Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
Tujuh Belas


__ADS_3

Rineaksa Departemant Store.


Aku tak mengerti perasaan apa ini,Cinta ataukah khawatir.


"Araaaa....,Bukan kah kau berjanji tak akan pergi tanpa kabar seperti aku dulu!tapi apa ini,bahkan seribu cara aku lakukan untuk mencari mu,namun tak ada sedikit pun jejak yang kau tinggal kan." Ucap Aksa,menatap langit-langit yang seakan semua nya terlihat suram.


Dua tahun bukan lah waktu yang singkat,selama itu pula Aksa selalu mencari Fara.


"Maaf Tuan,soft opening untuk Rineaksa store di Solo,apa kah Tuan akan datang?" Tanya Rudi memastikan.


"Saya akan datang,kamu atur semua nya." Perintah Aksa.


"Baik Tuan." Jawab Rudi lalu pamit undur diri.


☆☆☆☆☆☆


"Kak,apa kakak pernah berfikir jika Kak Fara menyimpan rasa pada kakak?" Tanya Tian sambil melihat keponakan nya yang sedang bermain bola dengan momy nya.


"Itu tidak mungkin,kalau pun iya,tidak mungkin dia pergi." Jawab Agil.


"Aku tahu betul kak Fara,dia pergi bukan tanpa alasan,tapi entah apa alasan nya,semoga saja bukan karena kakak." Ujar Agil dan langsung berdiri meninggalkan kakak nya.


pov Agil


Kepergian mu meninggalkan tanda tanya besar untuk ku,apa benar kau menaruh hati padaku,tapi kenapa selama ini kau diam saja,atau aku yang terlalu egois,memaksakan kehendak ku.


Aku berharap dimanapun kamu sekarang,kamu akan selalu bahagia,aku tak mencari mu lagi bukan karena aku tak peduli,tapi aku mencoba menghargai keputusan yang kau ambil.


Kini Gendhis meninggalkan pekerjaan nya sebagai model,Dia ingin lebih fokus pada pertumbuhan buah hati nya.


"papi,sini temani kita main." Panggil Gendhis.Agil pun menghampiri anak dan istri nya.

__ADS_1


"papi,kapan kita liburan?Juna bosan di rumah terus." Sambil duduk di pangkuan papi nya.


"Oke,tapi juna harus janji,jangan buat Oma marah lagi ya." Menasehati Putra kecil nya.


"Iya pap."


Gendhis membelai lembut kepala buah hati nya,"Coba kamu ada disini Fara,pasti kebahagian ini terasa lebih lengkap." Batin Gendhis yang sangat merindukan. sahabat nya.


☆☆☆☆☆


Aksa sampai di stasiun Balapan Solo.


Aksa sengaja menggunakan jasa kereta untuk sedikit menghilangkan penat,setidak nya dia bisa melihat hamparan sawah yang menyejukan mata.


"Rudi,kosongkan jadwal untuk dua hari kedepan." Perintah Aksa.


"Baik Tuan." Jawab Rudi.


Semenjak kepergian Fara,kini senyum Aksa yang biasa nya bertebaran dimana-mana seakan musnah.


☆☆☆☆☆☆


"Iya Mom,"Jawab Naya dan langsung bergegas turun.


Naya segera mengambil alih baby mungil nya,"Kesayangan nya Mamah,makin cantik aja." Sambil mencium gemas pipi tembem little baby.


"Kamu yakin gak mau di temani sayang?" Tanya Krystin.


"Tidak usah Mom,Aku berangkat dulu ya Mom." Berpamitan sambil mencium tangan Momy Krystin.


"Hati-hati sayang."

__ADS_1


"Iya Mom."


Setelah satu setengah jam,Naya sampai di pusat perbelanjaan,Naya berniat membelikan Baju-baju imut untuk litlle baby nya.


"Come on sayang,kita shoping."


Tanpa terasa dua jam sudah Naya berbelanja,perut nya pun sudah mulai bernyanyi minta di isi.


"Pak,barang-barang nya di taruh di mobil dulu saja," Ucap Naya yang melihat pak Sodi supir pribadi nya,tampak kesusahan karwna banyak nya barang belanjaan. " Habis itu kesini lagi ya pak,kita makan dulu." Uvap Naya lagi.


"Baik Nona." Jawa. Pak Sodi da segera menuju parkiran.


"Walau hanya susu formula,Mamah harap kamu sehat terus ya sayang." mencium kening litlle baby,sambil memberi susu.


Setelah selesai makan,Naya pun kembali kerumah.


☆☆☆☆☆☆


Soft opening Rineaksa berjalan lancar,banyak yang tidak menyabgka ternyata pemilik dari Rineaksa grup masih sangat muda.


"Rudi,kita pergi ke tawangmangu,saya bosan di hotel." Ucap Aksa yang ingin menikmati suasana kaki gunung lawu.


Siang itu juga Aksa berangkat ketawangmangu,hanya butuh waktu dua jam setengah mereka sudah sampai di kaki gunung lawu.


"Tuan,apa kita disini selama dua hari?" tanya Rudi memastikan saat sampai di sebuah villa.


Aksa sengaja menyewa Villa,agar lebih leluasa.


"Iya,Kamu boleh istrihat." Ucap Aksa.


Rudi pun pamit undur diri dan pergi ke kamar nya.

__ADS_1


Aksa mandangi langit sore,dan pandangan sawah yang membentang luas.


"Setidak nya kita masih melihat langit yang sama Ara." Tanpa terasa setetes air mata lolos dari mata nya.


__ADS_2