Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
Satu


__ADS_3

Fara, " Panggil seorang pria,dari dalam mobil sport nya,sambil melambaikan tangan.


Membuat Fara yang sedang menunggu angkutan umum menolehkan kepala nya.Di tatap nya seorang pria tampan dengan pupil biru yang menghiasi mata indah nya.


"Fara, "Panggil Agil lagi,meninggikan suara nya.Membuat Fara langsung tersadar dari lamunan nya.


"Akh...iya Gil." Ujar Fara tersenyum,lalu menghampiri Agil.


"Cepetan masuk." Perintah Agil.


Tanpa fikir panjang,Fara pun duduk di sebelah Agil.Sesekali Fara mencuri-curi pandang,pada pria di samping nya yang selama ini hanya bisa di cintai nya dalam hati.


"Kenapa pandang-pandang, Aku ganteng ya?" Goda Agil pada Fara.


"Iya ganteng,ganteng banget malahan.Sama dong sama aku,yang cantik nya kelewatan," Dengan menampilkan wajah yang di buat sok imut ke arah Agil.


Agil memutar bola mata nya malas,dengan kelakuan konyol sahabat nya itu." Iya kelewatan, kamu kelewatan pas Allah ngasih muka cantik."


"Hina aja terus...puas!"Sambil mengerucutkan bibir nya


"Omas pindah nih." Goda agil,dan mendapatkan pelototan dari Fara.


"Tumben jemput,kesambet jin pohon nangka ya! " Sindir Fara,membuat Agil gemas dan mengacak-acak rambut Fara.


"Agil," Pekik Fara dengan wajah kesal nya.


"Apa? " Tanya Agil ,dengan wajah tanpa dosa nya,sambil terus fokus ke arah depan.Karna hujan deras yang membuat jarak pandang nya terbatas.


Fara yang kesal,merapikan rambut nya dan mengalihkan pandangan nya keluar,melihat gedung-gedung pencakar langit dan keramaian lalu lintas yang sedikit buram karna hujan deras.


Setelah satu jam perjalananan mereka pun sampai di mension orang tua Agil.


"Makasih ya udah di antar pulang" Ucap Fara,membuka pintu mobil,tapi segera di kunci oleh Agil.


"Yang nyuruh kamu pulang siapa?" Tanya Agil,dengan jarak wajah yang begitu dekat.


Membuat jantung fara seakan ingin keluar dari tempat nya.


"Ayo turun,Bunda udah nunggu kamu," Ucap Agil dan turun dari mobil.


Agil yang geram karna Fara tak kunjung keluar dari mobil,akhir nya membuka pintu mobil.


"Setannnnn...." Teriak Agil di telinga Fara,yang sedang duduk mematung di dalam mobil.


"Iya kamu setan nya," Ucap Fara reflek,karna kaget.

__ADS_1


"Muka ganteng begini di bilang setan!" Ujar Agil menyonyor kepala Fara.


Fara turun dari mobil sambil menghentak-hentakan kaki nya.Karna kesal pada Agil yang selalu menjadikan kepala nya sebagai sasaran kejahilan nya.


Agil yang berjalan terlebih dahulu,tak menyadari jika Fara tidak ikut masuk bersama nya.


"Fara mana sayang?" Ucap seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


Sontak Agil menoleh kebelakang dan menepuk jidat nya." Ini anak perlu di rukiyah," Geram Agil dalam hati.


"Aku panggil dulu Bun." Jawab Agil .


Agil berjalan melewati halaman belakang,yang di kelilingi dengan tembok yang menjulang tinggi.


Di bukanya sebuah pintu besi,yang menghubungkan mension dengan rumah Fara.


Pintu besi yang sengaja di buat oleh almarhum sang ayah,agar agil lebih mudah bermain bersama Fara.


Di ketuk nya rumah  sederhana yang tampak sepi,dengan lampu disko nya.


Bugh bugh bugh...Agil mengetuk pintu rumah Fara dengan sendal nya.


Fara yang sedang merebah kan tubuh nya di kursi,menggeram kesal." Siapa juga yang  gedor-gedor pintu malem-malem gini."


"Bugh"


"Awww....sakit tau." Pekik Agil


"Rasain." Sambil melempar jauh sebelah sendal Agil.


