia langsung menutupi dadanya dengan selimut itu kembali, menatap Teddy dengan menuntut penjelasan.
"Katakan pada ku, ini hanya mimpi kan?" tanya Silfia, yang tidak menginginkan jika itu adalah kenyataan.
"Apa kamu benar benar tidak ingat, dengan apa yang sudah kita lalui bersama?" tanya Teddy.
Teddy menantikan jawaban apa yang akan Silfia katakan, apa wanita yang ada di hadapannya kini benar benar lupa atau hanya sedang bersandiwara.
"Katakan, kamu ingat apa?" tanya Teddy dengan tatapan mata yang hangat.
"Emmm di pantai, ada seorang pria yang memberikan aku minuman kemasan. Di saat aku sudah menenggaknya, beberapa menit kemudian aku merasakan kantuk yang luar biasa, mata ku seakan enggan untuk terbuka, dan aku ada di sini. Tapi sebelum aku hilang ke sadaran, pria itu menggendong ku dan entah aku tidak ingat.
"Nanti akan aku jelaskan pada mu." Teddy beranjak dari duduknya, "Sekarang kau mandi lah dulu. Kamu harus bersiap." ucap Teddy lagi dengan ke dua tangan kekar nya, membawa Silfia ke kamar mandi.
"Apa yang kamu lakukan, beruang?" tanya Silfia dengan memegangi selimut, agar menutupi dadanya.
"Tidak perlu kamu tutupi, aku sudah melihat semuanya dengan jelas, bahkan aku sudah membobolll mahkota mu yang masih perawannn itu. Aku sangat bangga bisa membobolll nya, terima kasih karena kamu sudah menjaganya." ucap Teddy dengan menurunkan Silfia di lantai kamar mandi, membiarkan Silfia berada di bawah shower.
"Awwwhhh perihhh!" Silfia mencondongkan tubuhnya ke depan, menahan satu tangannya di dada, sedang tangan satunya menyentuh bagian intinya yang terasa perihhh.
"Itu bukti jika aku sudah membobolll mahkota mu, Fia." ucap Teddy dengan membungkuk kan tubuhnya, menatap wajah Silfia.
__ADS_1
Silfia mendorong bahu Teddy dengan sisa tenaga yang ia miliki, Silfia terisak, "Pergi kamu! Aku ingin sendiri! Tidak ku sangka kamu sejahat itu pada ku!" bulir bening meluncur bebas dari ke dua mata indah Silfia, menghadapi kenyataan jika ia tidak lagi suci, dunia seakan runtuh seketika.
Teddy menyapu bulir bening yang membasahi pipi Silfia, "Aku akan bertanggung jawab, saat ini juga... aku akan menikahi mu, aku sudah mendapai izin dari orang tua mu! Aku juga sudah menyuruh teman ku untuk menyiapkan acara ijab kabul kita. Kau bersiap lah." ujar Teddy dengan panjang lebar lalu mengecup kening Silfia, dan bibir Silfia.
Acara ijab kabul di lakukan secara tertutup, dengan Radi yang menjadi wali lewat video call dengan di saksikan Naimah lewat video call.
Acara ijab kabul berjalan dengan lancar, meski dengan beberapa saksi, Roy, resepsionis dan ke dua security yang saat itu terlibat dalam membebaskan Silfia dari jerabakan Roy.
Silfia membatin dengan mencium punggung tangan kanan Teddy, pria yang kini menjadi suaminya.
Kenapa pernikahan ku jadi seperti ini? Kemarin kandas, dan sekarang... pernikahan yang terjadi karena kecelakaan, apa aku harus bersyukur atau aku harus marah pada pria yang kini menjadi suami ku?
Teddy mencium kening Silfia, "Mungkin begini cara Tuhan menyatukan kamu dan aku, Fia. Aku berjanji akan berusaha untuk selalu membahagiakan mu! Akan ku buat hari mu selalu indah."
"Jangan pernah kamu khianati aku, aku tidak ingin ada penghianatan dalam hidup ku." ucap Silfia dengan tatapan penuh harap dari Teddy.
"Kamu tenang saja, aku janji. Kamu lah satu satunya wanita yang ada dalam hidup dan hati ku. Tidak ada wanita lain. Jika aku sampai mendua, aku rela kau cabut nyawa ku " ucap Teddy dengan tegas dan yakin. Membuat Silfia meletakkan jari telunjuk kanannya berada di depan bibir Teddy.
Grap.
"Aku sangat mencintai mu, Fia." Teddy memeluk tubuh Silfia, menghujaninya dengan kecupan di kening.
🥀🥀🥀 Bersambung 🥀🥀🥀
...🍂🍂🍂🍂...
Semoga kalian suka dengan ke haluan author gabut 🤭🤭
Jangan lupa like dan tinggalin jejak komen, oke 😉
__ADS_1