
Tok...tok...tok...
"Mas Agil,ngapain malam-malam kesini?" Tanya Fara.
"Emang gak boleh?" Jawab Agil dan langsung duduk begitu saja.
"Tau waktu juga kali Mas,ini udah jam sepuluh." Sambil menguap menahan rasa kantuk nya.
"Tumben manis banget kamu ngomong sama aku Far." Sindir Agil.Mengingat Fara yang berusaha menghindar dan bersikap ketus pada nya belakangan ini.
"Perasaan kamu aja Mas,aku itu biasa aja ya.Mas aku ngantuk,cepetan mau ngapain kesini." Menyandarkan punggung nya di kursi.
"Aku rencana nya mau nikah tiga bulan lagi." Jelas Agil.
"Bagus lah,lebih cepat lebih baik." Jawab Fara setenang mungkin. "Okh iya,aku belum kamu talak Mas,ayo Mas talak aku sekarang." Ucap Fara.
"Gak mau,"
"Terserah Mas aja lah,gak di talak juga gak apa-apa.Aku ikhlas lahir batin,jadi Mas nikah sama Gendhis juga sah-sah aja."
"Aku mau kamu tetap sama aku,terserah kamu mau kerja dan tinggal dimana,yang penting masih dalam jangkauan aku." Ucap Agil,bagaimanapun dia telah menghancurkan masa depan Fara,karena kecerobohan nya.
"Egois,jangan hanya mencari kenyamanan kamu sendiri Mas,fikirin bagaimana perasaan Gendhis."
"Aku tau aku egois,tapi bagaimana masa depan kamu,aku udah ngerusak kamu Far." Ucap Agil Frustasi meninggikan suara nya.
"Aku sudah pernah bilang,jangan ungkit masalah itu lagi.Kalau yang Kamu takutin gak ada lelaki yang mau sama aku Mas,Kamu tenang aja,aku bisa atasin semua itu.Jodoh itu sudah ada yang mengatur."
Agil mengusap kasar kepala nya,dengan sifat keras kepala Fara.
"Mendingan Mas pulangaku capek mau istirahat."Ucap Fara dan Langsung beranjak ke kamar.
Agil hanya bisa menghela nafas kasar dan pergi meninggalkan rumah Fara.
"Tiga bulan lagi,aku gak mungkin menemani mereka menikah,perut aku pasti sudah besar,aku gak mau mereka curiga,apalagi sampai mebgecewakan Gendhis." Guman Fara.
Bagi Fara,janin yang di kandung nya sekarang,sudah cukup untuk menggantikan Agil,yang kelak akan menjadi penyemangat nya.
----------------------------------
Gendhis meminta Fara menemaninya untuk membeli barang-barang untuk pernikahan nya.
Tiba-tiba Fara merasakan sakit yang luar biasa di perutnya.Fara panik takut terjadi apa-apa dengan janin nya.
"Ndhis,aku ada urusan mendadak,kamu minta jemput Agil aja ya." Ucap Fara dengan keringat yang sudah sebesar biji jagung,menahan rasa sakit.
"Kamu kenapa Far,kamu sakit.ayo kita ke rumah sakit." Ucap Gendhis panik melihat Fara yang pucat.
__ADS_1
"Aku Gak apa-apa,asam lambung ku naik,ini sudah biasa Dhis.Aku pergi dulu ya." Pamit Fara,Gendhis yang melihat Fara berjalan tertatih langsung memapah nya,dan mengantar Fara ke rumah sakit.
Fara segera di larikan ke IGD.
"Dok,saya hamil " Ucap Fara dengan nada bergetar.
Dokter itu pun langsung menghubungi dokter kandungan.
Setengah jam sudah Fara mendapatkan penanganan,Gendhis yang panik mondar-mandir di depan ruang IGD.
"Bagaimana keadaan teman saya Dok?" Tanya Gendhis.
"Pasien Tidak apa-apa.Hanya asam lambung nya naik."
"Alhamdulillah," Ucap Gendhis menghela nafas lega.
Fara pun di pindah keruang rawat inap.
Flass back.
"Dok saya hamil."
Dengan sigap dokter pun menghubungi dokter spesialis kandungan.
"Bagaimana anak saya Dok?" Tanya Fara.
"Alhamdululillah janin ibu baik-baik saja. karena ini kehamilan pertama ibu,dan masih three semester awal,jadi masih sangat rawan,saya anjurkan agar jangan terlalu lelah,dan jangan melakukan aktifitas yang terlalu berat." Terang Dokter Silvia.
