Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
Dua belas


__ADS_3

"Far,aku mau bertanggung jawab atas perbuatan aku ke kamu,aku mau kamu jadi istri aku selama-lama nya." Ucap Agil mantap.


"Hahahahaha...." Seketika Fara tertawa melihat muka Agil yang tegang. "Terus Gendhis mau kamu kemanain,gak usah ngaco deh kalau ngomong Mas." Ucap Fara sambil terus melihat drama korea kesukaan nya.


"Aku serius Far,"


"Mas,aku mohon jangan bahas masalah ini lagi,anggap aja gak pernah terjadi,aku gak mau pertemanan kita hancur gara-gara masalah ini.Ingat, masih ada Gendhis yang setia sama kamu." Jelas Fara,karena bagi nya persahabatan mereka lebih penting.


"Tapi aku udah ngerusak masa depan kamu Far,apa kamu juga gak mikirin masa depan kamu." Dengan Mata yang berkaca-kaca.


"perasaan yang suka nonton drama korea aku dech,kok jadi kamu yang nangis Mas." Goda Fara mengalihkan pembicaraan. "Udah kamu sana Mas,jangan ganggu aku nonton drama." Usir Fara.


Agil hanya bisa menuruti keinginan Fara dan pergi ke kamar.


Setelah Agil masuk kamar,air mata mengalir dari sudut mata Fara.


 


"Mas jangan lupa nanti malam kita tidur di rumah Bunda,aku udah kangen sama Bunda." Sambil memasangkan dasi Agil,Akhir-akhir ini Fara suka sekali memasangkan dasi untuk Agil,dan untung nya Agil tidak keberatan.


"Iya,nanti kita berangkat nya bareng aja ya,kebetulan hari ini di kantor gak banyak kerjaan."


"No...no...no..,Kamu berangkat duluan aja,aku masih ada urusan,Kamu tungguin aja aku di rumah Bunda."


"Emang ada urusan apa,biar aku antar,aku gak ngantor hari ini juga gak apa-apa,hari ini just for u." Ucap Agil membuat Fara geli.


"Wah,kayak nya aku kebanyakan ngasih kamu sarapan roti Mas,pagi-pagi dah bicara inggris-inggrisan."


Agil yang gemas pun mengacak-acak rambut Fara dan alhasil membuatAgil terkena bogem mentah di perut nya.


"Bisa gak sih jangan rambut Mas,aku males tau sisiran lagi." Bentak Fara,dan pergi meninggalkan Agil.


"Ya Allah,cuma gitu aja kok marah sampai sebegitu nya." Guman Agil heran.


"Kamu beneran gak mau aku antar Far," Tanya agil yang hendak pergi kekantor.


"Gak usah,buruan sana pergi." Ucap Fara ketus.Entah kenapa Fara masih kesal karena Agil mengacak-acak rambut nya.


--------------------------------


Seorang gadis cantik berjalan dengan anggun membawa koper nya.


"Gendhis,Panggil Fara." Melambaikan tangan.


Gendhis langsung menghampiri Fara dan meluapkan semua rasa rindu nya.


"Kamu udah siap kan,kita buat kejutan untuk Agil." Ucap Gendhis yang sudah merencanakan kejutan kepulangan nya seminggu yang lalu.

__ADS_1


"Beres pokok nya Dhis."


Di mansion utama Diana sudah memasak makanan kesukaan Fara,Tian pun menyempatkan diri untuk pulang,karena Tian pun rindu pada kakak ipar nya itu.


Agil berulang kali menghubungi Fara,namun tidak ada jawaban."Apa Fara masih marah ya."


"Kak,kak Fara kenapa belum datang-datang.?" Teriak Tian yang sudah tak sabar.


"Sebentar laginjuga datang," Jawab Agil.


"Assalamualaikum." Ucap Fara.


Tian sedikit berlari menemui Fara,namun Tian seketika terdiam melihat orang di samping Fara.Agil yang berada di belakang Tian pun tak kalah terkejut nya.


"Surprise........" Teriak Fara.


"Gendhis,kak Gendis." Ucap Agil dan Tian bersamaan.


