
Guyuran air langit yang membasahi bumi,membuat jarak pandang Agil terbatas.namun itu semua tak menyurutkan niat nya untuk segera melihat keadaan Fara.
Dua jam sudah Agil menempuh perjalanan,dan Akhir nya Ia sampai di rumah sakit.Di buka nya perlahan pintu kamar ruang inap Fara,karna memang waktu sudah mebunjukan jam sembilan malam,Agil takut membangun kan Fara.
Dilihat nya Gadis kecil yang selama ini di jaga nya dari jauh sedang terbaring lemah di bangkar rumah sakit.
Hati nya sakit,gadis yang berusaha sekuat tenaga untuk melanjutkan hidup nya tanpa ingin di bantu siapapun,kini berbaring lemah.
"Seharus nya kamu gak sakit,Kalau kamu ngerasa bisa bertahan sendiri." Guman Agil sambil membenarkan selimut Fara lalu mengusap lembut kepala Fara.
Fara yang merasakan ada yang menyentuh kening nya pun langsung terbangun. hati Fara benar-benar tak bisa di kendalikan,saat wajah nya berhadapan langsung dengan Agil.
"Agil,kapan kamu datang?" Tanya Fara untuk menghilangkan kegugupan nya.
"Baru aja kok." Jawab Agil. "Kamu tidur aja lagi,ini udah malam." Ucap Agil lagi.
Fara pun kembali tidur,karena memang tubuh nya masih terasa tak enak.Agil pun menjaga Fara sepanjang malam.
Kicauan burung dan sinar matahari yang masuk lewat celah jendela,membuat Fara terbangun.
Di lihat nya Agil yang masih tertidur sambil memegangi tangan nya. "Kalau kamu seperti ini,apa mungkin bisa aku ngelihat kamu menikah dengan Gendhis Gil?" Ucap Fara pelan.
Fara melepaskan pegangan tangan Agil,air mata pun menetes di pelupuk mata Fara.Sekuat tenaga Ia menyimpan rapat perasaan nya pada Agil,demi persahabatan yang sudah terjalin lama.
Ketukan pintu membangun Agil dari tidur nya.
Dokter datang untuk memeriksa Fara.
"Maaf Tuan,saya ingin memeriksa kondisi pasien.
"Ya Dok silahkan." Jawab Agil.
Setelah selesai memeriksa,Dokter sudah memperbolehkan Fara pulang hari ini.
Agil pun langsung mengemasi barang-barang Fara,setelah mendapat izin dari Dokter,karna Dia tau Fara tidak suka dengan bau obat.
Di dalam mobil Fara dan Agil hanya diam,tak ada satu pun dari mereka yang bicara.
Akhir nya Fara pun membuka suara."Gil kamu marah?,kenapa dari tadi diem aja?" Tanya Fara heran.
"Apa sesibuk itu pekerjaaan kamu,sampai cuma sekedar makan pun tak sempat?" Tanya Agil dengan nada dingin.
"kalau ngomong nya dah formal gini,alamat dia beneran marah." Batin Fara.
"Kenapa Diam Aja." Tanya Agil meninggikan suara nya,karena kesal dan meminggirkan mobil nya.
Fara pun tersentak mendengar Agil yang benar-benar marah.
"Kamu tahu sendirikan,mau bekerja di manapun setiap.Alhir tahun pasti sibuk." Jelas Fara."karena itu aku lupa makan." Bela Fara.
"Mulai besok kamu gak usah kerja lagi." Ucap Agil membuat Fara juga ikut geram.
"Apa hak kamu buat ngelarang aku kerja?" Dengan nada tinggi. "Aku bisa urus hidup aku sendiri,jadi kamu gak usah ikut campur." Uvap Fara lagi.
"Kalau kamu bisa ngurus hidup kamu,seharus nya kamu gak sakit kaya gini." Dengan nada yang tak kalah tinggi dengan Fara dan menatap mata Fara tajam dengan mata yang memerah.
Fara hanya bisa menagis,karna baru kali ini Agil membentak nya.ini benar-benar bukan Agik yang dinkenal nya.
Agil meraih tubuh Fara dan memeluk nya."Maaf bicara aku kasar,apa kamu tau,aku benar-benar Khawatir dengar kamu sakit." Ucap Agil yang membuat Fara semakin menangis.
"Gil,makasih buat perhatian kamu selama ini sama aku.Tapi aku bukan anak kecil yang yang kamu kenal dulu." Ujar Fara sembil mengurai pelukan Fara.
__ADS_1
"Sebentar lagi kamu mau nikah,dan kamu gak boleh seperti ini terus sama aku,kamu harus fokus sama rumah tangga kamu.Udah cukup selama ini kamu ngejagain aku." Ujar Fara sambil menatap dalam Agil.
"Sampai kapan pun aku akan tetap jagain kamu,gak akan ada yang berubah." Jawab Agil tegas.
"Terserah kamu lah Gil,tapi nanti kalau aku udah nikah,kamu lepasin aku ya,takut suami aku cemburu." Ucap Fara sambil tertawa.
Agil pun menjitak kepala Fara,"Umur baru 18 udah ngomongin nikah." Seru Agil dan mereka pun tertawa bersama.
"Lah situ,umur 21 sok-sokan mau nikah." Goda Fara.
"Buat ngurangin dosa." Jawab Agil. "Dan yang penting udah mapan." Jawab Agil lagi.
"Iya percaya-percaya."
Agil melajukan mobil nya kembali,namun Fara merasa aneh,karwna jalan yang di leewati Agil bukan ke arah rumah nya.
"Gil kita mau kemana?" Tanya Fara penasaran.
"Ke Apartemant." Jawab Agil singkat.