Agil yang sudah tak ingin beradu mulut dengan Fara memilih mengalah," Di tungguin Bunda di rumah." Ucap Agil sambil mengusap kaki nya yang terasa nyeri.


"Kenapa gak bilang dari tadi" Ucap Fara sinis.


"Maka nya,punya kuping di pakai,gak cuma buat pajangan." Sambil menjewer telinga Fara.Membuat Fara meringis kesakitan.


Fara  yang kesal berjalan menghentakan kaki nya meninggal kan Agil,sambil mengusap-usap telinga nya.


Agil hanya menggelengkan kepala nya.


"Dasar ceroboh" guman Agil,menutup pintu dan langsung mengikuti Fara.


"Malam Tante " Sapa Fara,menghapiri Diana yang tak lain adalah ibu Agil.


Diana yang mendengar suara yang tak asing lagi di telinga nya.Seketika menoleh dan beranjak dari duduk nya

__ADS_1


"Kemana aja sih sayang,Bunda kangen" Ujar Diana, sambil memeluk Fara.


"Biasa lah Tan,kejar target " Jawab Fara,dengan senyum manis nya.


Diana mengurai pelukan nya pada Fara.menatap lekat wajah gadis dan imut di hadapan nya sambil mengelus lembut wajah Fara.


Diana menyayangi Fara seperti anak nya sendiri.Seringkali Diana meminta Fara untuk tinggal di mansion,semenjak kematian kedua orang tua nya,tapi Fara tetap saja menolak dengan berbagai alasan.


"Apa kamu tidak bisa berhenti dari pekerjaan kamu yang sekarang sayang?" Tanya Diana dengan penuh harap.


"Kamu bisa bekerja di kantor bersama Agil." Ucap Diana lagi.


"Maaf Tan,Fara sudah nyaman dengan pekerjaan Fara sekarang." Jawab Fara dengan nada rendah,karena tak enak hati.Entah sudah yang ke berapa kali Fara menolak tawaran Tante Diana.


Diana menghela nafas kasar.Diana benar-benar kasihan pada Fara yang harus bekerja keras di usia nya yang masih muda.


"Udah,kerja sama aku aja Ra" ucap Agil yang sedari tadi memang mendengarkan pembicaraan Diana dan Fara.


"Mau di bagian apa aja aku turutin deh" Tawar Agil sambil duduk di sebelah Fara.


"Makasih pak Bos " Sambil menginjak kaki Agil.Fara pun langsung mendapatkan plototan dari Agil.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Diana yang melihat Putra nya seperti kesakitan.


"Gak apa-apa Bun,tadi ada kucing lewat nginjak kaki Agil" Dengan tatapan tajam ke arah Fara.


Diana hanya tersenyum simpul melihat putra nya yang memang tak pernah akur dengan Fara.


"Fara,kamu nanti nginep disini aja ya temenin Tante tidur,kan udah lama kamu ga nginep disini sayang" Pinta Diana,


Fara pun hanya mengangguk mengiyakan,Karna Fara jujur kangen dengan sosok sang ibu.Selama ini Tante Diana lah yang menggantikan sosok Ibu bagi Fara,saat dirinya rindu pada Ibu nya.


Burung sudah mulai bernyanyi,menyambut sang surya yang tersenyum indah.Sinar matahari pun masuk di antara celah gorden yang sedikit terbuka.


Fara mengusap-usap mata nya,tangan nya meraih ponsel yang berada di atas nakas, samping tempat tidur nya.


Mata nya terbelalak. "Astagfirullah telat aku " langsung lompat dari ranjang dan berlari keluar kamar.


Brukk....


Tanpa sengaja Fara menabrak Agil yang juga baru saja keluar dari kamar.Membuat Agil geram,Karna berkas yang di bawa nya tercecer. "Faraaaaaa....." Teriak Agil,menatap tajam pada Fara.


Fara tak mempedulikan teriakan Agil dan terus berlari,sambil jari nya membentuk huruf V ke arah Agil.


"Sabar.....sabar...." Guman Agil sambil membereskan berkas yang berceceran.

__ADS_1


"Sayang,sarapan dulu." Teriak Diana,yang sedang menata sarapan di meja makan.


" Makasih Tante,lain kali aja " Ucap Fara, menghampiri Diana. "Fara pulang dulu ya Tan."Pamit Fara dan tak lupa mencium tangan Diana.


__ADS_2