Flash back of.
"Gimana Fara Sayang?" Tanya Agil.
"Fara gak apa-apa sayang,kata dokter asam lambung nya naik." Jawab Gendhis.
"Sayang,lebih baik kamu pulang,biar aku yang jagain Fara.Kamu besok ada pemotretan bareng Tian kan."
"Ya udah,aku pulang dulu ya."
"Gimana aku bisa lepasin kamu,apa ini yang kamu sebut bisa jaga diri kamu sendiri." Guman Agil membenarkan selimut Fara.
setelah Tiga hari di rawat,Fara pun di perbolehkan pulang.
----------------------------------
Usia kandungan Fara sudah memasuki bulan ke empat,kini perut nya sudah terlihat agak membuncit.
Dilihat pantulan diri nya di cermin,"Sehat-sehat ya sayang." Ucap Fara sambil mengelus perut nya.
__ADS_1
"Bun,apa Fara boleh menginap di rumah Bunda?" Isi pesan fara.
"Tentu saja boleh sayang,pintu rumah Bunda selaku terbuka buat kamu." Balas Diana.
Fara pun menginap di mansion utama,Ternyata Agil dan Gendhis pun sedang berada di mansion utama.
"Tumben kak nginep," Ucap Tian yang baru saja pulang syuting.
"Gak boleh ya?" Jawab Fara dengan muka yang di buat memelas.
"Boleh dong,boleh banget malahan." Jawab Tian merangkul Fara.
Fara duduk di halaman Belakang sambil mengelus-elus perut nya. "Sayang,Maafin Bunda,tidak bisa memberikan kasih sayang seorang ayah untuk kamu.Tapi Bunda janji,Bunda akan jadi Bunda dan ayah yang terbaik untuk kamu."
"Kak,aku kangen banget," Ucap Tian dan langsung tidur di pangkuan Fara.
"Kamu itu udah besar,tapi kelakuan kayak anak kecil ian." Sindir Fara sambil mengelus rambut Tian. "Kalau Fans kamu ada yang lihat kita begini.Kakak bisa di kira pacar kamu.
"Gak apa-apa kak,jangan kan jadi pacar,jadi imam buat kakak aja aku siap." Sambil merangkul pinggang Fara."Kak,sekarang kakak gemuk ya," Ucap Tian sambil memegang perut Fara.
"Iya kakak makan terus,jadi nya gemuk." Ucap fara dan langsung membangunkan Tian dari paha nya."Kita kedalam yuk,di luqr banyak nyamuk." Ucap Fara mengalihkan pembicaraan.
"Tapi kok perut kak Fara keras nya?" Batin Tian dan melihat cara berjalan Fara yang agak berbeda.
Mereka makan malam bersama,Fara sangat senang bisa berkumpul dengan orang-orang terdekat nya.
"Dhis gimana persiapan pernilahan kamu." Tanya fara.
"Sudah Delapan puluh persen selesai Far," Jawab Gendhis sambil menatap langit di balkon kamar.
"Alhamdulillah,Semoga kalian menjadi keluarga sakinah,mawadah,warohmah dan bahagia selalu." Ucap Fara.
"Belum saat nya kamu ucapin selamay buat aku sekarang Far."
"Sekarang atau besok sama saja Ndhis."
"Sebahagia kamu aja deh Far dan terima kasih sudah bantu aku selama ini." Ucap Gendhis sambil memeluk Fara.
"Sama-sama." Mengelus punggung Gendhis.
"Udah malam,aku tidur dulu ya." Pamit Fara dan bergehas ke kamr Diana.Karena malam ini Fara meminta untuk tidur bersama Diana.
"Sini sayang." Panggil Diana sambil menepuk kasur kosong di sebelah nya.Fara pun menghampiri Diana.
"Bun,terima kasih selama ini udah baik dan jagain Fara,udah sayangin Fara seperti anak Bunda sendiri." Dengan Air mata yang jatuh di sudut mata Fara.
"Sama-sama sayang,kamu itu anak perempuan nya Bunda." Jawab Diana sambil memeluk Fara. "Sayang,kamu tambah gemuk ya." Ucap Diana memandangi tubuh Fara.
__ADS_1
"Fara makan terus Bun,biar gak sakit seperti kemarin ."
Fara pun tidur di pelukan Diana.