"Aku gak mau,itu kan buat tempat tinggal kamu sama Gendhis,Gendis aja belum pernah ke sana,pokok nya aku gak mau." Tolak keras Fara.
"Gak ada penolakan."
Fara pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti perkataan Agil.Ada rasa bersalah karna harus tinggal di tempat yang tak seharus nya.
Sesampai nya di apartemant,fara terkejut,karna ada Bi Darsi yang selama ini membantu di rumah Tante Diana.
"Kenapa Bibi bisa ada disini?" Tanya Fara.
"Selama kamu disini,Bi Darsi yang ngejagain kamu."Jawab Agil.
Fara menepuk jidat nya dengan kelakuan Agil. "Tuan Muda yang terhormat,aku ini cuma sakit biasa,kenapa juga harus di jagain,lagian aku udah sembuh." Geram Fara.
Fara pun tak bisa berkutik,karna apapun yang di katakan Agil tak pernah main-main.Dari pada dia harus kehilangan pekerjaan nya,untuk saat ini lebih baik diri nya menuruti kemauan Agil.
Flash back.
Agil tak bisa membiarkan Fara tinggal sendiri Dirumah,Agil juga tak bisa membawa Fara ke Rumah utama,karena yang ada Bunda nya akan khawatir lebih dari diri nya.Alhir nya Agil memutuskan membawa Fara ke apartemant.
Agil menelepon kepala pelayan di rumah nya,dan meminta untuk Bi Darsi membuat alasan untuk membantu nya merawat Fara.
Alhasil Bi Darsi berbohong untuk pulang kampung.
Agil pun mencari pekerja pengganti di tempat Fara bekerja selama Fara tidak masuk.
Flash back off.
Seminggu sudah Fara berdiam diri di Apartemant,membuat diri nya suntuk.Akhir nya Fara diam -diam berencana untuk keluar.
Fara mengemasi barang-barang nya,tanpa Ia sadari Agil sedang memperhatikan kan nya dari layar ponsel nya.
"Mau kemana Nona?" Tanya Bi Darsi.
"Mau keluar sebentar Bi,tenang aja,aku udah minta izin sama Tuan Agil." Jawab Fara berbohong.
Fara segera membuka pintu.Betapa terkejut nya Fara saat melihat Agil yang sudah berdiri di depan pintu.
"Mau kemana?" Tanya Agil.
"Aku mau pulang,aku bosen di sini terus." Jawab Fara.
__ADS_1
"Sekarang kamu masuk,besok aku antar kamu pulang." Perintah Agil.
"Gak mau,aku mau pulang sekarang."
"Pulang besok atau gak pulang selama nya." Ancam Agil.
"Dasar tukang ngancam." Geram Fara sambil masuk kedalam dan menghentakan kaki nya kesal.
Agil hanya tersenyum melihat tingkah Fara yang di anggap nya lucu.
"Non,mau dimasakan apa untuk nanti malam?" Tanya Bi Darsi.
"Aku nanti masak sendiri Bi,Bibi istirahat aja."
Bi Darsi menoleh ke arah Agil meminta persetujuan.Agil pun menganggukan kepala nya.
Sampai jam delapan malam,Fara tak keluar dari kamar nya.membuat Agil sedikit khawatir.
Agil membuka kamar Fara,ternyata Fara sudah tertidur.
"Fara." Panggil Agil membangun kan Fara.
Bukan nya bangun,Fara malah menarik selimut nya.
"Far bangun,makan dulu,kalau sampai kamu sakit lagi,jangan harap bisa bebas dari aku ya." Ancam Agil.
Dengan berat Fara pun bangun mendengar ancaman Agil dan langsung ke dapur untuk makan.
"Akh,aku lupa tadi mau masak sendiri." Saat melihat meja makan yang kosong.
Fara pun memelih menggoreng telur dan memakan nya dengan kecap.
"Tadi sok-sokan mau masak sich,endingnya cuma makan telur goreng." Goda Agil dan duduk di depan Fara menemaninya makan.
"Syukuri apa yang ada tau gak." Jawab Fara
Fara yang sudah selesai makan berniat ke kamar nya,namun baru sampai depan pintu kamar,Agil memanggil nya. "Fara." Panggil Agil sambil menyuruh Fara mendekati nya.
Fara pun menghampiri Agil yang duduk di ruang tamu.
"Ada apa panggil-panggil?" Tanya Fara.
"Kalau habis makan jangan langsung tidur."
"Emang nya kalau di kamar tidur ya." Ucap Fara.
"Identik nya sih gitu kalau jomblo kaya' kamu." Goda Agil.
"Jomblo itu pilihan,dari pada pacaran malah jadi ngejagaiin jodoh nya orang." Jawab Fara sambil tersenyum simpul.
"Emang kamu belum pernah suka sama cowok?" Tanya Agil.
"pernah sih,tapi sayang nya udah mau nikah." Jawab Fara getir, "Aku ke kamar dulu ya,udah ngantuk." Ucap Fara dan berlalu meninggalkan Agil yang masih terdiam di tempat nya,mencoba mencerna ucapan Fara.
Agil meraih tangan Fara hingga kedua nya saling berhadapan dengan jarak yang begiyu dekat.
"Apa maksut kamu itu aku,orang yang kamu suka?" Tanya Agil penasaran.
Fara menghela nafas panjang,"Iya,tapi......" Jawab Fara sambil menundukan kepalanya.
"Tapi Apa Far?" Ucap Agil penuh tanya sambil memegang pundak Fara.
__ADS_1
"Tapi.......Bohong..." Jawab Fara sambil tertawa lebar dan langsung berlari ke kamar nya.
Di balik pintu,Fara memegangi dada nya yang berdebar kencang."Semoga aja Agil gak tau kalau aku bohong ya Allah." Guman Fara merutuki kebodohan nya karena terbawa suasana.