
Naya membelai lembut kepala Fara,kebiasaan yang tak pernah hilang saat Fara akan beranjak tidur dan terkadang Fara bercerita tentang keseharian nya.
"Mah,ternyata teman nya Ayah itu teman nya Bunda juga." Ucap Fara memeluk Naya.
"Fara Tahu dari mana?" Tanya Naya penasaran.
"Tadi gak sengaja Fara lihat foto Bunda sama orang tua Juna di ruang tamu Mah,Bunda cantik banget Mah,Fara baru kali ini lihat senyum Bunda." Ucap Fara sambil menahan tangis.
"Memang nya kamu yakin itu Foto Bunda?" Tanya Naya.
"Yakin Mah," Jawab Fara. "Fara kangen Bunda." Ucap Fara dan langsung meluk Naya.
"Sayang,kalau Kamu kangen sama Bunda,kamu doain Bunda ya,Mamah janji lusa kita jenguk Bunda." Ujar Naya dan memeluk Fara erat.
******
Naya menepati janji nya mengajak Fara mengunjungi Kakak nya,terlihat wajah sumringah gadis kecil di samping nya sambil membawa bunga tulip berwarna ungu.
"Assalamualaikum Bunda," Ucap Fara sambil mengusap batu nisan sang Bunda.
Seperti Biasa di hadapan pusara sang Bunda,,Fara selalu bercerita tentang semua yang di lalui nya,Naya yang setia menemani Fara pun hanya bisa membelai lembut kepala Fara.
"Mah,mobil nya mogok ya?"
"Seperti nya gitu sayang,Mamah telfon bengkel dulu ya,"
Naya pun mendengus kesal karena tak ada sinyal.
"Sabar Mah." Ucap Fara menenangkan Naya yang terlihat kesal.
"Sayang,Kamu tunggu di sini sebentar ya,"
Fara hanya mengangangguk dan Naya pun turun dari mobil berusaha menelfon bengkel.
Fara yang bosan pun keluar dari mobil dan menggambar di atas tanah,Dimanapun tempat nya asalkan ada media yang memungkinkan,hal pertama yang Fara lakukan adalah menggambar.
Saat asyik menggambar,Fara di k3jutkan dengan suara bariton yang menyapa nya.
__ADS_1
"Hallo Fara," Ucap Seorang pemuda tampan.
Fara yang merasa di panggil pun mendongak san mengingat-ingat wajah di hadapan nya."Akh Om yang ngaku nya artis itu ya." Ucap Fara." Om nya Juna." Ucap Fara lagi lalu menyalami Tian.
"Om itu Artis sayang,bukan ngaku-ngaku artis." Timpal Tian yang sedikit tak terima dirinya di bilang mengaku-ngaku sebagai artis.
"Iya-iya Fara percaya,cuma." Fara menghentikan ucapan nya.
"Cuma apa?" Tanya Tian penasaran.
"Cuma kalau Fara udah liat Om di Tv." Sbil tersenyum manis menunjukan deretan gifi putih nya.
Tian mengacak-acak rambut Fara gemas dengan tingkah fara.
"Kamu disini ngapain Ra?" Tanya tian penasaran karena bertemu di arwa pemakaman.
"Aku habis jenguk Bunda Om."
"sama siapa?"
"Sama Mamah Om,itu mamah." Jawab Fara sambil menunjuk Naya yang sedang menelpon membelakangi mereka.
Tian pun menemani Fara menggambar di atas tanah,Tian kagum dengan keterampilan Fara menggambar bak arsitek.
"Fara,kenapa gambar denah rumah? Bukan nya gambar bunga atau pemandangan?
"Fara lebih suka gambar rumah Om,Cita-cita Fara mau jadi Arsitek om."
"Bagus,Fara sekolah yang rajin ya,nanti kalau sudah besar om janji buat Fara kerja di perusahaan Papah nya Juna." Ucap Tian.
"Fara mau bangun perusahaan sendiri Om,okh iya,Mamah kan sekarang kerja di tempat nya Papah nya Juna," Ucap Fara menjelaskan.
"Fara,Sayang." Ucap Naya mencari Fara karena tak ada di dalam mobil.
"Iya Mah,Fara disini." Jawab Fara yang memang sedari tadi menggambar di samping mobil.
Naya terkejut melihat Fara dengan seorang Pria dan terlihat akrab.
__ADS_1
"Kak Fara." Ucap Tiap Kaget melihat orang dicari nya selama ini ada di depan nya,Tian pun langsung memeluk Naya yang dikira nya Fara."Kami nyari Kakak sampai kemana-mana kak,Bunda juga selalu nanyain Kakak.
Naya berusaha melepas pelukan Tian dan dengan susah payah akhirnya Naya berhasil melepaskan diri dari pelukan Tian.
Naya terkejut melihat Tian menangis,karena tak ingin membuat Fara bingung,Naya pun menyuruh Fara masuk kedalam mobil.
Nanya mengajak Tian berbicara dan sengaja menjauh dari Fara.
"Kak,Kakak kemana saja selama ini,Bunda sakit-sakitan semenjak tahu kakak menghilang.Kami mencari kakak tapi tetap nihil." Ucap Tian sambil menggenggam tangan Naya.
Naya bingung harus berkata apa,Dia tidak tahu harus memulai dari mana,dan siapa yang Ia sebut Bunda,sedangkan orang tua mereka sudah meninggal.
Karena tal mendapat jawaban,Tian pun menatap Naya."Kak." Panggilan Tian,dan membuyarkan lamunan Naya.
"Apa kamu kenal baik dengan Kak Fara?" Tanya Naya,membuat Tian bingung.
"Maksut Kakak?"
"Orang yang kamu maksut itu bukan aku,Tapi kakak ku." Ucap Naya."Aku Naya,adik kembar Kak Fara." Jelas Naya lagi.
"Lalu,dimana kak Fara sekarang?" Tanya Agil penuh harap.
"Apa kamu tahu makam orang tua kami?"
Tian menganggukan kepala nya.
"Kak Fara ada disana." Jawab Naya.
Tian pun mengucapkan terima kasih dan dengan langkah panjang nya pergi kemakam orang tua Fara.
Tian melihat sekeliling,tidak ada seorang pun."Apa kak Fara sudah pergi" Batian Tian dan bejongkok karena lelah.
saat hendak berdiri,Tian meliat batu nisan bertuliskan Faranian Kenes Setiawan.
Seketika tubuh nya lemas dan tertunduk di makam Fara.
"Kak,Kenapa seperti ini kak." Ucap Tian sambil menangis.
__ADS_1
Setelah tenang,Tian bergegas mencari Naya,ada banyak pertanyaan yang harus dia cari kebenaran nya.
tapi ternyata Naya sudah pergi.Tiqn pun ingat perkataan Fara jika Mamah nya bekwrja di perusahaan Agil.