
Singkat cerita,satu minggu sudah baby Fara dan momy Krystin tinggal di apartemant bersama Naya.Untuk menghilangkqn rasa jenuh,momy Krystin dan Naya membawa baby Fara untuk jalan-jalan.
"Momy Ayo kita berangkat,kak Aksa kasian nungguin nya lama." Ajak Naya memanggil Krystin yang masih berhias.
"Iya sayang,Momy dah selesai."
Mereka kini sudah berada di danau yang sering di datangi Fara.Aksa sengaja mengajak Naya dan momy Krystin ke danau,karena tempat nya tidak terlalu ramai,namun tenang dan menyejukan.
Kenangan kilas balim balik tentang Fara yang menangis di bawqh guyuran hujan pun berputar di kepala Aksa.
"Ara,Maaf." Kata itu lagi yang terucap dari mulut Aksa.
"Kak, ? Panggil Naya.
Aksa pun menghampiri Naya,Aksa menggelar tikar menghadap danau,baby Fara pun tampak senang dan tidak rewel sama sekali.
☆☆☆☆☆☆
tiga tahun kemudian
Naya menyelesaikan Magang nya di perusahan Rahardian,dan kini Naya bekerja di kantor cabang Rahardian di kota B.
Naya kini tinggal dengan baby Fara,Aksa pun sesekali mengunjungi Naya.
__ADS_1
Kepintaran sang Bunda menurun pada Fara,di umur nya yang menginjak empat tahun Fara sudah pintar membaca dan menulis,Bahkan kerap kali gambar yang di hasilkan oleh tangan mungil nya membuat Naya geleng-geleng kepala.
"Mamah,coba lihat ini,Fara gambar ini untuk Bunda,supaya Bunda tidak kesepian di surga." Ucap Fara menunjukan gambar dengan Lima orang dan berlatarkan rumah di belakang nya." Ini Uti,kakung,Mamah,ayah sana Fara." Ucap Fara menerangkan satu persatu wajah di gambar nya.
"Besok kita kasih tau gambar nya ke Bunda ya." Ajak Naya,sambil memeluk tubuh mungil Fara.
"Asikkkk,janji ya Mah." Ucap Fara girang.
"Iya Sayang,Mamah Janji."
☆☆☆☆☆
Agil berjalan melewati pintu besi,di lihat nya rumah sederhana yang masih tampak sama seperti dahulu,namun sayang nya,sang penghuni sudah tak ada lagi di sana.
Foto-foto yang tersusun rapi di dinding,membuat Agil tak bisa menahan tangis nya.Agil benar-benar merindukan Fara.
"Fara,selamat ulang tahun,semoga kamu bahagia dan sehat selalu di mana pun kamu berada." Ucap Agil dan meletakan sebuah kotak kado,di atas meja seperti tahun-tahun sebelum nya.
Ya Agil selalu memberi kado untuk Fara di setiap hari kelahiran nya dan berharao Fara akan membuka nya.Namun harapan hanya tinggal harapan,kado itu pun tak terjamah sama sekali.
Di lain tempat,Naya membawa baby Fara ke makan Sang Bunda untuk pertama kali nya.
"Kakak,Naya ajak Fara kesini." Ucap Naya di depan batu nisan kakak nya. "Sayang,kasih salam buat Bunda." Pinta Naya.
__ADS_1
"Assalamualaikun Bunda,Bunda,Fara udah besar,Fara janji jadi anak baik,Fara juga janji gak akan nyusain Mamah,Ayah,Uti sama Kakung." Ucap Fara memeluk batu Nisan sang Bunda. "Bunda Fara punya hadiah buat Bunda." Fara menunjukan gambar nya dan menaruh nya di samping bunga tulip ungu.
"Kakak,Naya janji akan jaga Fara." Ucap Naya sebelum meninggal kan makam sang kakak.
"Bunda,Fara pulang dulu ya,Fara nanti pasti nemuin Bunda lagi,Assalamualaikum Bunda."
Naya dan Fara pun meninggalkan makam dan bergegas ke apartemant.
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam ,kini Naya sampai di apartemant,
"Mamah,kenapa Ayah gak datang-datang,Fara kangen loh sama Ayah Aksa.
"Sabar sayang,sehabis rapat, Ayah pasti langsung nemuin Fara,sekarang Fara tidur dulu ya."
"Iya Mamah."
"Bi,tolong temenin Fara tidur ya,saya mau beresin berkas buat ke kantor pusat besok.
"Iya Non,"
Di lain tempat,Aksa selwsai meeting,dan membatalka. semua jadwal nya untuk hari ini,Aksa berniat mengajak Fara jalan-jalan.
"Rudi,tolong urus beberapa pekerjaan yang masih tertunda,dan ingat jangan menghubungiku jika tidak penting." Ucap Aksa dan langsung menyaut kunci mobil nya.
__ADS_1