Raut bahagia di wajah Gendhis tak terelakan lagi melihat sang kekasih yang selama ini di rindukan nya.


Gendhis langsung memeluk Agil,Agil pun membalas pelukan Gendhis.


Ada rasa getir di hati Fara,namun Fara berusaha menutupi nya.


Fara mengajak Tian masuk meninggal kan Agil dan Gendhis.


"Bunda." langsung memeluk Diana.


"Maaf Bun,nanti Fara pasti sering-sering main." Mengurai pelukan nya.


"Tante,"


Diana seketika terdiam,antara senang dan sedih yang bercampur aduk.


Gendhis mencium tangan Diana,Diana pun memeluk Gendhis.


Tian diam-diam memperhatikan Fara,terlihat wajah sendu di wajah Fara,Tian pun merangkul pundak kakak ipar nya,memberikan semangat.


"Bun,aku udah laper nih." Ucap Tian,karena tak tega melihat kesedihan Fara.


Mereka pun makan malam bersama,di depan semua orang Fara berusaha menutupi kesedihan nya.Namun itu tidak berlaku untuk Tian.


Ada rasa sesak melihat kemesraan Agil dan Gendhis,Fara semakin yakin,diri nya benar-benar tak ada arti nya bagi Agil.membuat Fara semakin yakin dengan keputusan yang akan di ambil untuk kedepan nya.


"Kak,kok tumben gak di makan udang nya." Tanya Tian yang melihat Fara hanya makan sayur sop.


"Iya sayang,biasa nya kamu nomer satu kalau sama udang." Sahut Diana.

__ADS_1


Agil pun mengambilkan udang untuk Fara,namun baru saja agil mrnatuh nya di piring,Fara merasa mual.


Fara segera kekamar mandi karena mual nya yang berlebih.


"Far,Fara."Panggil Agil.


Fara pun keluar dengan wajah yang pucat.


"Kamu sakit Far," Tanya Agil panik sambil memegang kening Fara.


Fara yang melihat Gendhis di belakang Agil segera menepis tangan Agil dari kening nya.


"Aku gak apa-apa,gak usah lebay deh." langsug merangkul Gendhis dan mengajak nya kembali kemeja makan.


"kamu kenapa sayang?" Tanya Diana.


"Gak apa-apa Bun,tadi cuma mual dikit aja,sekarang udah baikan kok."


"Syukur kalau begitu." Menghela nafas lega.


mereka pun melanjutkan makan malam nya kembali.


selesai makan mereka mengobrol,Fara dengan setia mendengarkan setiap cerita Gendhis.


"Kamu hebat kak,bertahan sampai sejauh ini." Batin Tian yang melihat Fara tertawa riang bersama Gendhis.


"Dhis,kamu nginep aja disini," Ajak Fara.


"Lain kali aja Far."


Tian menghela nafas lega,karena memikirkan bagaimaa jadi nya jika Gendhis benar-benar menginap.


"kalau gitu biar di antar Agil aja pulang nya." Ucap Fara.


"Biar aku aja yang antar kak,sekalian aku mau keluar." Sahut Tian.


Fara menginjak kaki Tian, "Kamu masih punya urusan sama kakak,Biar Agil yang antar." Sambil terus menginjak kaki Tian.


"Iya kak," Jawab Tian memelototi Fara.


Agil heran,Fara selalu memanggil nya dengan nama, tanpa embel-embel Mas lagi.


Agil mengantar Gendhis,selama di perjalanan tangan Agil dan Gendhis tak pernah lepas,sesekali Agil juga mencium punggung tangan Gendhis.


Sedangkan Di kamar,Fara melihat sekeliling kamar.Fara mulai memasukan baju nya yang masih tersisa di kamar Agil.


"Tuhan,Kini tugas ku telah selesai,ku serahkan dia pada yang lebih mengerti dan membuat nya bahagia.

__ADS_1


Lindungi dia Tuhan,ketika penjagaan ku tak bisa lagi sampai kepada nya.


Kuatkan Aku Tuhan,aku hanya ingin melihat nya bahagia meski tanpa aku." Dengan Air mata yang tidak bisa di bendung lagi.


__ADS_2